Pages

Rabu, 28 Januari 2009

Keputusan yang demokratis.....

Hari ini sesuai rencana rapat CL SMA 20 di R. Lab Bahasa berjalan lancar...
Rapat ini dihadiri seluruh wali kelas kecuali Bu Dina Wali Kelas XI IS 2. Agenda rapat adalah menyepakati tempat tujuan wisata, pengelolaannya dan waktu pelaksanaannya...
Rapat dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan usulan/saran dari wali kelas. Dari hasil usulan wali kelas dan berdasarkan masukan terbanya disimpulkan bahwa tujuan CL adalah Bandung - Jakarta ( TMII )- Anyer dan terakhir Dufan...alasannya r memilih Anyebiar ada pantainya...karena orang bandung mah ga punya pantai..
Selanjutnya mengenai waktu pelaksanaan tidak terjadi perdebatan. Ditetapkan waktu pelaksanaannya awal Maret tepatnya tanggal 4 dan 5 Maret hari Rabu dan Kamis.
Mengenai pengelolaannya belum diputuskan. Dan akan diputuskan setelah diadakan survey ke objek yang akan dikunjungi...
Terima kasih buat Panitia yang sudah memberi masukannya...
Buat siswa kelas XI dukung kita ya biar acara CL nya sukses ya...siapkan apresiasi seni yang bagus...

Selasa, 27 Januari 2009

CL lagi...,!?

Waduh ternyata tujuan CL belum finish...
Hari ini terjadi perdebatan sengit antara saya, Bu Ratni dan Pa Tatang...
Pa Tatang dan Bu Ratni mendengar masukan dari para siswa kelas XI. Bagi saya terserah saja mau kemana saja tujuannya engga
masalah yang penting mah asal kesepakatan bersama dan tidak ada yang saling menyalahkan. Dan yang penting siswa senang dan tujuan utama CL tercapai.
Akhirnya saya putuskan besok rapat dan menyuruh sekretaris, Bu Subiyanti mengundang seluruh Panitia untuk mengikuti rapat besok jam 11.45, untuk memusyawarahkan tujuan CL .
Mudah-mudahan berjalan lancar...
Buat siswa kelas XI dimohon masukannya. Silahkan posting commennya...

Gong Xi Fat Chai.....

1. Patung kertas...

Kalau melihat meriahnya Gong Xi Fat Chai sekarang ini...ingat waktu saya masih kecil..masa-masa SMP. Waktu itu kalau mau Gong Xi Fat Chai di dekat kelenteng disamping sekolah SMP saya dibuatlah patung yang sangat besar yang tingginya kurang lebih 4 meter atau lima meter yang terbuat dari rangka-rangka kemudian dibungkus dengan kertas.Patung itu perutnya buncit sekali...seperti orang yang hamil besar...
Nah, kalau malam Gong Xi Fat Chai tiba disekitar patung itu disediakan makanan Gong Xi Fat Chai beraneka jenis. Pada malam harinya patung itu di bakar dan orang-orang berebut mengambil makanan yang disediakan tersebut..
Yang merebut makanan bukan hanya orang-orang keturunan China, tapi orang-orang Melayupun ada yang ikut berebut makanan. Ini adalah tradisi rebutan pada wakyu Gong Xi Fat Chai.

