Pages

Jumat, 13 Maret 2026

Tiga syarat Amal dikabulkan

Puji dan syukur marilah kita  panjatkan kehadirat Alloh swt karena hanya dengan limpahan rahmat dan karunianya kita bisa berkumpul ditempat ini, untuk menunaikan sholat Idul Fitri  sebagai rasa syukur kita kepa Alloh swt.

Syarat umum ibadah diterima

1. ikhlas

Menghambakan diri kepada Alloh, walaupun doa kita belum terkabulkan dia tidak pernah berhenti dan berdoa kepada Alloh dan tidak pernah buruk sangka kepada Alloh
atau kalau kita memberikan sedekah pada seseorang kita tidak mengharapkan terima kasih, mau dia berterima kasih atau tidak kita tidak mengharapkannya

QS. Alihsan 8-10

 وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًۭا وَيَتِيمًۭا وَأَسِيرًا

 "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,"

 إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءًۭ وَلَا

'Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu',". 

اِنَّا نَخَافُ مِنْ رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوْسًا قَمْطَرِيْرًا 

"Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan kami pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan

2. bergantung/berharap hanya pada Alloh bukan manusia, 

Kisah pengemis kedinginanya yang hanya memakai baju biasa tanpa mantel tebal yg telah 20 tahun dia rasakan, Tiba tiba ada orang kaya yang melihatnya dan dia merasa  kasihan. Dia mengatakan  di rumahnya banyak ma tel tebal. Dia bilang tu ggu saya pulang ke rumah  dulu mengambil mantel ingin menolong tapi dia terlupa, dan dia  meninggal karena yg mau ngasih nanti saya kembali lagi. sesampainya di rumah karena dia ketemu keluarganya dia lupa untuk mengambil mantel yg dia janjikan. Pengemis itu menunggu baju mantel tidak hadir, sehingga dia merasakan kedinginan yang luar biasa yang belum pernah dia rasakan selama 20 tahun dan karena tidak tahan dia meninggal dunia. pad sudah subuh orang yang baru teringat janjinya mau memberikan mantel kepada pengemis , Dia pun bergegas menemui pengemis tapi ketika dia tiba disana ternyata pengemis tsb sudah meninggal dunia.tapi  ditangannya ada secarik kertas setelah dia penasaran lalu diambil kertas yang digemgam pengemis dan dia membaca isi tu.isan tsb. "dua puluh tahun saya bergantung pada Alloh tiak pernah merasa dingin seperti ini . tapi ketika saya berharap kepada manusia saya merasakan kedinginan  yang luar biasa sehingga saya tidak sanggup menahannya.

Kalau kita bergantung pada Alloh dia pasti tidak akan mengecewakan kita, doa kita pasti  diksbulkan Alloh dg 3 cara

1. dikabulkan langsung
2. dikabulkan Alloh dalam bentuk  lain, badan sehat,   dihindari dari bahaya, diberiksn ke kebahagiaan, dimudahkan segala urusan  dll, karena Alloh swt maha tau apa yang mita butuhkan.
3. dikabulkan nanti dinyaulil hisab akan diperlihatkan dalam bentuk tabungan  amal yang jumlahnya sangat banyak

Tapi kalau kita berharap pada manusia kadang  membuat kita kecewa.

3. ihsan,

Dalam hadist yang cukup panjang  tentang pertanyaan  Malaikat Jibril tentang Iman, Islam dan Ihsan Jibril bertanya

فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Dia Jibril  bertanya lp: “Beritahukan padaku tentang ihsan”.
Rosululloh saw menjawab, “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya. Kalaupun kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.

Yakin bahwa Alloh selalu melihat perbuatan  kita, walau kita tidak bisa melihat Alloh

QS. Qof 16,17,18

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

 Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ 

(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Nah  shaum  ramadhon yang baru saja kita jalani adalah merupakan bentuk aplikasi ihsan yang paling tinggi dalam berbagai ibadah yang kita lakukan. Shaum adalah ibadah langsung antara diri pribadi kita dengan Alloh swt.
Hanya diri kita sendiri dan Alloh yang tau kita shaum atau tidak.
Dengan manusia  kita bisa berbohong mengatakan kita puasa ketika kita keluar rumah, padahal di rumah kita tidak puasa.

