Pages

Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

TERTIPU TAPI TIDAK MERASA DITIPU

Alloh SWT berfirman di di dalam Al-Qur'an:
"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." ( QS Luqman ayat 33)

Ayat ini berisi:
  1.  Perintah kepada kita agar kita untuk senantiasa bertaqwa kepada Alloh SWT , yaitu menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangannya  yang terdapat di dalam Al-Qur.an dan As-Sunah.
  2. Peringatan atau warning kepada kita bahwa nanti akan ada hari Perhitungan yaitu hari Kiamat dimana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan sebaliknya anak juga tidak dapat menolong bapaknya, setiap orang membawa amalannya masing-masing dan siap menerima hasil atau akibat dari amal perbuatannya di dunia ini,
  3. Bahwa Janji Alloh adalah benar, "innaka laa tukhliful mii'aad", Alloh SWT tidak pernah ingkar janji.
  4. Dunia ini adalah permainan  (la'ibun), sesuatu yang memperdaya, maka jangan tertipu
  5. Syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia maka kita tidak boleh tertipu oleh tipu daya syetan dalam taat kepada Alloh.                                                                                                                 
 Banyak orang yang tertipu tetapi merasa tidak tertipu, Itu akibat ketidak tahuannya atau karena dia tidak memiliki ilmu tentangg hal itu.  Kisah Sufistik yang ditulis oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya "Reformasi Sufistik" tepat untuk menggambarkan keadaan orang yang tertipu tapi tidak merasa tertipu.

"Pada suatu hari Juha berangkat ke pasar mengendarai keledainya. Sesampainya di pasar, diatambatkannya keledai itu dengan seutas tali. Tanpa ia ketahui, dibelakangnya ada dua orang pencuri. Begitu Juha masuk pasar salah seorang di antara mereka mengambil keledainya dan mengikatkan talinya ke leher temannya . Mendapatkan keledainya hilang, tentu saja juha panik. Apalagi dilihatnya ada orang yang tidak dikenalnya terikat tali keledainya,
"Siapa anda?" tanya Juha
Orang itu dengan nada sedih dan malu berkata,
"Saya adalah keledai yang bapak miliki. Dahulu saya durhaka terhadap. Saya diubah Tuhan menjadi keledai. Hari ini rupanya orang tua saya sudah memaafkan saya. Dan Tuhan mengembalikan saya ke bentuk semula."
Juha jatuh iba. Ia melepaskan orang itu. sambil memberi uang untuk bekal pulang, ia memberi nasehat,
"Jadikan kehidupan yang lalu sebagai pelajaran berharga. Jangan sekali-sekali menyakiti orang tua!"
Keesokan harinya Juha ke pasar lagi. Dia trkejut, seoran g tak dikenalnya sedang menawarkan keledainya. Juha yang telah memiliki keledai itu bertahun tahun tentu saja  mengenalnya dengan baik.Segera ia mendekati keledainya. Ia berbisik di telinganya," Sudah keperingatkan kamu jangan durhaka kepada orang tua. baru satu hari aku bebaskan kamu sudah melakukan dosa yang sama. Sekarang rasakan saja hkuman kamu!" 
Juha pergi sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Begitulah cara syetan menggoda kita. Kita ditipunya tapi kita  tidak merasa ditipu.


Senin, 07 Maret 2011

UMROH DAN HAJI SEBUAH NIAT

Tadi setelah pulang sholat Magrib berjamaah di Masjid seorang jamaah memberikan sebuah booklet berisi tentang Umroh dan Haji. Di halaman muka tertulis: “WUJUDKAN IMPIAN KE TANAH SUCI DENGAN SISTEM (AGA)*….”. Membaca Judul itu aku tertarik untuk membacanya. Apa itu AGA?. Ternyata AGA adalah singkatan dari Agency Get Agency.
Ternyata sitem ini dengan mendaftar ke agen dengan sejumlah uang tertentu kita akan menapatkan sebuah Voucher senilai sejumlah $US tertentu dan mencicil sejumlah uang dalam satu tahun alias 12 bulan kita sudah bisa berumroh, dst.

Saya memang sudah lama bercita-cita berniat ingin naik haji dan umroh. Cuma sampai saat ini memang belum ada panggilan dari Alloh. Mudah-mudahan Alloh SWT memanggil saya dan istri saya untuk segera menunaikan ibadah haji dan Umroh. Amin!

Mengenai haji dan umroh ini dijelaskan oleh Alloh SWT di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran 96 -97, sebagai berikut:

96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia[1].
97. padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[2]; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah[3]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

[1] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.
[2] Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[3] Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.

Sebenarnya apa inti dari ibadah haji dan Umroh itu? Seorang ustadz pernah berkata bahwa sesungguhnya Haji dan umroh disamping merupakan rukun Islam yang ke-5 yang wajib dilakukan satu kali seumur hidup oleh eorang muslim, intinya adalah kita berziarah ke Masjid dan melakukan sholat disana.  Karena memang pahala sholat di Masjid di Makkah dan Madinah memilki pahala yang berlipat ganda dibandingkan di Masjid biasa.
Jadi intinya adalah kalau kita mau melakukan haji dan umroh terlebih dulu harus rajin memakmurkan masjid atau shalat berjamah di masjid ditempat kita tinggal.

Dalam beberapa  hadist diceritakan keistimewaan masjid di Makkah dan Madinah, yaitu masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha dan Masjid Quba.

1.   Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Tidak boleh dilakukan perjalanan (untuk mencari berkah) kecuali ke tiga masjid yaitu Masjidil-Haram (di Mekah), Masjid Nabawi (di Madinah), dan Masjidil-Aqsha (di Palestina)."

2.   Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Shalat di masjidku ini  lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram."

3.    Rasulullah bersabda,” Shalat dimasjidku lebih utama dari pada seribu shalat ditempat lain kecuali dimasjidil haram lebih utama dari 100.000 (seratus ribu) shalat diselainnya”.(HR. Muslim)

Keutamaan Masjidil Aqsho


Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :.

“Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan ; serta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)” [Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]

 Dalam hadist lain,

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.

“Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya (dalam riwayat lain : seperti busurnya) dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis lebih baik baginya dari dunia seisinya” [HR Ibrahim bin Thahman dalam kitab Masyikhah Ibnu Thahman, Ath-Thabrani dalam kitab Mu’jamul Ausath, dan Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, Al-Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya, dan Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya. Adz-Dzahabi dan Al-Albani sepakat dengan beliau]

Hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang pahala shalat di Masjidil Aqsha. Hadits ini menunjukkan, shalat di Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti empat shalat di Masjid Aqsha. Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).

Cuma sayang sekarang Masjidil Aqsha dikuasai oleh Israel sehingga orang yang Islam yang mau berziarah atau sholat di sana sangat sulit karena dijaga ketat oleh tentara Israel.

“Ya Alloh berilah kesempatan pada sisa umurku ini untuk dapat melaksanakan rukun Islam yang ke-5 yaitu Ibadah Haji dan Umroh sehingga aku dapat melihat Ka’bah Baitulloh rumah SuciMu itu dan berziarah makam Rosululloh Muhammad SAW dan tempat-tempat suci lainnya. Amin Ya Alloh Ya Robbal ‘alamin. Robbana wa taqobbal du’a”
CARA MEMPERKOKOH IMAN

       Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.

       Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.

       Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

       Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".

 Cara memperkokoh iman:

1.     Dengan tadabbur atau mengkaji ayat-ayat Qouliyah (Alquran)
     
         Sesungguhnya orang-orang yang beriman[1] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[2] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al-Anfal :2)
[1] Maksudnya: orang yang sempurna imannya.
[2] Dimaksud dengan disebut nama Allah Ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.

2.     Dengan tafakkur atau memikirkan ayat-ayat kauniyah berupa tanda-tanda kekuasaan Alloh  pada Alam semesta.
      
        "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
     (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka".( Ali Imran: 190 -191)

3.     Dengan mengikuti sunah rosul atau menteladini (mengidolakan) Nabi Muhammad SAW.
      
        "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi   orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah". (Al-Ahzab 21 )

4.     Dengan beribadah kepada Alloh  seperti salat, shaum, zakat, haji, dll 

       "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Al-Ankabut : 45)

5.     Dengan banyak-banyak zikrul maut atau mengingat mati
    
         "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam". (Ali Imran 102)

Kamis, 04 November 2010

GHIBAH (Menceritakan Aib Orang Lain)

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman jauhkanlah kebanyak dari purba sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purbasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertaqwalah kepada Alloh esungguhnya Alloh Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang” (Al-Hujurat : 12 )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Tahukah kamu apakah ghibah( menceritakan aib orang lain) itu ? Maka para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih tahu ? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : yaitu kamu m
enyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci ? maka ada yang bertanya : beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya ? beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan, maka kamu telah berdusta padanya.” HR. Muslim.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “ketika aku di naikkan ( mi'raj ), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku berkata : siapa mereka itu, wahai Jibril ? Maka Jibril menjawab : mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia ( membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka.” HR. Abu Daud.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : : “Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” HR. Muslim.

Maksudnya : haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan syari'at.

“Barangsiapa yang memelihara kehormatan saudaranya, maka Allah akan memelihara mukanya dari api neraka.” HR. tirmidzi

Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar di kalangan kaum muslimin, dan mereka menganggap gampang permasalahan ini dan meremehkan sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi di hadapan mereka, dan ghibah ini adalah sebab terjadinya permusuhan antara kaum muslimin dan merusak persaudaraan di antara mereka, dan karena buruknya perbuatan ghibah ini Allah Ta'ala mengumpamakan orang yang berbuat ghibah dengan orang yang makan daging saudaranya dalam keadaan mati, dan sangsi baginya bahwa dia di alam barzakh ( alam antara kehidupan dan hari kiamat ) mencabik-cabik muka dan dadanya sendiri.

Haramnya perbuatan ghibah dan ghibah adalah termasuk dosa besar.
Bahwa menyebut orang lain dengan sesuatu yang dia benci adalah termasuk ghibah yang haram dilakukan, walaupun hal itu benar-benar ada pada orang tersebut.

Haramnya mendengarkan ghibah, karena orang yang mendengarkan telah membantu saudaranya untuk ghibah dan ridha dengan ghibah tersebut.

Wajibnya mengingkari orang yang berbuat ghibah dan melarangnya dari perbuatan tersebut.
Sangat pedihnya sangsi bagi orang yang berbuat ghibah di alam barzakh.

