Pages

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Maret 2010


SERTIFIKASI

Setelah menunggu sekian lama sehingga masa kerja telah mencapai 23 tahun 10 bulan akhirnya saya dipanggil juga untuk mengikuti sertifikasi. Sementara dari sekolah SMK ada yang masa kerjanya baru 14 tahun sudah ikut sertifikasi. Alasannya klise karena guru SMK lebih sedikit dari Guru SMA. Itulah salah satu wujud ketidak adilan dunia pendidikan. Seharusnya kalau adil tidak melihata TK, SD, SMP, SMA atau SMK dilihat saja masa kerjanya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Karena masa kerja mencerminkan pengalaman mengajar seseorang. Artinya yang masa kerjanya lebih lama pastilah kemampuan mengajarnya lebih baik daripada yang massa kerjanya belum lama walaupun tidak semuanya begitu.

Saya berangkat untuk mengikuti pengarahan sertifikasi ini dengan langkah dingin. Tidak terlalu berharap karena daripengalaman angkatan sebelumnya dari 16 orang yang yang ikut sertifikasi yang lulus hanya 4 orang dan yang lainnya pelatihan bahkan ada dua orang yang pelatihanpun tidak lulus.

Namun demikian usaha harus dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil maksimal pula. Kalau kita sudah berusaha dengan optimal hasilnya serahkan saja kepada Alloh SWT, tidak ada yang sulit bagi Alloh untuk menjadikan sesuatu, cukup dengan mengatakan 'kun', maka jadilah sesutu yang diinginkanNya itu.

Kalau dilihat dari masa kerja mungkin untuk saya sudah cukup memadai. Tapi bukan hanya dari itu saja. Masih banyak komponen-komponen lainnya yang harus dipenuhi. Karena saya lama mengajar di swasta, maka banyak sekali komponen-komponen itu tidak terpenuhi.

Bersama 11 orang teman saya dari satu sekolah yang hadir untuk mengikuti sertifikasi, kami hanya berharap ada keajaiban dan tentu saja nasib. Namun mudah-mudahan kalau kita berusaha dan sabar dan shalat insyaalloh segala sesuatu akan menjadi mudah.

Ya Alloh kalau sertifikasi ini baik bagiku maka mudahkanlah kepadaku untuk mengikutinya dan menyusun fortofolionya. Lancarkanlah ya Alloh, jauhkanlah dari kesulitan.

Ya Allah, tidak ada yang mudah, kecuali sesuatu yang Engkau jadikan mudah, Engkaulah yang menjadikan yang susah itu menjadi mudah. Maka mudahkanlah segala urusanku Ya Alloh...Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, beriman bertemu dengan-Mu, ridha terhadap segala ketentuan-Mu dan menerima sepenuhnya pemberian-Mu. Amin

Bismillaahirrohmanirrohim, lahaula wala quwata illa billah.

Kamis, 29 Oktober 2009

JAMAN MODERN ATAU JAMAN JAHILIYAH?


Suatu hari saya menulis di status facebook saya yang bunyinya:
Saya bingung...apa sih yang dicari oleh manusia sebenarnya...siang bekerja...malampun harus bekerja menyelesaikan tugas yang tidak terselesaikan di kantor...kapan ibadahnya?

Saya menulis status ini sebenarnya adalah mengungkapkan tentang keadaan diri sendiri yang tidak aa habis-habisnya yang mungkin juga dialami oleh orang lain seperti saya. Guru kelihatannya pekerjaannya santai dan sedikit. Padahal seorang guru memilki pekerjaan yang sangat banyak mulai dari membuat administrasi pembelajaran, mempersiapkan materi yang akan diajarkan, mempersiapkan alat peraga, mempersiapkan bahan ajar, menayajikan materi pelajaran, menilai sikap anak terhadap mata pelajaran, membuat soal evaluasi, memeriksa hasil evaluasi, memberikan remedial teaching, memberikan remedial test, memberikan pengayaan kepaa yang sudah tuntas, an lain-lainnya. Akibatnya tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan di sekolah tapi di rumah dan bahkan sampai larut malam.