2. Kelenteng

Selain Gong Xi Fat Chai, ada cerita kelakuan waktu kecil saya yang rada-rada nyeleneh. Di Kelenteng didekat SMP saya ada bedug yang sering dibunyikan. Kalau tidak salah disamping bedug itu ada besi. Bedug dan besi itu dipukul bergantian oleh sengkek yang menjaga kelenteng.Sekali dipukul besi sekali dipukulnya bedug
Karena iseng suatu hari ketika disekolah ada kerja bakti...saya dan teman saya membawa ketepel. Setelah selesai kerja saya dengan teman saya sembunyi dibalik semak dekat kelenteng. Saya dan teman saya menyiapkan ketepel yang kami bawa. Kemudian saya bilang ke teman:"Kamu ngetepel besinya, dan aku ngetepel bedugnya". "Iya!" jawab teman saya.
Sesuai dengan skenario yang kami buat saya dan teman bergantian ngetepel bedug dan besi. Mendengar bedug dan besi berbunyi keluarlah sengkek penjaga kelenteng. Lalu kami dikejarnya.Tapi tidak terkejar, karena kami lari ke semak-semak.
Sengkek penjaga
kelenteng marah karena menurut kepercayaan mereka kalau bedug dipukul maka jinnya akan datang.
Karena menurut mereka memukul bedug adalah untuk memanggil jin. ( Bagi sebagian umat Islam di Indonesia, bedug
adalah sebagai tanda bahwa waktu sholat telah tiba. Tapi sebagian umat Islam lainnya tidak setuju bedug di Masjid karena memakai bedug adalah meniru kelenteng. Dalam Islam panggilan waktu shalat adalah Azan).

3. Amoi...gadis keturunan Cina...

Ada cerita lain mengenai gadis Cina, Amoi. Waktu SMP saya ke sekolah memakai sepeda dengan 3 orang teman saya..kami sering melewati jalan setapak didalam hutan semak belukar.
Di jalan kami sering ketemu amoi-amoi. Karena jalannya sempit amoi-amoi kalau melihat kita langsung minggir. Mereka takut ketemu kita. Kalau tidak menepi kita dorong sehingga Amoi-amoi jatuh ke kebun nenas atau hutan dan menangis...
Ketika amoi menangis amoi kita dekati dan kita bentak.'Awas jangan menangis nanti kami....(sensor)'
Demikianlah itu terjadi setiap kali kami bertemu dengan amoi-amoi...

4. Musim rambutan...

Di pinggir jalan ke sekolah kami ada rumah orang Cina. Tempatnya agak terpencil. Rumah itu dulunya bekas rumah Kepala Tambang Timah. Dirumah orang Cina itu ada anak gadisnya (amaoi) yang cantik sekali dan tentu saja sering kita godai. Tapi bukan itu saja yang menarik perhatian kami.
Disamping rumah itu ada sebatang pohon rambutan yang kalau musim rambutan tiba buahnya sangat banyak. Bila sudah tiba musimnya kami setiap hari mengamati pohon rambutan itu mulai dari sejak tumbuh kembang , jadi, putik, setengah mateng dan mateng.

Kalau buahnya sudah betul-betul matang kami sudah menyiapkan rencana. Tentunya untuk memetik rambutan tersebut...
Suatu malam kami memetik rambutan itu bertiga...tentu saja tidak untuk dijual...tapi hanya untuk di makan. Layaknya orang profesional...saya dan dua orang teman saya berbagi tugas. Seorang memetik buah rambutan, satu lagi bertugas mengumpulkan di bawah dan saya bertugas yang berjaga-jaga kalau yang punya terbangun....
Baru saja yang di atas dapat beberapa tangkai buah rambutan tiba-tiba anjing Cina menggonggong dan berlari menuju kami...

Karena takut anjing menggigit saya dan teman saya yang ada di bawah...saya melemparkan batu yang telah saya sediakan ke arah anjing...tiba-tiba dari dalam rumah keluarlah Cina yang punya rumah membawa senjata angin dan menembak kearah kita...Tapi karena gelap pelurunya tidak mengenai kami.
Mendengar suara tembakan tersebut saya menyuruh teman yang di atas turun...kemudian kami berlari kedalam hutan di kegelapan malam...
Dan sejak saat itu ....kami tidak pernah lagi berani mengganggu Cina tersebut....

Sabtu, 24 Januari 2009

Kiat hidup tenang 2......