Makanya pahala shaum Alloh sendiri yang membalasnya,

Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Dari Abu Hurairoh r.a Rosululloh saw bersabda, Alloh berfirman, "Sesungguhnya  semua amal anak adam untuknya, kecuali shiyam. Shiyam untukku dan aku yang akan membalasnya "

Penjelasan hadits  ini
1. Bahwa Shaum tidak terkena riya sebagaimana (amalan) lainnya terkena riya. Al-Qurtuby rahimahullah berkata, “Ketika amalan-amalan yang lain dapat terserang penyakit riya, maka puasa tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah, maka Allah sandarkan puasa kepada Diri-Nya.

2. Maksud dari ungkapan ( وأنا أجزى به = Aku yang akan membalasnya), adalah bahwa pengetahuan tentang kadar pahala dan pelipatan kebaikannya hanya Allah yang mengetahuinya. Al-Qurtuby rahimahullah berkata, ‘Artinya bahwa amalan-amalan telah terlihat kadar pahalanya untuk manusia. Bahwa ia akan dilipatgandakan dari 10 sampai 700 kali sampai sekehendak Allah kecuali puasa. Maka Allah sendiri yang akan memberi pahala tanpa batasan.

Padahal semua amal bani adam  dibalas   dari 10 - 700  kali lipat, seperti hr muslim

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya"

Jamaah Idul Fitri Yang Dimuliakan Allah

Hikmah pertama,
puasa Ramadhan adalah bentuk kasih sayang Allah untuk umat Rasulullah agar dapat melipatgandakan pahala ibadah dan meraih bermacam-macam kebaikan. Sebagaimana diketahui, usia rata-rata umat Rasulullah itu hanya 60 tahunan.

Dengan adanya bulan Ramadhan, ibadah kita bisa menandingi ibadah umat-umat terdahulu yang usianya sampai ratusan tahun. Hal ini terjadi karena dilipatgandakannya ibadah umat Rasulullah di bulan Ramadhan, salah satunya melalui malam Lailatul Qadar. Allah berfirman dalam Surat Al-Qadar:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

Kedua, pelajaran penting lainnya dari Ramadhan adalah melahirkan hubungan dan rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya  (hubungan vertikal ,hubungan hablum minalloh). Tidak ada hamba yang dapat melihat hakikat hubungan dan rahasia itu kecuali Allah. Sehingga pantas tidak ada yang berhak membalas puasa kecuali Allah.

Sungguh, pelajaran Ramadhan yang satu ini sangat penting bagi kita untuk selalu mengaitkan segala sesuatu dengan Allah. Sehingga kita selamanya berhubungan dengan Allah, merasa dilihat dan diawasi oleh Allah. Merasa diatur oleh Allah, merasa digerakkan oleh Allah, layaknya kita sedang berpuasa tak berani membatalkan puasa karena merasa dilihat Allah meski tak ada seorang pun yang melihat.

Inilah ihsan, sebagaimana digambarkan Rasulullah saat ditanya malaikat Jibril.

قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ؟، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاك

Artinya: "Malaikat Jibril bertanya, "Wahai Rasulullah, apa artinya ihsan?" Beliau menjawab, "Ihsan itu engkau beribadah kepada Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya. Kendati engkau tidak melihat-Nya, tetapi Dia selalu melihatmu," (HR. Ahmad).

Ketiga, pelajaran Ramadhan adalah menyadarkan bahwa kewajiban berpuasa dengan menahan segala sesuatu yang sebelumnya halal seperti makan dan minum, hanya pada bulan Ramadhan. Namun, puasa dari perkara yang haram itu sepanjang bulan bahkan seumur hidup. Jika selama puasa kita diperintah menahan diri dari perkara yang halal, maka apalagi perkara yang haram.

Nah, sesungguhnya puasa ingin memberi pelajaran kepada kita semua bahwa dalam segala hal tidak boleh berlebihan, termasuk dalam menikmati perkara yang halal. Ramadhan mengajarkan kita tentang kesederhanaan karena Allah tidak menyukai manusia yang berlebihan. Demikian sebagaimana yang diamanatkan dalam Al-Quran

يا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Wahai anak-cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang indah setiap (memasuki) masjid, juga makan dan minumlah kalian, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan," (QS. Al-A'raf [7]: 31).

Keempat, puasa memberi pelajaran bagi kita untuk menyantuni kaum papa dan dhuafa. Selama puasa kita menahan lapar dan belajar merasakan bagaimana laparnya orang-orang lemah. Sehingga di akhir Ramadhan, kita diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, infak dan sedekah. Di antaranya untuk menunjukkan kasih sayang dan kepedulian kita kepada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar