Pages

Jumat, 19 Maret 2010


SERTIFIKASI

Setelah menunggu sekian lama sehingga masa kerja telah mencapai 23 tahun 10 bulan akhirnya saya dipanggil juga untuk mengikuti sertifikasi. Sementara dari sekolah SMK ada yang masa kerjanya baru 14 tahun sudah ikut sertifikasi. Alasannya klise karena guru SMK lebih sedikit dari Guru SMA. Itulah salah satu wujud ketidak adilan dunia pendidikan. Seharusnya kalau adil tidak melihata TK, SD, SMP, SMA atau SMK dilihat saja masa kerjanya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Karena masa kerja mencerminkan pengalaman mengajar seseorang. Artinya yang masa kerjanya lebih lama pastilah kemampuan mengajarnya lebih baik daripada yang massa kerjanya belum lama walaupun tidak semuanya begitu.

Saya berangkat untuk mengikuti pengarahan sertifikasi ini dengan langkah dingin. Tidak terlalu berharap karena daripengalaman angkatan sebelumnya dari 16 orang yang yang ikut sertifikasi yang lulus hanya 4 orang dan yang lainnya pelatihan bahkan ada dua orang yang pelatihanpun tidak lulus.

Namun demikian usaha harus dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil maksimal pula. Kalau kita sudah berusaha dengan optimal hasilnya serahkan saja kepada Alloh SWT, tidak ada yang sulit bagi Alloh untuk menjadikan sesuatu, cukup dengan mengatakan 'kun', maka jadilah sesutu yang diinginkanNya itu.

Kalau dilihat dari masa kerja mungkin untuk saya sudah cukup memadai. Tapi bukan hanya dari itu saja. Masih banyak komponen-komponen lainnya yang harus dipenuhi. Karena saya lama mengajar di swasta, maka banyak sekali komponen-komponen itu tidak terpenuhi.

Bersama 11 orang teman saya dari satu sekolah yang hadir untuk mengikuti sertifikasi, kami hanya berharap ada keajaiban dan tentu saja nasib. Namun mudah-mudahan kalau kita berusaha dan sabar dan shalat insyaalloh segala sesuatu akan menjadi mudah.

Ya Alloh kalau sertifikasi ini baik bagiku maka mudahkanlah kepadaku untuk mengikutinya dan menyusun fortofolionya. Lancarkanlah ya Alloh, jauhkanlah dari kesulitan.

Ya Allah, tidak ada yang mudah, kecuali sesuatu yang Engkau jadikan mudah, Engkaulah yang menjadikan yang susah itu menjadi mudah. Maka mudahkanlah segala urusanku Ya Alloh...Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, beriman bertemu dengan-Mu, ridha terhadap segala ketentuan-Mu dan menerima sepenuhnya pemberian-Mu. Amin

Bismillaahirrohmanirrohim, lahaula wala quwata illa billah.

Rabu, 17 Maret 2010

FISIKA KELAS X

  1. Nindytha X F 80
  2. Tazsa Nuruliyah XF 65
  3. Syifa Bunga XG 95
  4. Ahmad Sibaq XG 90
  5. Mega Senoputri XG 90
  6. Khaidir M. S. XG 90
  7. Wyandra A XG 80
  8. Rizki Dwi A.P XG 70
  9. Dara Nur S. R. XG 65
Yang lain Remed.

Sabtu, 13 Februari 2010

MENDIDIK ANAK


Menikah adalah fitrah manusia. Setiap orang yang menikah pasti menambakan anak. Orang tua, dan anak-anaknya adalah keluarga. Orang tua berkewajiban menjaga keluarganya dari api neraka.

"Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar , keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang iperintahkanNya kepada mereka dan selalu ,mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim : 6)

Anak adalah asset bagi orang tua yang yang harus dijaga, dipelihara, dididik menjadi manusia yang sholeh dan cerdas. Sebagai asset karena salah satu amal jariah yang masih terus mengalir ketika kita sudah meninggalkan alam dunia ini adalah anak yang sholeh.