Ketika ibu yang punya warung menyajikan kopinya pada saya datang seorang bapak yang umurnya kira-kira 40 tahun, duduk diseberang saya lalu juga memesan secangkir kopi.
Disisi jalan sekitar warung terlihat banyak sekali mobil yang diparkir, kira-kira 10 mobil, dan banyak pula anak-anak kecil usia Tk atau SD beserta orang tuanya...dan ada pula beberapa laki-laki yang sedang memberi instruksi kepada anak-anak tersebut..
Sambil melihat situasi itu saya bertanya kepada bapak yang ada di depan saya:
“ Ada acara apa ini Pa” tanya saya
“ Ini acara anak-anak.” Jawab bapak tersebut
“Acaranya apa?” tanya saya lagi
“Mungkin hiking” Jawab bapak tersebut
Saya penasaran, lalu bertanya lagi,
“Hiking kemana,Pa?’ Tanya saya
“Mungkin sekitar sini saja” jawab bapak tersebut....
“ Oooooo.....!” jawab saya.
Kami diam sejenak, sambil meminum kopi kami masing-masing. Saya lihat Si Bapak mengambil beberapa kue...
“Bapak orang sini?” saya kembali bertanya.
“Bukan. Saya mengantar anak saya yang mau hiking itu” jawabnya.
“O begitu?” jawab saya.
“Bapak kelihatan segar, sering naik sepeda ya. Sendirian atau rombongan?” Tanya si Bapak.
“Alhamdulillah Pa, saya memang senang naik sepeda , setiap hari libur atau setiap ada kesempatan. Saya naik sepeda sendirian. Ada sih teman. Tapi jarang bareng kecuali kalau ada fun bike saja.” jawab saya.
“ Bapak kerja dimana? Kembali bapak tersebut bertanya.
“ Saya guru, Pa!” jawab saya
“Guru dimana?” tanyanya penasaran
“Guru SMA 20?” jawab saya.
“ Ooo...yang dibelakang Gedung sate ya” kata si bapak
“ Iya Pak!” kata saya.
“Maaf Pak kenalkan nama saya Ismadi, bapak siapa? kata saya.
“Saya We*da” jawabnya.
“Rumah bapak dimana?” katanya
“ Di Sadang Serang, Pa” jawab saya.
“Rumah saya di Cibabat!” katanya
Obrolan kami semakin asyik....
“ Saya salut kepada bapak, hanya seorang guru, tapi kok kelihatannya hidupnya tenang sekali seperti enggak pernah ada beban dalam hidupnya. Apa kiatnya Pa?. Saya pengen seperti bapak, tapi kayaknya sulit!” kembali Pa We*da bertanya.
“Kiatnya sederhana, Pa!” kata saya

“ Pertama harus banyak bersyukur dengan apa yang diberikan Alloh kepada kita. Saya yakin dengan Firman Alloh:” Barangsiapa yang bersyukur pasti akan aku tambahkan nikmatku. Tapi barang siapa yang kufur kepadaKu, sesungguhnya azabKu amat pedih”. (Surat Ibrahim ayat 7)”

“Kedua” Kata saya,” Qona’ah, merasa cukup dengan rizki yang diberikan Alloh kepada kita. Setiap orang memiliki rizki yang berbeda-beda. Belilah barang kalau benar-benar dibutuhkan. Misalnya laptop harus dibeli karena memang itu diperlukan, demikian juga mesin cuci, motor, atau apa saja yang yang kita anggap sangat dibutuhkan. Kalau tidak dibutuhkan pisan jangan di beli”

“Ketiga !” kata saya, “ Jangan panas atau iri atau dengki bila melihat orang lain atau teman mendapat kelebihan rizki. Misalnya melihat teman beli mobil, kita harus bersyukur alhamdulillah teman punya mobil, barangkali sekali-sekali bila ada keperluan bisa pinjam....”

“Nah itulah yang belum bisa saya lakukan. Saya selalu berusaha mendapatkan yang saya inginkan walaupun kadang-kadang diluar kemampuan saya, sehingga kadang-kadang membuat saya frustasi” kata Pa We*da.

