Pages

Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

WARUNG SATE TERTIPU WANITA DENGAN 3 ANAK .......

       Tadi malam sekitar jam 21.00 ketika saya dan istri saya pulang dari  Soreang Kabupaten Bandung, karena belum makan malam dan sudah lapar kami berhenti di Warung Sate dan Gule di Jalan Leuwi Panjang. Kami masuk dan saya langsung memesan sate kambing kegemaran dan istri memesan gule kambing.
Setelah sate masak kami makan.
Sambil makan secara tidak sengaja kami mendengar Ibu yang punya Warung marah-marah dalam bahasa Sunda, yang artinya:
"Kesal sekali saya. Mau saya tampar wajahnya kalau tidak malu karena lagi banyak konsumen dan ada tiga anaknya. Gayanya saja seperti orang kaya. Pesen sate 10. Anaknya ngambil teh botol,  kerupuk, dan emping. Kursi plastik dijungkir balikkan. Eh setelah selesai makan ibunya bilang, "Maaf Bu saya tidak punya uang jadi ga bisa bayar. Saya minta saja"
Ibu itu melanjutkan:" Kalau dari awal minta pasti saya beri. Yang namanya memberi tidak bisa pesen seenaknya. Bagaimana yang memberinya saja. Hati-hati kalau ada perempuan dengan 3 anak berbelanja jangan dilayani!"
Ternyata ibu itu sedang berbicara melalui telepon kepada anaknya yang juga punya warung.
Mendengar itu intri saya nyeletuk:"Ibu telah ditipu ya!". "iya! jawab si Ibu.
      Demikianlah berbagai cara orang menipu. Berbagai cara dan modus dilakukan untuk menipu. Seperti penipuan lewat sms untuk mendapatkan hadiah atau minta ditransfer uang ke rekening pada Bank tertentu dan atas nama orang tertentu. Saya sudah puluhan kali menerima sms seperti itu. Salah satunya yang baru saya terima tadi pagi yang bunyinya:

+6282191645290
Disini saja
Uangnya Di
TRANSFER  Ke
BANK BRI
1122.0100.3406.
501. A/N.
UDIN SAHID
sms saja  Di
nomor baru aku
kalau sudah di
kirim uangnya
085299350312
Tmksh

Secara kebetulan pula ketika saya membuka twitter saya membaca berita di koran PR Online tentang Maraknya penipuan Tansfer via sms yang benyinya,

Kini Marak Penipuan Transfer Rekening Via SMS

JAKARTA, (PRLM).- Penipuan transfer rekening melalui pesan singkat semakin marak. Selama periode 2011 Bank Indonesia (BI) menerima 1.084 laporan penipuan transfer rekening via SMS. Sebagai tindak lanjutnya, 1.075 rekening yang terbukti digunakan untuk penipuan telah dibekukan.
Demikian diungkapkan Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (6/1). “Dana nasabah yang bisa diselamatkan mencapai Rp 3,146 miliar,” katanya.
Desember lalu, dari 12 bank terdapat 507 laporan tentang penipuan via SMS. Ke-12 bank tersebut memblokir 333 rekening yang diduga mencuri dana. Dana yang diblokir mencapai Rp 888 juta.
Pada November, 12 bank menerima 406 laporan dan menutup 344 rekening. Dana yang ada di 344 rekening tersebut mencapai Rp 749 juta. Sedangkan pada Oktober, ada 506 laporan di 12 bank, sehingga bank harus menutup 407 rekening dengan total dana mencapai Rp 1,5 miliar. (A-150/A-88)***

Yang saya aneh kok polisi belum bisa menangkap pelakunya. Padahal sudah jelas nama orangnya dan nomor rekeningnya. Yang namanya orang membuka rekening baru pasti data-datanya lengkap termasuk alamat rumah dan nomor teleponnya bahkan foto copy KTPnya. Tinggal minta datanya ke Bank yang digunakn penipu untuk menyimpan uangnya. Tapi mungkin karena alasan kerahasian konsumen dijamin oleh Bank, sehingga dijadikan oleh para penipu untuk menipu

Hidup di kota besar memang sudah tidak lagi nyaman. Kita tidak bisa lagi percaya dengan sembarang orang, apalagi orang yang tidak dikenal atau baru kenal. Wanita yang kelihatannya cantik dengan pakaian bagus ternyata penipu. Demikian pula laki-laki dengan penampian parlente dengan dasi dan jas yang necis ternyata juga penipu. Akhirnya kita harus selalu mencurigai setiap orang yang kita temui atau setiap orang tidak dikenal datang ke rumah kita.

Hati-hatilah!

Selasa, 15 Juni 2010

PENIPUAN DAN BERBAGAI TRIKNYA

Ketika saya sedang istirahat membaca koran di kamar sore ini tiba-tiba terdengar suara telpon rumah berdering. Telpon diangkat oleh anak saya dan setelah terdengar perbincangan dengan si penelpon, anak saya memanggil saya bahwa aa telapon buat saya.