" Apabila meninggal anak Adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga hal.
Yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" ( Hadist)

Anak sholeh adalah anak yang beriman dan bertaqwa, menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangannya. Orang tua akan terus memperoleh pahala dari anak yang sholeh ( amal jariah) karena keberhasilannya mendidik anaknya tersebut .Tentu untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Harus penuh perjuangan, penuh kesabaran dan penuh keikhlasan. Tanpa ketiga hal ini mustahil kita bisa mendidik anak menjadi anal yang sholeh.

Dalam ajaran Islam anak dilahirkan sebagai bayi yang suci, tanpa dosa sedikitpun dan tidak menanggung dosa siapapun. Bayi yang baru lahir bagaikan selembar kertas yang siap ditulis dengan tulisan apapun dan diwarnai dengan warna apapun oleh orang tuanya. Maksudnya bahwa karakter, tingkah laku, akhlaq anak kita nanti setelah dewasa sangat tergantung kepada bagaimana orang tua menidik anaknya. Walaupun pengaruh lingkungan juga tidak bisa diabaikan.

Dalam sebuah hadist Rosululloh berabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orangtuanyalah yang meyahudikannya, memajusikannya, dan menasranikannya."

Dari hadist diatas jelas bahwa yang membentuk anak menjadi sholeh atau tidak adalah kedua orang tuanya.

Untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh syarat utamanya adalah kedua orang tuanya harus menjadi orang tua yang sholeh dulu karena bayi atau anak akan meniru tingkah laku, ucapan, tindakan dan akhlak orang tuanya.
Sebagai contoh kalau orang tua sering berbicara kasar dirumah pasti anaknya juga akan berbicara kasar. Sebaliknya bila orang tua suka berbicara lemah lembut pasti anaknya juga akan berbicara lemah lembut.
Di dalam debuah hadist Rosululloh bersabda:

"Didiklah anak-anakmu dan perbaguslah adab mereka" (HR. Ibnu Majah)

Di dalam Islam anak dan harta adalah fitnah (cobaan), maka orang tua harus bersiap-siap menghadapi berbagai cobaan dalam menghadapi tingkah laku anaknya.

" Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya disisi Alloh lah pahala yang besar." ( QS. Al Anfaal : 28 )

Menurut Drs. H. Ahmad Yani dalam Buku Khutbahnya minimal ada 5 kiat untuk mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh:

Kesatu:

Orang tua harus memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.

Jelasnya untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh orang tuanya harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kalau menyuruh anak sholat, orangtuanya harus sholat dulu. Kalau menyuruh anak membaca Qur'an, orang tuanya harus bisa dulu membaca Qur'an atau orang tua sering membaca Al-Qur'an , dst. Karena amat besar kebencian disisi Alloh bagi orang yang menyuruh orang lain berbuat baik tapi dia sendiri tidak melakukannya.

"Amat besar kebencian disisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan"QS. AsH-Shaaf : 3 )

Bahkan dalam Surat lain Alloh mengatakan bahwa orang yang demikian adalah orang yang tidak berfikir.

"Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan? sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kamu berfikir?" (QS.AL-Baqoroh : 44)

Kedua:

Mendidik anak dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik semenjak kecil.

Anak harus dibiasakan melakukan hal-hal yang baik semenjak kecil. Misalnya anak yang berumur 7 tahun diajak dan diperintahkan untuk shalat walaupun shalat itu belum wajib baginya. Demikian juga ajak shaum ramadhan, walaupun shaum itu belum wajib baginya, dan seterusnya. Sehingga ketika anak sudah aqil baligh sudah terbiasa untuk melakukan kewajiban.

"Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur 7 tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka" (HR. Abu Dawud)

Ketiga:

Mendidik dengan pengajaran dan dialog (diskusi).