“Keempat”lanjut saya” Kalau ada masalah yang menimpa kita selesaikan dengan logika dan jangan dijadikan beban. Misalnya pernah ada tulisan di tembok yang isinya menghina saya yang bunyinya ‘Ismadi ta* anj*ng’, saya berfikir pakai logika pasti yang nulisnya tidak menggunakan logika. Kalau ‘Ismadi ta* anj*ng’, muridnya apa? Tentu akan lebih rendah dari itu. Dan logika saya mengatakan yang nulis itu kan hanya satu orang. Wajar kalau dari 900-an murid saya ada satu orang yang tidak senang.Dan orang tidak akan menjadi hina karena dihina orang lain”Kata saya.

“Nah itulah yang membuat saya salut pada bapak. Kok bapak bisa begitu mudah menghadapi masalah. Saya enggak bisa seperti itu. Sebenarnya baru-baru ini saya punya masalah.
Ada seseorang yang kurang mampu .Tiap bulan saya kasih satu karung beras, biaya sekolah anak-anaknya bahkan biaya hidup keluarganya. Saya kasih dia betul-betul dengan ikhlas, karena rasa kemanusian. Pada suatu hari orang itu marah-marah kepada saya didepan orang banyak tanpa alasan dengan umpatan dan makian dengan bahasa kasar, lalu orang tersebut mau melemparkan gelas kopi yang dipegangnya kepada saya. Karena malu yang luar biasa, saya menjadi kalap. Lalu saya hajar orang itu sampai babak belur padahal badannya jauh lebih besar dari badan saya. Saya dipangil P*l*s* dan saya jelaskan apa adanya dengan banyak saksi yang menyaksikan. Tapi P*l*s* tidak terima karena korban babak belur. Akhirnya saya ditahan dan bisa keluar kalau mau menyerahkan sejumlah uang kepada P*l*s*. Saya tidak mau karena memang saya merasa tidak bersalah. Silah kan saja saya ditahan. Setelah 8 hari ditahan saya di keluarkan dari tahanan tanpa membayar apapun. Tapi akhirnya saya menyesal” kata Pa We*da.

“Wah, orang tersebut orang yang engga tahu diri” kata saya.
“ Ya sejenis itulah! Kata Pa We*da.

“Masih ada kiat lain Pa” kata saya
“Yang kelima, selalu ingat bahwa kita akan mati. Kalau kita mati enggak ada yang dibawa kecuali amal kita. Dalam hadistnya Rosululloh bersabda:”Keluar bersama mayit tiga hal yaitu hartanya, keluarganya, dan amalnya. Kembali dua yaitu hartanya dan keluarganya, yang kekal (ikut) adalah amalnya”. Jadi buat apa mengejar dunia secara berlebihan. Toh nanti tidak ada harta yang dibawa kalau kita mati. Bagi saya harta asal cukup, yang penting bisa beramal dan bisa beribadah dengan tenang”

“Yang keenam, perbanyak shalat malam atau shalat tahajud. Insya Alloh, Alloh akan memberikan kemudahan, ketenangan, dan kebahagian dan kelancaran kepada kita. Shalat tahajud ini dilakukan setelah tidur walaupun hanya sekejap. Tapi yang paling afdhol adalah sepertiga malam terakhir, kira-kira jam tiga sampai menjelang shubuh, karena itulah waktu mustajab!Sampaikan keluh kesah kita. Sampaikan permohonan kita, insya Alloh akan di kabulkan Alloh . Dalam Qur’an Alloh Berfirman:’ Pada sebagian malam lakukan shalat tahajud sebagai ibadah tambahan kepadamu. Mudah-mudahan Alloh menempatkanmu pada tempat terpuji’” kata saya.

“Oya ..maaf Pa ! bapak agamanya apa?” kata saya lagi.

“Dulu waktu kita masih kecil kita beragam Islam semuanya. Tapi kami pernah tinggal di Jerman selama 10 tahun. Bapak saya suka sekali membaca. Entah kenapa akhirnya kita pindah agama. Akhirnya di rumah kami agamanya beda-beda” kata Pa We*da.

“O begitu Pa” kata saya.

Akhirnya setelah kami ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal dari politik, Palestina, Obama dan lain-lain dan waktu sudah menunjukkan pukul 9.00 saya membayar secangkir kopi yang telah saya minum kepada Ibu yang punya warung, saya permisi pulang karena mau mengantarkan anak saya ke PVJ.
Ternyata orang yang saya ajak ngobrol adalah non muslim.....
Sungguh pengalaman sangat berharga....

Apa kiat hidup tenang...?!

Hari ini Sabtu 24 Januari 2008 hari dimulainya long week end...
Untuk mengisinya pagi hari saya mengayuh sepeda saya menuju Dago atas dengan tujuan akhir Lembang.
Berangkat dari rumah jam 6.35 mulailah saya mengayuh sepeda saya mulai dari Jl Sadang subur melewati Jl. Tubagus Ismail lalu masuk gang-gang sempit akhirnya kira-kira 10 menit tembus di Jl. Dago. Setelah lihat kiri kanan saya menyeberang dan masuk Jl.Dago Pojok.Selanjutnya saya melewati gang-gang sempit yang berliku-liku dan tibalah di Objek wisata Curug Dago. Karena capek niatnya mau berhenti di Warung langganan...biasanya saya minum kopi sambil makan bala-bala.
Tapi sayang... masih tutup. Untuk mengurangi capek, saya berhenti di jembatan Curug Dago sambil minum dan menikmati suara air yang jatuh pada curug...
Lima menit kemudian saya melanjutkan perjalanan melewati kampung Curug yang jalannya sangat terjal. Begitu terjalnya dengan kemiringan kurang lebih 45 derajat jangankan dikayuh, didorongpun sangat berat.
Akhirnya dengan susah payah saya sampai diatas pas disamping Singapore Internasional School.
Dengan sisa tenaga yang ada saya kayuh sepeda menuju ke sebuah warung dan akhirnya karena kelelahan saya berhenti di warung tersebut. Setelah menyandarkan sepeda...saya duduk...lalu memesan secangkir kopi...
( bersambung )

Jumat, 23 Januari 2009

Comprehenship Learning SMA 20

Alhamdulillah long week end...
Rencananya Sabtu pagi mau biking ke Lembang atau ke Cimahi...
Minggu ada undangan ke Garut....
Walaupun long week end...masih ada tugas yang harus diselesaikan yaitu membuat proposal CL siswa kelas XI....yang rencananya ke Yogyakarta...
Setelah selesai proposal barulah direncana menentukan program kerja Cl tersebut...
Mulai dari...Anggaran...tempat yang akan di tuju....travel yang qualified...dan lain-lain...
Berdoa saja semuanya berjalan lancar....

Rabu, 21 Januari 2009

Alhamdulillah akhirnya punya blog juga.....!

Saya, Ismadi Zainal guru SMA Negeri 20 Bandung, Hari ini Rabu tanggal 21 Januari 2008, mencoba membuat blog.
Dan alhamdulillah ternyata bisa juga berkat bantuan anak saya Qorina Ilma Faradisa dan Muhammad Iqbal Azizi.
Sebenarnya keinginan saya membuat blog sudah lama, tapi karena keterbatasan waktu dan sarana terutama karena malas ke warnet baru terlaksana sekarang. Kebetulan di rumah sudah pasang internet.
Sebagai seorang guru, tentunya saya berharap mudah-mudahan blog ini memberi banyak manfaat bagi saya sendiri khususnya dan anak didik saya pada umumnya.
Mari anak-anakku siswa SMA Negeri 20 Bandung.....beri coment blog bapa...!