Keutamaan melindungi kehormatan seorang muslim dan bahwa Allah akan memelihara mukanya dari api neraka pada hari kiamat.

GHIBAH (Menceritakan Aib Orang Lain)

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman jauhkanlah kebanyak dari purba sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purbasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertaqwalah kepada Alloh esungguhnya Alloh Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang” (Al-Hujurat : 12 )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Tahukah kamu apakah ghibah( menceritakan aib orang lain) itu ? Maka para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih tahu ? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : yaitu kamu m
enyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci ? maka ada yang bertanya : beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya ? beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan, maka kamu telah berdusta padanya.” HR. Muslim.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “ketika aku di naikkan ( mi'raj ), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku berkata : siapa mereka itu, wahai Jibril ? Maka Jibril menjawab : mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia ( membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka.” HR. Abu Daud.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : : “Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” HR. Muslim.

Maksudnya : haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan syari'at.

“Barangsiapa yang memelihara kehormatan saudaranya, maka Allah akan memelihara mukanya dari api neraka.” HR. tirmidzi

Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar di kalangan kaum muslimin, dan mereka menganggap gampang permasalahan ini dan meremehkan sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi di hadapan mereka, dan ghibah ini adalah sebab terjadinya permusuhan antara kaum muslimin dan merusak persaudaraan di antara mereka, dan karena buruknya perbuatan ghibah ini Allah Ta'ala mengumpamakan orang yang berbuat ghibah dengan orang yang makan daging saudaranya dalam keadaan mati, dan sangsi baginya bahwa dia di alam barzakh ( alam antara kehidupan dan hari kiamat ) mencabik-cabik muka dan dadanya sendiri.

Haramnya perbuatan ghibah dan ghibah adalah termasuk dosa besar.
Bahwa menyebut orang lain dengan sesuatu yang dia benci adalah termasuk ghibah yang haram dilakukan, walaupun hal itu benar-benar ada pada orang tersebut.

Haramnya mendengarkan ghibah, karena orang yang mendengarkan telah membantu saudaranya untuk ghibah dan ridha dengan ghibah tersebut.

Wajibnya mengingkari orang yang berbuat ghibah dan melarangnya dari perbuatan tersebut.
Sangat pedihnya sangsi bagi orang yang berbuat ghibah di alam barzakh.

Keutamaan melindungi kehormatan seorang muslim dan bahwa Allah akan memelihara mukanya dari api neraka pada hari kiamat.

Jumat, 17 September 2010

CIRI- CIRI ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA

I. Ciri orang beriman
  1. Khusyu' dalam shalat
  2. Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna
  3. Membayarkan zakat kepada mustahiq
  4. Menjaga Kemaluannya ( Tidak berzina)
  5. Memelihara Amanah
  6. Menepati janji
  7. Memelihara shalat
Hal ini sesuai dengan Firman Alloh dalam Al-Qur'an Surah Al-Mu'minun ayat 1 -11,

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
yaitu orang yang khusyu' dalam shalatnya,
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
dan orang yang menunaikan zakat,
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
kecuali terhdap istri-istri mereka atau budak yang mereka meiliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela,
dan barang siapa yan mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas,
dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,
dan orang-orang yang memelihara shalatnya,
Mereka itulah orang-orang yang akan meewarisi,
yaitu yang akan mewarisi syurga firdaus, mereka kekal di dalamnya"

II. Ciri-ciri orang bertaqwa
  1. Menafkahkan hartanya ( membayar infaq, shadaqoh, zakat), dalam keadaan berpunya atau tidak berpunya
  2. Menahan amarah
  3. Memaafkan kesalahan orang lain
  4. Selalu berbuat kebajikan (amal sholeh)
  5. bila berbuat keji atau menganiyaya diri sendiri, segera ingat Alloh(berzikir) dan beristighfar (memohon ampun) serta tidak menglangi lagi perbuatan itu
Hal ini sesuai dengan Firman Alloh dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 133-136,

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baok dalam keadaan lapang atau sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,
dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiyaya diri sendiri, mereka ingat kepada Alloh, lalu mereka memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui,
Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Robb mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah sebaik-baiknya pahala orang-orang yang beramal"

Mudah-mudahan bermanfaat.

Sabtu, 10 Juli 2010

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ
( Sebuah sari tausiah Bp Ustadz Dr. Asep Zaenal Ausof)


Tadi pagi jam 09.00 wib, diselenggarakan tausiah dalam rangka memepringati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Al-Muhajirin Sadangsari di kampungku. Mubalighnya adalah Bp. Ustadz Dr. Asep Zaenal Ausof dosen ITB Bandung.

Tausiahnya sangat interaktif atraktif, mendidik, ilmiah, dan tepat sasaran sehingga dari tausiah dengan diselingi sentilan-sentilan lucu dan halusnya tentang prilaku kita sehari-hari ada dari jamaah yang menagis dan tentu saja tidak akan sempat mengantuk.

Sari Tausiah beliau berisi tentang:
  1. Pendiri Ka'bah dan Masjidil Haram adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi IsmailAS. Ka'bah dan Masjidil Haram adalah bangunan atau rumah ibadah tertua di dunia.
  2. Pendiri Masjidil Aqsha (baitul maqdis) adalah Nabi Sulaiman As. Dulu dinding Masjidil Aqsho adalah berlapis emas tetapi sekarang emas-emas itu sudah tidak ada lagi karena sudah habis dicopot oleh orang Israel. Bangsa Israel menganggap bahwa dulunya Masjidil Aqsho adalah Sinagog Sulaiman sehinggi di bagian barat dinding dipakai oleh orang Israel untuk beribadah. Tempat itu disebut didnding ratapan. Kemudian Bagian bawah dari MAsjidil Aqsha digali oleh Israel karena katanya mereka mencari peninggalan Sulaeman yang ada di bawahnya sehingga Masjid itu sudah kelihatan miring.
  3. Nabi Muhammad SAW diisra'kan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian di mi'rajkan dari MAsjidil Aqsha ke Arsy kemudian ke Sidratul Muntaha. Jarak kedua tempat itu pada jaman dulu harus ditempuh dalam waktu 1 bulan, jadi kalau pulang pergi membutuhkan waktu 2 bulan.
  4. Dalam perjalanan Mi'rajnya abi Muhammad melihat miniatur alam semesta bahwa bumi ini kalau dilihat dari langit hanyalah sebutir debu. Bintang-bintang yang ada di langit jumlahnya milyaran. Matahari hanyalah salah satu bintang yang paling dekat dengan Bumi yang besarnya 12o kali besar Bumi.
  5. Kumpulan Bintang-bintang yang jumlahnya milyaran itu disebut galaksi. Kumpulan dari milyaran galaksi disebut dengan cluster. Cluster itulah yang disebut dengan langit.
  6. Nabi Muhammad naik sampai langit ke-7, berarti beliau melewati 7 cluster.
  7. Di atas langit ke-7 ada yang namanya Arsy, di atas arsy terdapat sidratul muntaha dan di ujung arsy itu terdapat Syurga dan Neraka.
  8. Nabi Muhammad naik ke Arsy kemudian diperlihatkan Syurga dan neraka. Syurga itu luasnya seluas langit dan Bumi. Di syurga Nabi Muhammad melihat ada banyak sungai ada sungai susu, sungai arak, sungai madu dan lain-lain. Di neraka beliau melihat seorang perempuan yang dimasukkan rantai ke kemaluannya dan keluar di mulutnya kemudian diputar. Itulah hukumnya orang yang suka zina. Kemudian beliau melihat seseorang yang perutnya sangat besar sehingga tidak bisa bergerak kemana-mana. Itulah adalah orang yang suka korupsi. Jadi kalau kita tahu bahwa syurga itu luasnya seluas langit dan bumi maka buat apa mengejar dunia. Dunia ini hanyalah sebutir debu.
  9. Rosululloh menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu. Ketika turun bertemu dengan NAbi Isya dan ditanyakan berapa waktu perintah sholat yang diperintahkan oleh Alloh. Rosululloh menjawab 50 waktu. Nabi Musa menyuruh Rosululloh kembali agar dirkurangi waktunya karena orang Yahudi juga diperintahkan 50 waktu dan jangankan melakukan shalat 50 waktu untuk beribadah pada hari Sabtu saja mereka tidak mau. Dan kalau kita diwajibkan shalat 50 waktu berarti setiap setengah jam kita harus shalat sehingga sulit untuk melakukan kegiatan lain atau bekerja. Rosululloh naik lagi dan dikurangi 5 waktu-5 waktu sehingga setelah bolak balik shalat wajib hanya 5 waktu.
  10. Rosululloh mi'raj dengan kendaran yang namanya "buroq". Buroq dalam bahasa arab bartinya kilat. Artinya Rosululloh mik'raj menggunakan kendaraan yang memiliki kecepatan sama dengan kecepatan kilat atau sama dengan kecepatan cahaya.
  11. Bagi ummat Islam kendaraan untyuk mi'rajnya adalah shalat. Ashsholaatu mi'rajul mukminin, shalat adalah mi'rajnya orang-orang yang beriman. Jadi kalau kita mau berhubungan langsung dengan Alloh maka wajib menegakkan shalat.
  12. Kenapa orang malas melakukan shalat? karena pahalanya di hutang (dianjuk). Kenapa pahalanya di anjuk? Karena kalau pahalanya tidak di anjuk maka manusia tidak akan sanggup membawanya. Misalkan sekali shalat orang mendapat pahala 1 juta, maka sehari orang yang shalat 5 watu akan mendapat 5 juta, 1 bulan = 5 juta x 30 hari = 150 juta, 1 tahun = 12 x 150 juta = 1.800 juta atau 1,8 milyar. Andaikan kita shalat selama 60 tahun maka pahala shalat kita adalah 1,8 milyar x 60 = 108 milyar. Subhanalloh sungguh sangat besar pahalanya.
  13. Kenapa orang berani melakukan maksiat? Karena dosanya dianjuk. Coba kalau dosanya tidak dianjuk pasti orang tidak akan berani berbuat maksiat. Misalnya kalau setiap orang berciuman dengan bukan istri atau suaminya maka potong 2 giginya, maka tidak akan ada orang yang berani berciuman dengan orang yang bukan haknya.
  14. Orang yang suka shalat tidak akan sombong karena ketika shalat dimulai bacaan yang dibaca adalah Allohu akbar (Alloh maha besar) seraya mengangkat tangan ke atas sebagai tanda menyerahkan segalanya kepada Alloh. Mengangkap tangan ke atas adalah simbol penyerahan diri.
  15. Pada akhir shalat kita mengucapkan salam ke kanan dan kekiri, ini maknanya adalah kita mengucapkan selamat kepada semua orang yang shalat. Sehingga orang yang shalat tidak akan pernah dendam atau benci kepada saudaranya karena sudah mengucapkan selamat.
Demikianlah sari tausiah yang dapat saya tengkap. Masih banyak yang lainnya yang tidak sempat direkam di otak saya. Kesimpulannya adalah shalat yang diterima oleh Rosululloh pada waktu isra' dan mi'raj adalah kendaraan kita untuk mi'raj (naik) kepada Alloh. Sehingga kalau kita mau mi'raj maka lakukan shalat 5 waktu. Berarti pula sehari kita melakukan mi'raj selama 5 kali.

Minggu, 13 Juni 2010

BOSAN

Bosan adalah salat satu kata yang setiap hari kita dengar. Bosan menimpa manusia apabila dia sudah tidak lagi menyenangi sesuatu yang tadinya dia senangi atau sangat dia senangi.

Manusia mempunyai sifat yang penuh dengan kelemahan. Pada suatu ketika senang atau gandrung dengan sesuatu sehingga dia tekuni dan setiap saat dilakukan atau dilaksanakan.
Ketika seseorang menyenangi suatu lagu maka setiap hari lagu itu dia nayanyikan. Namun apabila dia sudah hapal betul dengan lagu itu maka dia mulai bosan dan melupakan lagu itu dan kemudian mencari lagu yang baru. Nah itulah salah satu sifat manusia.

Demikian pula apabila dia menemukan sesuatu yang baru yang baru dia bisa maka setiap saat dia akan melakoni sesuatu yang baru itu. Misalnya apabila seseorang baru belajar naik sepeda kemudian dia baru bisa, maka setiap hari dia akan bermain sepeda. Sampai pada akhirnya dia juga bosan dengan sepeda tersebut.

Begitupunbila kita baru bisa memainkan sesuatu game, maka kita akan memainkan game itu setiap hari. Tapi akhirnya tiba pada suatu saat kita akan bosan dengan game itu dan kita melupakannya.

Ada satu hal yang pasti tiak membuat kita bosan. Coba kita menghapal ayat-ayat Al-Qur'an, makin hafal kita, makin lancar kita , makin tau arti ayat-ayat yang kita baca, maka makin senang kita membacanya. Bea dengan lagu yang tadi saya ceritakan.

Saya sebagai manusia biasa juga demikian. Memiliki sufat bosan. Mungkin karena kesibukan, atau karena jenuh akhirnya lama tidak menulis diblog ini.
Namun akhirnya saya berfikir sebenarnya untuk menulis tidaklah sulit. Karena setiap hari setiap saat kita memiliki pengalaman baru yang bisa kita tuangkan dalam beentk tulisan.
Tidak membutuhkan waktu lama. Cukup 10 atau 15 menit kita sudah bisa mebuangkan pangalaman kita dalam bentuk tulisan.

Menulis membuat daya kreatifitas kita berkembang, menulis pengalaman membuat kita tidak lupa akan pengalaman itu. Menulis harus diimbangi juga dengan membaca ayat qouliyah (Qur'an) dan membaca ayat-ayat kauniyah (alam semeta) atau membaca tulisan orang lain.

"Bacalah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-Alaq : 1-5)


Jumat, 18 September 2009

ZAKAT SEBAGAI MANIFESTASI KEIHKLASAN BERIBADAH

Manusia diciptakan oleh Alloh dengan banyak sifat tercela. Sifat-sifat tercela itu hanya bisa dikendalikan atau dihapus dengan menjalankan ibadah shaum.

Keadaan manusia bisa mendekati bahkan melebihi sifat syetan, juga bisa mendekati, menyamai atau melebihi sifat-sifat malaikat. Bila manusia banyak berbuat dosa atau maksiat maka sifatnya bisa sama atau lebih buruk dari syetan, tapi bila manusia banyak beribadah dan berbuat baik sifatnya bisa menyamai atau melebihi sifat-sifat malaikat, karena malaikat keimanannya tidak bertambah tidak berkurang.

Sifat-sifat tercela manusia yang harus di kendalikan itu antara lain adalah :

1. Zalim dan mengingkari ni’mat.

“Sungguh manusia itu sangat zalim dan mengingkari nikmat” (QS. Ibrahim : 34)

2. Putus asa

“Dan jika kami rasakan kepada manisia suatu nikmat dari kami, kemudian nimat itu kami cabut darinya pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih’ (QS. Hud : 9)

3. Keluh kesah

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Abila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Apabila dia mendapat kebaikan dia sangat kikir.” (QS. Al-Ma’arij : 19-21)

4. Susah payah

“Sesungguhnya kami telah menciptakn manusia dalam keadaan susah payah”( QS. Al-Balad : 4)

5. Kikir (bakhil).

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan sendiri keingkarannya. Sesungguhnya dia sangat kikir(bakhil) karena cinta kepada hartanya” (QS. Al-Adiyat : 6-8)

Dalam situasi dan kondisi ekonomi yang serba sulit seperti sat ini shaum adalah solusi terbaik dalam rang meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Alloh SWT disamping juga untk meningkatkan kepedulian kita kepada sesama terutama kaum fakir miskin dan du’fa’.

Dengan shaum kita dilatih sabar. Dengan sabar sifat-sifat zalim, putus asa, keluh kesah, susah payah, kikir dan sifat-sifat buruk manusia lainnya akan terkikis habis berubah menjadi sifat kasih sayang, suka bersyukur , berbahagia, dermawan dan berbagai sifat-sifat baik manusia lainnya.

Shaum juga mendidik kita agar peduli terhadap sesama. Merasakan bagaimana rasanya lapar dan dahaga, yang bagi kaum fakir miskin adalah hal biasa dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Dengan shaum dapat menmperkokoh ukhuwah islamiyah disamping memperkokoh kesatuan dan kesatuan ummat Islam.

“Berpeganglah kamu pada tali Alloh dan janganlah kamu berpecah belah…” (QS.Ali Imran :103)

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat : 10)

4. Z a k a t

Zakat di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

Penduduk Indonesia diperkirakan 200 juta orang. Muslimnya 80% yaitu sekitar 160 juta orang. Mutahiq anggap 25% yaitu 40 Juta, Muzaki 120 juta orang. Anggap sepertiga muzaki orang kaya menyimpan deposito rata-rata 10 juta, maka zakat yang dihasilkan akan mencapai kira-kira 10 triliun rupiah pertahun, ditambah dengan zakat fitrah 120 juta x 15.000 = 1,8 triliun. Anggap zakat perusahaan juga 10 triliun.Total zakat pertahun kira-kira 21,8 triliun rupiah bila dibagikan kepada mustahik yang 40 juta orang akan menperoleh pembagian 545.000 rupiah perorang.. Sehingga di Indonesia tidak akan ada orang yang miskin.

Tapi sayang orang-orang kaya atau pengusaha muslim di Inonesia hanya sebagiam kecil yang membayar zakat yang kadarnya hanya 2,5 persen dari keuntungan . Mereka terkendala pajak yang harus di bayar yang besarnya 10 persen sampai 12,5 persen dari keuntungan. Padahal sebelum membayar ambil dulu 2,5 peren untuk zakat.

Apa yang dimaksudkan dengan zakat?

Zakat adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang mewajibkan kepada kita untuk membayarkan zakat, antara lain :

1. “Dirikanlah sholat dan bayarlah zakat…” (Qs.An Nisa : 77)

2. “Ambillah dari harta mereka sodaqoh (zakat) untuk membersihkan dan menghapus kesalahan mereka.” (Qs. At Taubah : 103)

Disamping itu banyak pula hadist-hadist nabi yang memerintahkan kita untuk membayar zakat, antara lain :

“Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan zakat atas mereka dari harta-hartanya, diambil dari orang-orang kaya dan diserahkan kepada orang yang fakir.” (HR. Bukhari)

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah sedekah harta yang dikeluarkan pada akhir ramadhan dan diberikan kepada yang membutuhkannya (fakir miskin) berguna untuk :

1. mensucikan dirinya

2. menambal kekurangan yang mungkin terjadi pada waktu melaksanakan shaum

3. sebagai menifestasi bagi kesempurnaan shaum

4. sebagai kasih sayang kepada fakir miskin.

“Rasullullah mewajibkan zakat fitrah selaku pembersih puasa dari perkataan sia-sia dan kotor, dan sebagai makanan buat fakir miskin. Barang siapa yang membayarnya sebelum I’d maka itulah zakat yang diterima. Barang siapa yang membeyarnya sesudah I’d, maka itu adalah sedekah dari sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

Ancaman bagi orang yang tidak mau mengeluarkan zakat

Begitu besarnya urgensi zakat bagi kemanusiaan, sehingga Allah swt mengancam orang-orang yang enggan membayarnya dengan siksaan yang amat keras.

1.

“Sekali-sekali janganlah orang-orang yang kikir dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kekikiran itu menguntungkan mereka. Harta yang mereka kikirkan (tidak dikeluarkan zakatnya) itu akan dikalungkan kelak di leher mereka pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah segala warisan yang ada di langit dan bumi. Dan Allah mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Ali Imran : 180)

2.

“Yaitu hari dipanaskan emas dan perak di dalam neraka jahannam. Lalu dibakar dengan itu dahi mereka, lambung dan punggung mereka. Inilah harta yang kamu simpan untuk dirimu saja. Rasakanlah sekarang akibat dari harta yang kamu simpan tersebut.” (Qs. At Taubah : 35)

VI. K e s i m p u l a n

Dari uraian di atas dapatlah kita mengambil kesimpulan beberapa menfaat zakat bagi kemanusiaan.