Bila anak sudah mendapat keteladanan dan pembiasaan, maka langkah ketiga dalam mendidik anak adalah dengan memberikan pengajaran dan dialog. Anak diajarkan ajaran Islam sesuai Al-Qur'an dan As-Sunah baik secara formal atau tidak formal. Dalam proses pengajaran itu anak mngkin menemukan atau melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, maka orang tua mnegjak anak berdiskusi untuk menjelasakan apa yang dipermsalahkan oleh anak, sehingga akhirnya ank jai mengerti benar tentang ajaran Islam.

" Serulah Kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalanNya an Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl : 125)

Keempat:

Mengawasi dan menasehati

Ketika anak sudah mulai terbiasa menjalankan kewajibannya tidak boleh dilepas begitu saja tetapi perlu tetap diawasi. Karena pengaruh lingkungan sangat kuat. Sebagai orang tua kita harus menanyakan kepada anak kita sudah shalat atau belum, bila waktu shalat sudah tiba. Bila anak sedang berada di luar rumah harus ditanyakan sedang dimana. Orang tua juga harus tahu siapa saja teman-teman dekat anaknya kalau perlu disuruh diajak ke rumah agar orang tua tahu bagaimana karakter atau sifat teman-temannya.

" Seseorang mengikuti agama temannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berteman" (HR. Tirmizi)

Bila anak berbuat kesalahan maka orang tua wajib menasehatinya dengan penuh kasih sayang. Harus dijelaskan kepada anak bahwa orang tua marah bukan karena benci tapi karena begitu sayangnya kepada anak.

Kelima :

Mendidik dengan cara memberikan hukuman atau sangsi bila anak tidak melakukan kewajibannya, dan memberi reward atau hadiah bila anak taat menjalani kewajibannya.

Bila anak tidak melakukan kewajibannya maka orang tua harus memberikan nasihat dengan lemah lembut dan cara yang baik. Tapi bila masih juga belum berubah maka harus dengan cara yang lebih keras. Tapi tentunya tidak dengan cara sampai menyakiti anak. Misalnya anak dikurangi uang jajannya, dilarang bermain diluar rumah, dan lain-lain.

Isyarat mendidik anak dengan cara demikian sesuai dengan hadist perintah shalat di atas, tujuh tahun suruh shalat, sepuluh tahun belum mau shalat dipukul. Namun hadist ini jangan dijadikan alasan kita memukul anak karena kesalahannya, maksud hadist ini adalah bahwa dalam mendidik anak harus melalui proses atau tahapan-tahapan tertentu sesuai dengan tingkat usia anak.

Juga jangan lupa memberikan reward kepada anak bila dia disiplin melakukan kewajibannya, sehingga anak akan menjadi lebih bersemangat lagi dalam menjalankan kewajibannya.

Demikianlah sedikit kiat mendidik anak.






Jumat, 08 Januari 2010

UJIAN NASIONAL LAGI
( Ulasan tulisan di Koran Tribun Jabar tanggal 8 Januari 2008, halaman 2, yang berjudul: "Pintar tapi Berakhlak Buruk Tidak Akan Lulus Ujian Nasional 2010 ''


Ketika saya melihat judul tulisan tersebut saya langsung membacanya dengan teliti, karena didalam judulnya ada tiga pengal kata, yaitu pintar, berakhlak buruk, tidak akan lulus ujian nasional.

1. Pintar

Sekilas kita pasti bernggapan bahwa anak yang pintar itu pasti luls dalam ujian nasional. Kenyataannya ada anak yang pintar tapi tidak lulus Ujian Nasional. Di Sekolah tempat saya mengajar ada anak pintar dan tentu berakhlak mulia tidak lulus UN, hanya karena tidak lulus UN matematikanya. Dia ikut Ujian Paket C , ikut SNPTN dan lulus di Fakultas Kedokteran Unpad. Setelah kuliah satu tahun baru dia ikut lagi UN Matematika dan lulus. Tapa apa yang dirasakan oleh siswa tersebut dan orang tuanya, mereka mengatakan bahwa mereka sungguh menanggung beban yang sangat berat selama satu tahun itu.

Sebaliknya ada siswa yang biasa-biasa saja, jarang masuk sekolah (walau pihak sekolah telah melakukan berbagai macam hal agar siswa itu rajin sekolah), dan berkahlak buruk ( sering terlambat, jarang mengerjakan tugas dari Guru, suka melawan ke guru) tapi lulus UN.

Dari kedua kasus diatas jelas bahwa selama ini memang masalah Akhlak belum menjadi syarat kelulusan. Karena yang penting asal lulus Mata Pelajaran UN pasti lulus.

2. Berakhlak Buruk


"Jadi, mekipun ujian nasional apat nilai 10,tapi kalau akhlaknya jembret(buruk), maka dia tidak akan lulus. Atau ujian nasionalnya 10 tapi ujian sekolahnya ia jembret lagi , ya enggak lulus. Nah Eempat syarat kelulusan itu harus terpenuhi"
Jelas Mendiknas

"Buistu liutammima makarimal akhlaq" demikian sabda Rosululloh. "Aku di utus ke dunia ini untuk menyempurnakan kemuliaan aklak". Sekarang kita lihat di Kurikulum kita ada tidak Mata Pelajaran akhlak. Tentu tanpa ditanya saja kita suah tau bahwa tiak ada mata pelajaran akhlak. Kalaupun ada hanyalah pada pelajaran Agama. Itupun tidak khusus mempelajari akhlak mungkin hanya bab-bag tertentu. Selain itu pendidikan Akhlak hanya ada paa pelajaran PPKn, itupun sama seperti saya katakan tadi bahwa tidak khusus mempelajari Akhlak.
Kenyataannya siswa sekarang banyak yang kahlaknya buruk karena tidak ada pelajaran akhlak dan banyak siswa yang tidak bisa membaca Qur'an karena memang tidak ada pelajaran kusus membaca dan atau memahami Al-Qur'an. Padahal ayat pertama yang diturunkan oleh Alloh alam Al-Qur'an adalah "iqra" yang artinya bacalah atau belajarlah...
Oleh sebab itu sebaiknya pemerintah membuat kurikulum baru khusus pelajaran akhlak sehingga dalam penentuan kelulusan itu ada kriteria yang jelas bagaimana yang disebut akhlak mulia(karimah) dan bagaimana yang disebut akhlak buruk (mazmumah). Dan tentu para Guru tidak hanya menetukan kriteria sesuai dengan selera mereka berdasarkan like and dislike.

3. Tidak lulus Ujian Nasional 2010

Syarat lulsu ujian nasional 2010 menurut Mendiknas adalah:
  1. Menyelesaikan seluruh program pendidikan
  2. Akhlak dan moral yang baik
  3. Lulus Ujian Sekolah
  4. Lulus Ujian Nasional
Dolihat dari syarat diatas, nampaknya tidak ada bedanya syarat kelulusan UN tahun lalu dan tahun sekarang. Hanya penekanannya pada akhlak an moral yang baik.

Buat siswa SD, SMP, dan SLTA yang kan mengikuti UN jangan gentar, persiapkan mental dengan baik, bejajar yang tertur, jaga kesehatan dan jangan lupa banyak berdoa kepada Alloh SWT. Baca "Kiat kiat menghadapi UN" pada blog ini juga.

Kamis, 17 Desember 2009

TAHUN BARU HIJRIYAH 1431

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas" (QS. Al-Isra' : 12)

Tak terasa baru kemaren rasanya kita menjalankan ibadah shaum dan idil fitri, kemudian dilanjutkan dengan Idil Adha dan peyembelihan hewan qurban, hari ini sejak magrib tadi kita telah memasuki 1 Muharam 1431 H. Begitulah Alloh menjadikan siang dan malam sebagai pergantian hari, kemudian pergantian minggu, bulan, dan akhirnya pergantian tahun.
Tidak terasa pula usia kita semakin tua dan semakin dekat dengan tujuan kita yaitu maut.