Memang...kalau kita lihat status diatas ada pertanyaan...kapan ibadahnya? Ibadah ada dua yaitu yang pertama ibadah mahdhoh yaitu ibadah yang sudah ada ketentuan dan aturannya dari Alloh SWT seperti shalat, shaum, zakat, ibdah haji, dan lain-lain. Kita tidak boleh membuat ibadah mahdhoh sendiri selain yang telah ditentukan oleh Alloh SWT. Kalau kita membuat ibadah diluar ketentuan Alloh berarti kita meklakukan bid'ah. Dan Setiap bid'ah di dalam ibadah adalah ditolak dan setiap yang ditolak tempatnya di dalam neraka,"kulli bid'atin dholaalatin...wakullu dholaalatin finnar".

Yang kedua adalah ibadah ghoru mahdhoh yaitu ibadah yang tidak ada syarat dan rukunnya dari Alloh. Ibadah jenis kedua ini lebih cenderung kepada hablumminannas artinya hubungan dengan sesama manusia. Semua amal baik kita yang dilakukan karena menghadap ridho Alloh SWT dikategorikan ibadah ghiru mahdhoh. Misalnya seorang istri mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak di rumah, menyediakan minum buat suami dan lain-lain termasuk ibaah ghiru mahdhoh. Seorang suami yang bekerja dari pagi pulang petang untuk menafkahi keluarganya juga ibaah ghoiru mahdhoh.
Sama halnya seorang pelajar bernagkat dengan niat mencari ilmu di sekolah juga termasuk ibadah ghoiru mahdhoh. Dan masih banyak lagi.

Berkenaan dengan status saya diatas ada seorang yang memberi komentar yang bunyinya:

Sandi Taufik SandiPanda
Mau Berpendapat Ah Pak...Yah, Kalo Mau Ibadah TIngkat Rasul Dan Sahabat, Era Manusia Saat Ini Mungkin Sedikit, Tidak Sangat Sulit, Tanya Deh Pak, Adakah Istilah Sekolah Zaman Rasul SAW? Adakah Istilah Bimbel Zaman Rasul SAW? Adakah Istilah Kuliah Zaman Rasul? Adakah Istilah Lembur Zaman Rasul?Zaman Rasul SAW Adalah Masa Transisi Dari Jahiliyyah ... Read MoreMenuju Era Mengenal Tauhid Yang Lebih Mendalam Dan Spesifik, Makanya, Ibadah Dan Rasa Yakin Kepada Allah Harus Benar2 Dikejar Itu Menurut Saya...

Ilmu Pengetahuan Dan Peradaban Berkembang, Saya Dan Bapak Mengalaminya. Jika Bapak Nanya Kapan Ibadahnya? Ya...Saat Kita Bekerja Itulah Kita Beribadah, Mendapat Ilmu Hanya Ibadah Dalam Artian Yang Sangaaaaaaat KECIL. Yang Besar dan Luasnya, Aplikasi Ilmu Dan Pengabdian Kita Untuk Memajukan Manusia Lainnyalah Yang Dinilai. Lagipula, Islam 20% Hablum Minallah, Dan 80% Hablum Minannas...Memang 20% Kecil, Tapi Sangaaaaat Menunjang Terhadap Yang 80%nya, Dan 80% Memang Besar, Tapi Bukan Apa2 Dibanding Yang 20%... Saya Berani Ngomong Cuma 20% Karena Memang Era Ini, Kita Wajbnya Cuma 5 Waktu, Sedangkan Yang 80%? Misalnya Saya, Ketemu Teman, Dosen, Karyawan, Komen Di Fesbuk, Ada Berapa Waktu Coba?Hehehe...

Punteun Ah Pak, Semangat Kerja Terus Yah Pak!

Setelah saya membaca comment itu saya menjawab:

Ismadi ZainalIsmadi ZainalNuhun Sandi pendapatnya..betul pisan...jaman Rosul belum ada sekolah...belum ada bimbel, belum ada rumah sakit, belum ada mobil, apalagi pesawat, dll...yang kita lakukan sekarang semuanya bid'ah..dalam artian perbuatan yang tidak ada pada jaman rosul...kita sebenarnya terjebak dalam suatu sistem jahiliyah... kalau sekolah islami misalnya harus ... dipisahkan antara siswa perempuan dan siswa laki-laki..dan tentu juga harus dipisahkan pengajarnya...laki-laki mengajar laki-laki dan perempuan mengajar perempuan...kalau tiak harus pakai hijab...nah kita sebenarnya terjebak dalam prilaku yahudi...jaman rosul tidak ada uang kertas atau kartal...yang ada dirham dan dinar. Coba kalau kita pakai uang dinar dan dirham pasti tiak akan terjadi inflasi...demikian pula transaksi...banyak transaksi yang kita lakukan adalah transaksi riba buat yahudi seperti kartu kredit...bank...dan lain-lain...jadi memang susah kalau kita mau hidup seperti jaman Rosululloh...karena kita sudah terjebak di dalam sistem jahiliyah yang dulu telah dihancurkan oleh Rosululloh.

Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa hanya sedikit perbuatan kita sekarang ini yang bernuansa islami seperti jaman Rosul. Sebagiannya adalah warisan yahudi atau warisan jahiliyah. Jadi kita dapat menilai sendiri...kita sekarang hiup dijaman jahiliyah atau jaman modern? Hanya hati nurani kitalah yang bia menjawabnya.




Minggu, 20 September 2009

IDIL FITRI 1430 H
by : Ismadi Zainal

Ketika aku sedang di Masjid mennuggu orang yang datang membayar zakat di hari ke-29 Ramadhon 1430 H, aku mengirim sms ucapan selamat idil fitri kepada teman-temanku yang isinya:

Maafkan, bila mata salah melihat, telinga bila salah mendengar, lidah bila salah berucap, tangan bila salah memegang, kaki bila salah melangkah dan hati bila salah menduga. Taqobalallohu minna wa minkum . Selamat Idil Fitri 1430 H. Mohon Maaf lahir dan batin (ISMADI Z dan keluarga)

Aku memilih ucapan maaf seperti di atas karena:
  1. Mata, setiap saat kita gunakan dalam kehidupan sehari. Tanpa mata kita tidak dapat menyaksikan betapa indahnya dunia ciptaan Alloh ini. Hanya kadang-kadang mata kita sering digunakan untuk melihat sesuatu yang bukan haknya. Makanya mata tentu sangat banyak dosanya dan nanti akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat. Firman Alloh: " Dia mengetahui pandangan mata yang khiyanat (pandangan yang dilarang) dan apa yang disembunyikan oleh hati" (QS.Al-Mu'min: 19)
  2. Telinga, harus digunakan untuk mendengar ayat-ayat Alloh atau melihat yang baik-baik. Tapi sayang telinga kita kebanyakannya digunakan untuk mendengar musik atau hal-hal lain yang tentunya bertentangan dengan ajaran Islam sehingga telinga kita tentu banyak dosanya. Firman Alloh SWT : " Dan kami jadikan (untuk isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tidak dipergunakan untuk memahamai ( ayat-ayat Alloh ), dan mereka mempunyai mata tapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Alloh) . Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS. Al-A'raf :179 )
  3. Lidah, lidah adalah alat kita untuk berbicara. Tapi kadang-kadang lidah kita tidak digunakan untuk berbicara yang baik tapi banyak digunakan untuk menyakiti hati saudara kita sendiri dan melakukan kedustaan. Firman Alloh SWT : " Dan mereka menetapkan bagi Alloh apa yang mereka sendiri membencinya, dan liah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan ke dalam neraka" (QS. An-Nahl :62)
  4. Tangan, juga banyak melakkan kesalahan karena sering digunakan untuk memegang atau mengambil sesuatu yang bukan milik kita
  5. Kaki, sering digunakan untuk melangkah ke tempat-tempat maksiat bukan ke masjid atau tempat ibadah. Firman Alloh SWT :" Pada hari ketika lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang mereka kerjakan" ( QS. An-Nur: 24 )
  6. Hati, hati adalah raja di dalam kerajaan tubuh manusia, kata Imam Ghazali. Dialah yang mengendalikan segala aktivitas hidup kita. Hati juga yang bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunah tapi hati kita sering digunakan untuk buruk sangka atau syu-uzzon terhadap orang lain sehingga hati kita menjadi kotor dan banyak dosa. Firman Alloh SWT. : " Ingatlah sesungguhnya kepunyaan Alloh semua yang ada dilangit dan di bumi . Dan orang-orang yang menyerukan sekutu-sekutu selain Alloh, tidak mengikuti suatu keyakinan. Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga. (QS.Yunus: 66)
Salah seorang teman yang menerima sms dari saya memberi komentar:

That is the most beautiful essay in this ramadhan I've ever read. Let those thousand rivers flow into ocean. Congratulation.

Selamat Idil fitri 1430 H.......





Senin, 17 Agustus 2009

MAKNA KEMERDEKAAN

Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Konon katanya pada tanggal, bulan dan tahun tersebut bertepatan dengan bulan Romadhon. Bulan yang awalnya diberi rahmat, pertengahannya diberi ampunan, dan akhirnya itqun minannar ( dibebaskan dari api neraka}.

Antara hari kemerdekaan Indonesia dan bulan Ramadhon nampaknya memang memiliki kesamaan. Persamaannya adalah sama-sama membebaskan. Hari kemerdekaan adalah hari dimana negara Indonesia ( seluruh penduduk Indonesia tanpa memandang suku, ras, dan agama ) merdeka atau bebas dari penjajahan. Romadhon juga membebaskan, cuma khusus membebaskan umat mukmin yang menjalankan ibadah shaum dengan penuh keimanan dan keikhlasan dari api neraka.

Ulang tahun kemerdekaan diperingati setiap tahun. Berbagai macam cara dilakukan oleh penduduk Indonesia untuk memeringati ulang tahun kemerdekaan negaranya. Mulai dari menghias kampungnya dengan berbagai pernak-perniknya yang umumnya berwarna merah putih, memasang bendera merah putih, mengecat jalan, karnaval, berbagai jenis lomba, dan tentunya yang menjadi menu wajib sebelum yang lain-lain dilaksanakan ialah upacara penaikan bendera. Upacara penaikan bendera ini dilakukan sejak dari tingkat RT, RW, Kelurahan, kecamatan, Kota/ Kabupaten, Provinsi sampai tingkat nasional. Disetiap kantor dan sekolahpun melaksanakan upacara bendera.
Cara melakukan upacara bermacam-macam ada yang melaksanakan di lapangan, di puncak gunung, di dasar laut, di dalam gua dan lain-lain. Tapi ada juga yang tidak mau melaksanakan upacara dengan berbagai alasan.

Seorang teman saya yang bekerja disebuah BUMN terkemuka yang sedang long weekend di suatu kota mengirim sms kepada saya pada tanggal 16 Agustus. "Kemana long weekend-nya, is?" Aku jawab:"long weekend apa? kita libur hanya sabtu dan minggu. hari senin ada upacara bendera di sekolah". Kemudian teman saya itu membalas:"

aku enggak memaknai kemerdekaan ini
karena aku merasa belum merdeka.
kebebasan pendapat engga ada.
kekayaan negara dijarah asing.
BUMN banyak yang dijual ke asing.
ekonomipun dikuasai asing
bangsa ini hanya jadi kuli di negara sendiri.
apa ini yang disebut merdeka?
utang luar negeri sudah terbesar
mau dengan apa dibayarnya?
sedikit demi sedikit aset bangsa sudah dijual
bahkan harga diri juga sudah tergadai.
bagiku memaknai kemerdekaan
cuma dengan do'a untuk anak bangsa saja
agar masih ada yang tersisa buat mereka.

Wow....aku tercengan membaca sms dari temanku ini. Teman saya ini tidak temperingati hari kemerdekaan dengan mengikuti upacara bendera tapi dengan doa karena ia merasa belum merdeka dengan berbagai alasannya seperti yang tertera di atas.
Sebagai negara yang sudah meredeka kita bebas saja memepunyai pendirian dan bebas saja berbendapat sesuai dengan hati nurani ita sendiri seperti teman saya di atas.
Acara seremonial memang perlu dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan. Tapi memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam dengan cara mengisi kemerdekaan dengan amal-amal sholeh, bekerja keras, menjauhi kkn, menjaga aset-aset negara, menjaga harkat dan harga diri bangsa, menjaga agar kekayaan kita tidak dijarah oleh negara lain tentu lebih utama daripada melaksanakan upacara bendera yang berkesan seremonial.

Pendapat teman saya diatas bukan hanya sekedar isapan jempol pasti sebelum dia menyampaikan itu sudah berdasarkan realita atau kenyataan yang sesungguhnya.
Misalnya berapa banyak BUMN kita yang sudah dijual dan berpindah tangan ke negara asing.
Kita lihat kekayaan kita di Tembagapura, Papua, berupa emas yang melimpah habis dikeruk oleh negara asing dan kita hanya dapat sebagian kecilnya saja. Papua yang punya kekayaan itu masih tetap miskin bahkan masih banyak penduduknya yang tinggal di hutan dan gunung dan masih memakai koteka belum sanggup membeli pakaian.

Bangsa ini hanya menjadi kuli di negara sendiri itupun benar karena hanya sebagian kecil orang Indonesia asli yang menjadi top manager di perusahaan-perusahan terkemuka. Orang indonesia umumnya hanya menjadi pekerja kasarnya saja.
Demikian juga harga diri kita sudah tergadai itupun benar. Kita saksikan berapa banyak TKI yang bekerja di Malaysia yang meninggal dunia karena disiksa, belum lagi yang cacat permanen. Malaysia dengan bebas mengakui dan mempatenkan bahwa reog ponorogo adalah kesenian mereka, batik, anggklung dan mungkin banyak yang lainnya milik bangsa ini yang sudah dipatenkan oleh Malaysia menjadi hak mereka.
Konon tempepun sudah dipatenkan oleh Amerika sebagai hak milik mereka.
Apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Nah, sebenarnya apa makna merdeka?
Merdeka artinya bebas.
Bebas mengatur negara sendiri dan tidak didikte oleh negara lain.
Bebas dari penjajahan baik penjajahan fisik maupun ekonomi..
Bebas mengatur ekonomi sendiri dan tidak di bawah tekanan negara lain
Bebas mengelola sumber kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat.
Bebas mengeluarkan pendapat tapi tentunya dengan cara yang benar.
Bebas beribadah sesuai denga agamanya masing-masing dan tidak boleh saling mengganggu.
Bebas ....bebas....bebas berbuat apa saja asal tidak bertentangan dengan norma agama dan undang-undang yang berlaku....

Selamat Ulang tahun yang ke-64 Indonesiaku....masih adakah kekayaan alam yang tersisa buat anak cucu?










Jumat, 12 Juni 2009

K . O . R . E . K . S . I . D . I . R . I .



Sekarang sedang panas-panasnya kampanye calon presiden lewat media massa baik media elektronik, TV, internet, koran ataupun radio.
Berbagai macam cara dilakukan oleh calon-calon presiden tersebut.

Bagi calon presiden yang sudah pernah menjadi presiden (inkumben) berkampanye dengan mempertunjukkan keberhasilannya selama menjadi presiden.

Bagi calon presiden yang pernah menjadi wapres berkampanye bahwa sesungguhnya keberhasilan presiden sekarang adalah sebenarnya merupakan jerih payahnya juga.

Bagi calon presiden yang belum pernah menjadi presiden berkampanye dengan cara mencari-cari kesalahan atau kelemahan presiden inkumben dengan berbagai cara.

Yang paling tidak etis adalah bagaimana salah seorang seniman Butet Kertarajasa dengan bangga menyampaikan monolog dengan membeberkan berbagai macam kelemahan calon presiden inkumben didepan ribuan massa yang sedang menyaksikan Deklarasi Pemilu Damai dengan disambut tepuk tangan dan sorak riuh rendah massa. Butet mendapat pesanan atau order dari seorang capres yang membuat calon presiden inkumben memerah.

Yang menjadi masalah sebenarnya adalah bahwa Butet Kertarajasa bersikap subjektif karena hanya menyampaikan atau mengkritik berbagai kelemahan calon Presiden inkumben dengan tidak ada satu katapun menceritakan tentang keberhasilan calon presiden inkumben.