1. Menolong orang yang fakir dan miskin agar mereka tidak kufur , karena:

“Kefakiran itu hamper-hampir mendekati kekufuran” (Al Hadist)

2. Membersihkan diri dari sifat kikir dan bakhil serta mendidik kita bersifat pemurah dan berakhlakul karimah

3. Sebagai alat silaturahmi antara yang kaya dan miskin sehingga orang kaya akan terhindar dari kejahatan yang mungkin ditimbulkan oleh orang miskin

4. Sebagai tanda syukur atas nikmat harta yang diberikan Allah kepada kita.

5. Sebagai manifestasi keikhlasan beribadah kepada Allah setelah menunaikan ibadah shaum.

Minggu, 23 Agustus 2009

MAKNA SHAUM ROMADHON

Oleh : Ismadi Zainal



Bulan Ramadhon sudah tiba. Semua orang yang beriman menyambutnya dengan suka cita tamu yang diagung-agungkan itu yang datangnya hanya satu bulan dalam satu tahun. Bulan ramadhon sangat istimewa karena bulan itu adalah bulan suci dan penuh barokah yang bertujuan mendidik orang-orang mukmin agar menjadi orang yang bertaqwa:


Firman Alloh:


Yaa ayyuhal ladziina aamanuu kutiba alaikum ushshiayaamu kama kutiba ‘alalladziina min qoblikum la’allakum tattaquun.

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu shaum sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa” (QS. Al- Baqoroh: 183)

Alloh mewajibkan shaumkepada umat mukmin dengan alasan seperti kisah di bawah ini:


“Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata:

'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa a.s. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah S.A.W bersabda, 'Silakan kamu bertanya”

(Setelah bertanya tentang shalat dan manfatanya dan dijawab oleh Rosululloh dan dibenarkan oleh orang yahudi), orang yahudi bertanya:

“Katakan kepada kami semua, kenapakah Allah SWT mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu ?

Sabda Rasullullah S.A.W , 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah SWT mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah SWT kepada makhluk-Nya.'

Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'

Sabda Rasullullah S.A.W , 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah SWT, dia akan diberikan oleh Allah SWT 7 perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).

2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.

3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.

4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.

5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).

6. Diberikan cahaya oleh Allah SWT pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.

7. Allah SWT akan memberinya tempat di syurga.'



Bulan Romadhon dapat diibaratkan sebagai stasiun BBM yang di dalamnya terdapat PREMIUM, SOLAR, MINYAK TANAH, PERTAMAX, dan disana dijual juga PULSA SIMPATI dan GAS


1. BBM = Bulan penuh Barokah dan Maghfiroh artinya bulan ramadhon penuh dengan barokah (kebaikan) dan bonus amal yang tiada ternilai pahalanya :


Saba Rodululloh:


“Sesungguhnhya Tuhanmu berfirman: Setiap kebaikan akan dilipatgandakan 10 sampai 700 kali lipat, dan shaum itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai api neraka dan bau mulut orang yang shaum lebih harum disisi Alloh dari bau kesturi. Dan apabila ada orang yang mengajakmu berkelahi atau bertengkar maka katakanlah : aku sedang shaum. Dan untuk orang yang shaum ada dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika berbuka shaum dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya” (HR. At-Tirmizi)


Dan barang siapa yang shaum ramadhon dengan penuh keimanan dan dan karena mengharap ridho Alloh pasti akan diampuni dosanya.

Rosululloh bersabda:

Man shooma romadhoona iimaanan wahtisaaban ghufrirolahu ma taqoddama m in zanbihi wamaa taakhkhor

“Barang siapa yang shaum ramadhon dengan penuh keimanan dan mengharap ridho Alloh(wahtisaaban) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” HR. Ahmad.

Dalam hadist lain rosululloh bersabda:

…wa huwa syahrun awaluhu rohmatun wa au sathuhu maghfirotun wa aakhiruhu itqun minannari….

“..dan bulan Ramadhan itu permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah pengampunan dosa (mahgfiroh), dan akhirnya pembebasan dari neraka (itqun minannaar)..” (HR. Said bin Al-Musayyab dari Salman )



2. PREMIUM = Pre Makan dan minum, artinya selama romadhon kita harus menahan diri tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Barangsiapa yang sehari tidak shaum ramadhon tanpa uzur maka tidak dapat dibayar dengan shaum sepanjang masa.


Rosululloh bersabda:

Man afthoro yauman min romadhoona min ghoiri rukhshotin rokhkhoshalloohu lahu wa laa marodhin lam yaqdhihi shoumddahri kullihi wa in shoomahu.

“Barangsiapa yang tidak shaum satu hari saja di dalam bulan Romadhon tanpa uzur yang diizinkan Alloh atau sakit maka tidak dapat dibayar dengan shaum sepanjang masa, meskipun dilaksanakannya” (HR. Abu Dawud, An-nasa’a, Al-Baihaqi, dll)

Dalam hadist lain Rosululloh bersabda:

“Pada suatu ketika akau sedang tidur, tiba-tiba datang dua orang laki-laki yang langsung memegang lenganku lalu menunjukkan kepadaku sebuah gunung besar. Kedua oaring itu memrinatahkan kepadaku untuk naik ke gunung itu , tapi aku tidak mampu mendakinya.” Kami akan memberikan kemudahan kepadamu”. Kemudian akupun naik hingga sampai kepuncak gunung dan tiba-tiba terdengar suara yang amat keras. Kamudian aku bertanya suara apakah itu? Mereka menjawab ini suara jeritan penghuni neraka. Lalu aku berjalan lagi tiba-tiba aku bertemu dengan sekelompok orang yang diikat lehernya sehingga darah mengalir deras. Akupun bertanya sipakah mereka? Jawabnya: Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunu berbuka” (HR. Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban)



3. SOLAR = sholat lail dengan rajin. Kalau pada bulan selain ramadhan kita malas shalat lail maka selama romadhon kita dilatih shalat lail yaitu shalat tarawih setelah shalat Isya’ dengan harapan setelah raqmadhon kita rajin melakukan shalat lail.