Saya bangun dari tempat tidur dan menerima telpon tersebut. Ternyata telpon tersebut adalah dari pengurus Masjid (kebetulan saya ketua DKM) yang memberitahukan bahwa ada seorang laki-laki yang mengaku musyafir dari Subang yang mau ke rumah saudaranya di Caringin kehabisan ongkos dan mau izin menginap di Masjid.
Lalu saya katakan tanyakan orang tersebut punya KTP tidak. Petugas Masjid mengatakan tidak. Kalau tidak jangan diizinkan tidur di Masjid karena kemungkinan orang tersebut hanya pura-pura dan ingin menipu saja. Petugas Masjid mengatakan lagi bahwa orang tersebut sudah diberi makan. Kemudian saya katakan kalau dia ngotot antar saja ke kantor Koramil. Kemudian setelah mengucapkan salam telponpun di tutup.
Ketika azan magrib berkumanang saya berangkat ke Masjid dan setelah sampai di Masjid saya menanyakan orang tersebut. Dan saya katakan lagi tidak boleh tidur di Masjid. Suruh saja tidur di Gedung serbaguna RW.
Kisah di atas adalah salah satu kisah yang patut dicurigai sebagai trik untuk melakukan penipuan. Berbagai trik penipuan sudah saya alami antara lain:
  1. Suatu hari sehabis magrib datang ke rumah saya seorang ibu-ibu sambil menangis yang memohon bantuan kekurangan biaya untuk menebus obat anaknya yang lagi sakit di apotek. Ternyata perempuan itu aalah penipu karena katanya sudah beberapa orang yang tertipu dengan ciri dan modus yang sama.
  2. Suatu sore di bulan Ramadhon ketika saya sedang nonton TV terdengar ada orang yang mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka, maka orang tersebut saya persilahkan masuk. Ketika tamu telah duduk saya tanyakan maksud kedatangannya. Dia mengaku seorang muallaf dengan menunjukkan fotocopy surat muallafnya memohon bantuan biaya hidup. Karena kasihan akhirnya saya beri bantuan dan pada waktu pembagian zakat fitrah saya berikan juga. Ternyata orang terebut juga penipu dan suka datang ke mana-mana terutama ketua DKM. Sudah banyak yang tertipu.
  3. Modus berikutnya adalah pura-pura kekurangan ongkos pulang ke Jawa. Suatu malam datanglah serombongan keluarga dengan dua anak yang masih bayi. Orang terebut bercerita bahwa dia sekelurga ketika mau pulang ke Jawa dari Jakarta istrinya melahirkan di Sumedang. Setelah anaknya besar mau pulang ke Jawa tapi tidak punya ongkos maka memohon bantuan kepada ketua DKM karena katanya Masjid pasti banyak uangnya. Karena sudah curiga tidak saya kasih apa-apa kecuali makan.
  4. Modus lain adalah untuk membayar tunggakan uang sekolah anak. Habis magrib hujan cukup lebat. Karena lebatnya hujan maka saya tidak sholat magrib di Masjid. Ketika saya sedang membaca Qur'an tiba-tiba terengar pintu di ketuk. Setelah dibuka ternyata seorang bapak-bapak memakai batik. Saya tanyakan maksud kedatangannya, katanya memohon bantuan untuk membayar tunggakan biaya sekolah anaknya. Karena mengaku tetangga beda RW dengan fotocopy kartu keluarganya akhirnya saya kasih bantuan. Ter nyata juga penipu.
  5. Suatu sore ada ibu-ibu dengan 3 anaknya menggedor-gedor pintu gerbang ke halaman. Kebetulan saya ada di rumah sore itu maka saya buka gerbangnya. Ternyata ibu-ibu itu dengan 3 anaknya meminta bantuan karena suaminya mau dioperasi katarak tapi tidak ada biaya. Saya katakan kalau mau operasi katarak tidak usah bayar karena gratis terutama bagi orang yang tidak mampu. Kalau perlu saya antarkan ke ketua RT saya. Karena ketua Rt saya bagian operasi katarak di Cicendo. Ibu-ibu itu tetap ngotot. Tapi tidak saya beri karena saya sudah tahu pasti orang itu mau menipu.
Demikianlah berbagai trik penipuan yang pernah saya alami. Hati-hati kalau ada orang yang meminta sumbangan atau bantuan dengan modus di atas.


Rabu, 11 Maret 2009

YANG TERSISA DARI CL ( Kecepatan mengambil keputusan )


Ada pengalaman menarik pada waktu kita berada di Dufan.

Sehabis makan dan shalat ( lebih baik makan mikir shalat daripada shalat mikir makan, maksudnya biar shalatnya khusyu.') , kita duduk duduk di kursi teater terbuka Dufan sambil menunggu teman teman lain untuk foto bersama. Cuaca sudah mulai mendung.

Selesai di foto kita guru laki laki buru buru menuju wahana perang bintang.
Tiba disana hujan mulai gerimis dan saya lihat antrian cukup panjang.
Sebagai orang eksak otak saya mulai bekerja meneliti kemungkinan kemungkinan yang terjadi. Saya amati di jalan antrian ternyata tidak ada atap, dan antrian orang sangat panjang.

Saya berfikir tidak mungkin saya sampai ke pintu masuk dalam waktu singkat.
Lalu saya amati Pa Toni, Pa Dedi, Pa Agus dan terakhir Pa Dede berlari masuk pagar antrian, kecuali Pa Boy.

Otak saya bekerja cepat untuk mengambil keputusan.
Saya bìlang sama Pa Boy :'Ga usah masuk Pa Boy kita ga akan mungkin sampai ke pintu masuk pasti kehujanan' kata saya. 'Hayo Pa Dede kita cari tempat berteduh' sambil saya berlari ke pintu keluar Wahana perang bintang diikuti Pa Dede.

Tepat tiba di pintu keluar hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang.

Kami lihat Pa Toni, Pa Agus dan Pa Dedi berlari keluar antrian mencari tempat berteduh.
Saya lihat mereka ke hujanan dan berteduh diemperan warung.

Sambil berteduh saya bilang pada Pa Boy dan Pa Dede: 'Keputusan saya tepat, dan kali ini mereka salah mengambil keputusan'

Makanya ini pengalaman yang paling baik dalam mengambìl keputusan.
Dalam keadaan darurat otak kita harus cepat dan tepat mengambil keputusan sehingga diperoleh hasil optimal....