Sebenarnya Butet Kertarajasa tidak akan menimbulkan banyak kontroversi bila seandainya di dalam monolognya dia juga membeberkan keberhasilan Presiden inkumben.

Di dalam Agama Islam bila kita melihat sesuatu dilihat dari banyaknya manfaat (kebaikan) atau mudhorot (kejelekan) sesuatu atau banyaknya perbuatan yang baik dan yang buruk yang dilakukan seseorang. Kalau dilihat lebih banyak manfaatnya maka perbuatan orang itu baik tapi kalau banyak mudhorotnya maka orang itu tidak baik.

Makanya mari kita bercermin.
Lihat diri kita sudah baik atau belum.
Lihat diri kita apa yang telah kita perbuat untuk orang lain.
Lihat diri kita apakah kita sudah bermanfaat atau belum bagi orang lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Didalam sebuah hadist Rosululloh bersabda:" Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu, Koreksilah diri sendiri sebelum mengkoreksi orang lain"

Hadis ini mengajarkan kepada kita lebih baik banyak-banyak mengoreksi diri sendiri daripada banyak-banyak mengoreksi orang lain.
"Semut diseberang lautan kelihatan tetapi gajah dipelupuk mata tidak kelihatan" kata H. Oma Irama.Artinya kalau melihat kesalahan orang lain sangat mudah tetapi kalau melihat kesalahan diri tidak kelihatan sama sekali.

Mengkritik orang lain boleh saja, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik.

Firman Alloh dalam Al-Qur'an (16) : 125

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."

Dari ayat ini dan hadis diatas ada beberapa cara untuk mengoreksi orang lain:
1. dengan hikmah
2. dengan pelajaran yang baik
3. bantah dengan cara yang baik
4. mengkoreki diri sendiri terlebih dulu, hasibu anfusakum qobla an tuhasabu,
5. jangan mengkritik/mengoreksi sesuatu yang kita sendiri tidak melakukannya.

Firman Alloh dalam Surah Ash Shaff ayat 2
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Sabtu, 09 Mei 2009

ANTASARI AZHAR , RANI JULIANI ,NASRUDIN ZULKARNAIN DAN SEGITIGA


Sebuah segitiga begitu istimewa sehinga seorang Ilmuan bernama Phytagoras mengeluarkan dalil yang disebut dalil Phytagoras dalam sebuah segitiga siku-siku.
Phytagoras adalah seorang ahli Matematika bangsa Yunani yang hidup kira-kira abad ke enam masehi.

Saya masih hapal betul dalil ini karena dalil ini diberikan guru matematika saya waktu saya masih di SMP yang namanya Pa Ja'far. Orangnya sangat tegas dan disiplin.Pintar tentu. Kalau siswa tidak bikin PR pasti dihukum berdiri di depan kelas dengan satu kaki diangkat ke atas. Kalau guru sekarang menghukum siswa seperti itu pasti sudah dipanggil polisi karena orang tuanya tidak menerima perlakuan guru itu.

Bunyinya: "kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi siku-sikunya"

Mialkan: sebuah segitiga siku-siku ABC, siku di B

sisi horizontal AB adalah a
sisi vertikal BC adalah b
sisi miring AC adalah c

maka menurut Phytagoras c2 = a2 + b2

Berdasarkan dalil diatas jelas terlihat bahwa sisi miring mempunyai pengaruh yang sangat besar sehingga kuadratnya merupakan penjumlahan kuadrat sisi-sisi lainnya.

Selain itu sisi miring itu bergantung landasan tempatnya berada yaitu sisi horizontal dan sisi vertikal.

Sisi horizontal dan sisi vertikal ini harus kuat walaupun mereka saling beseberangan untuk menopang sisi miring. Kalau salah satunya runtuh maka sisi miring pasti juga akan runtuh.

Selain segitiga siku-siku adalagi segitiga sama kaki. Segitiga ini sebenarnya terdiri dari dua buah segitiga siku-siku yang disatukan. Sehingga berlaku juga dalil Phytagoras.

Segitiga sering di ibaratkan hubungan antara manusia dengan manusia (hablum minannas) yaitu hubungan horizontal dan manusia dengan Alloh (hablum minalloh) yaitu hubungan vertikal.