Rasululloh bersabda:

Syahru romadhoona syahrun kataballohu ‘alaikum shiyaamahu wa sanantu lakum qiyaamahu faman shoomahu wa qoomahu iimaanan wah tisaaban khoroja min dzunuubihi ka yaumin waladathu ummuhu.

“Bulan ramadhon adalah bulan yang telah diwajibkan oleh Alloh shaum dan aku mencontohkan kepadamu sholat lail, maka barang siapa shaum siang hari dan shalat lail pada malam harinya, benar-benar karena iman dan mengharap ridho Alloh akan keluar dosa-dosanya bagaikan keadaan ketika dilahirkan dari perut ibunya” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)



4. MINYAK TANAH = meningkatkan iman dengan banyak tadarus dan sedekah. Artinya ramadhon bertujuan meningkatkan keimanan sehingga menjadi orang yang bertaqwa dengan cara memperbanyak tadarus Al-Quran dan bersedekah.


Rasululloh bersabda:


‘’Ashshiyaamu junnatun wash-shodaqotu tuthfiul khotii ata kamaa yutfi-ul maa-unnaaro’

“ Shaum adalah penangkal neraka, sedangkan sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat mematikan api” ( HR. At-Tirmidzi)



5. PERTAMAX = Perbanyak dan tingkatkan amal sholeh dengan maksimal

Artinya selama ramadhon kita lakukan berbagai amal sholeh seperti shalat sunat, sedekah, tadarus, i’tikaf, malam lailatul qadr, zikir dan lain-lain secara maksimal karena nilai pahalanya sangat besar.


Rasululloh bersabda:


“Hai manusia, telah tiba padamu bulan yang barokah, di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Alloh mewajibkan shaum didalamnya dan bangun malamnya hanya sunat, maka barang siapa yang mendekat kepada Alloh dengan beramal sholeh maka bagaikan orang yang mengerjakan fardhu di bulan lain, dan siapa yang melakukan yang fardhu, maka sama dengan 70 fardhu di bulan lain, dan ia bulan kesabaran, dan sbar itu pahalanya surga, dan bulan bantuan petolongan, dan bulan bertambahnya rizki, dan barangsiapa yang memeberi makan kepada orang yang berbuka shaum, maka akan mendapat pengampunan dosanya,dan melepas dirinya dari api neraka, dan dia mendapat pahala seperti orang buka itu, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.”




6. PULSA = puasa pelatihan kesabaran. Sabar ada beberapa macam diantaranya adalah sabar dalam menerima musibah dan sabar dalam menjalankah ibadah atau menjalankan perintah Alloh. Dalam menjalankan shaum banyak sekali ujiannya. Oleh sebab itu shaum adalah latihan bagi kita untuk sabar.


Rasululloh bersabda:

Likulli syai-in zakaatun wa zakaatul jasadish shoumu wash-shiyamu nishfush sobri

“Setiap sesuatu itu ada zakatnya . sedangkan zakat jasad (badan) adalah shaum. Dan shaum adalah separo dari sabar” (HR. Ibnu Majah)


Dalam hadist lain Rosululloh bersabda:

Wa huwa syahrush shobri wash shobru tswaabuhul jannata

“…dan ia bulan kesabaran , dan sabar itu pahalanya sorga…”(HR. Said bin Al-Musayyab dari Salman )



7. SIMPATI = selalu ingin memberi perhatian kepada orang miskin, artinya puasa itu latihan bagi ita untuk bersimpati kepada orang-orang miskin. Kalau kita shaum merasakan laparnya mungkin hanya siang hari bulan romadhon tapi bagi fakir miskin mereka merasakannya sepanjang hari sepanjang tahun.

Alloh berfirman:


Aro-aita lladzii yukadzdzibu biddin. Fadzaalika lladzii yadu’ulyatiim. Walaa yahudhu ‘ala tho’aami miskiini

“Tahukah kamu orang yang mendustkan agama?Yaitu orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan kepada orang miskin” (QS. Al-Maa’uun : 1-3)


8. GAS = Surga Alloh Sebagai balasan, artinya kalau semua yang telah diuraikan diatas dilakukan dengan ikhlas dan mencari ridho Alloh semata kita dharamkan oleh Alloh masuk ke dalam neraka dan kita akan dijamin oleh Alloh masuk syurga melalui pintu khusus yang disebut pintu “royyan”

Sabda Rosululloh:


Fil jannati tsmaaniatu abwaabin minhaa baabun yusammar royyana laa yadkhuluhu illaa shooimuun

“Di syurga terdapat delapan pintu, Diantaranya ada pintu yang bernama royyan.Tidak diperkenan memasukinya kecuali orang-orang yang melakukan ibadah shaum” (HR. Bukhori)





Barokalloh.