Manusia yang kaffah ( paripurna) adalah manusia yang senantiasa baik hablum minannas nya dan juga senantiasa taat menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangannya(hablum minalloh)

Alloh Berfirman : "Ditimpakan kepadamu kesusahan dimanapun kamu berada kecuali orang
yang senantiasa menghubungkan tali manusia (hablumminannas) dan menghubungkan tali Alloh (hablumminalloh)


Segita juga sering diibaratkan dengan hubungan cinta, cinta segitiga.
Kalau segitiga yang telah saya jelas di atas konotasinya positif adalah hubungan yang bertujuan agar manusia selamat didunia dan di akhirat, harus bersiluturahim (menjalin hubungan cinta) antara sesama manusia dan juga menjalin hubungan cinta yang paling tinggi dengan Alloh, maka pada segitiga ini sering berkonotasi negatif.

Kenapa negatif? Karena pada cinta segitiga umumnya hanyalah hubungan antara cinta manusia dengan manusia. Dua laki-laki yang memperebutkan cinta seorang wanita atau sebaliknya dua wanita yang memperebutkan cinta seorang pria.

Begitu negatifnya konotasi cinta segitiga ini sehingga sangat sering kita baca media cetak atau elektronik bahwa seseorang bisa membunuh saingannya untuk mendapatkan cinta sang pujaan hatinya.

Kasus cinta segitiga yang sedang ramai diberitakan adalah kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain seorang pengusaha kaya yang diduga oleh polisi diotaki oleh Anatasari Azhar yang seorang Ketua KPK suatu Lembaga yang paling ditakuti oleh para koruptor di negeri ini.
Anatasari Azhar takut Nasrudin Zulkarnain membongkar rahasia hubungannya dengan istri siri Nasrudin Zulkarnain yang cantik jelita bernama Rani Juliani yang seorang Caddy golf dan juga seorang mahasiswi sebuah PT.

Terlepas benar atau tidaknya tuduhan terhadap Antasari Azhar itu, hanya pengadilanlah yang menentukan, dan hanya Allohlah yang Maha Tahu.
Membunuh orang adalah suatu dosa besar. Apalagi kalau pembunuhan yang terjadi karena
hanya menuruti hawa nafsu. Alqootil wal maqtuul finnar, yang membunuh dan terbunuh keduanya masuk neraka.

Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa dibalik dunia ini ada akhirat yang lebih baik dan lebih kekal. Walal akhirootu khoirun laka minal ula
bahwa akhirat itu jauh lebih baik dari dunia ini.

Orang-orang yang senantiasa mengejar dunia dan takut mati (hubbud dunia wa karohiatul maut) senantiasa terjerumus dengan HTW ( harta, tahta (jabatan) dan wanita).

Padahal bila kita meninggal dunia harta, jabatan, wanita tidak kita bawa yang kita bawa hanyalah amal kita. Amal sholeh atau amal salah.

"Keluar bersama mayyit tiga hal. Hartanya, keluarganya dan amalnya. Kembali dua hal ( harta dan keluarga) dan yang kekal adalah amalnya." Alhadist.

Kenapa amal kekal. Karena amal inilah yang akan menemani kita di alam kubur sampai hari kiamat yang satu hari dialam kubur adalah 1000 tahun menurut perhitungan kita . Bila amal yang menemani kita adalah amal baik, maka amal kita akan menjelma berupa wanita yang sangat cantik yang baunya sangat harum sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa, inilah nikmat kubur.

Tapi bila amal yang kita bawa amal syayiaat (buruk) maka akan menjelma berupa makhluk yang sangat jelek, buruk rupa dan baunya sangat busuk sehingga kalau menciumnya akan tersiksa luar biasa. Itulah azab kubur. Dan makhluk-makhluk ini akan menemani kita di alam kubur sampai tibanya hari kiamat.

Mana yang harus kita pilih dunia atau akhirat? Tentu keduanya. Tetapi harus seimbang.

"Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beramalah untuk akhiratmu seolah engkau akan mati esok hari" Alhadist.

Semoga bermanfaat.