Mau atau tidak maut pasti akan menghampiri kita. Tapi pada awal tahu baru ini kita harus mengevaluasi diri kita bahwa maut bukanlah akhir dari segalanya. Melakukan bunuh diri yang akhir-akhir ini marak kita saksikan di tv, bukanlah merupakan akhir dari masalah, karena apabila kita meninggal dunia barulah dimulai suatu masalah baru. Kita akan hidup di alam qubur dan menerima hasil perbuatan kita di dunia sampai tiba hari kiamat.

Dalam sebuah hadistnya Rosululloh bersabda: " Tidak akan melangkah kaki seseorang dari kuburnya sebelum ditanya tentang 4 hal: 1. tentang umurnya digunakan untuk apa, 2. tentang ilmunya dimanfaatkan untuk apa, 3. tentang hartanya diperoleh dari mana dan digunakan untuk apa, 4. tentang jasadnya digunakan untuk apa"

Jadi janganlah kita terlena dengan keindahan hidup didunia ini. Dunia ini hanyalah sandiwara dengan perannya masing-masing. Yang namanya sandiwara pasti ada endingnya.
"Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman an bertaqwa, Alloh akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu" (QS.Muhammad : 36)

Oleh sebab itu marilah kita mengevaluasi diri dan melakukan beberapa hal yang mungkin belum kita lakukan.
  1. Melakukan islamisasi pada diri kita dan keluarga kita dengan cara menjalankan egala perintah Alloh dan menjauhi segala larangannya. Mengikuti sunah Rosululloh dan mengikuti perbuatan Rosulilloh sesuai yang terdapat di dalam Al-hadist. Kita harus menjalankan ajaran islam secara kaffah (total) tidak boleh setengah-setengah atau tebang pilih. "Firman Alloh: " Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu" (QS.Al-Baqoroh: 208)
  2. Membangun rumah tangga yang islami yang mawaddah wa rohmah. Keluarga yang islami dibangunnya semenjak masih berpacaran, bertunangan, akad nikah, sampai dengan setelah membangun rumah tangga dan mempunyai keturunan."Nikah itu sunahku, barang siapa yang membenci sunahku dia bukanlah termasuk golanganku" Al-Hadist. Maksudnya orang yang tiak mau menikah berarti di tidak mengikuti sunah Rosul dan dia tidak termasuk umat Rosululloh.
  3. Memakmurkan masjid. Dewasa ini banyak sekali umat Islam yang membangun masjid yang besar dan megah. Tapi sayang masjid itu ibarat kerana mayat. Pada waktu membangunnya orang berlomba-lomba tapi pada waktu mengisi berlomba-lomba tidak mau. Oleh sebab itu marilah kita fungsikan masjid sebagi pusat pembinaan umat dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Firman Alloh:" Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Alloh itu adalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, mendirikan sholat dan membayar zakat dan tidak takut kecuali kepada ALLoh. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk".(QS. At-Taubah : 18 )
  4. Berda'wah mengajak orang lain melakukan kebaikan dan mencegah yang munkar. Da'wah bukan hanya tugas ustadz atau ulama tapi tugas kita semua ummatal muslimin sesuai dengan tingkat kemampuan kita masing-maing.Rosululloh bersabda:"Sampaikanlah ilmu yang kamu peroleh dariku walau hanya satu ayat". Kemudian kewajiban bera'wah adalah kewajiban semua ummat, karena Alloh telah menciptan umat islam sebagai umat terbaik di dunia ini. Firman Alloh: "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, an beriman kepada Alloh" (QS. Ali Imran: 110)
  5. Tugas dan tanggung jawab yang juga sangat berat adalah solidaritas kepada saudara-saudara kita sesama muslim didunia yang sedang ditindas oleh orang-orang kafir. Caranya minaimal kita mendokan mereka, bersimpati kepada mereka dan kalau kita memiliki kekebihan harta kiat ikut memberi bantuan materi kepada mereka akar mereka tetap semangat dalam mepertahankan imannya dari serbuan orang kafir. Dan kalau kita mempunyai keahlian dan persyaratan yang diperlukan kita bisa ikut berjuang bersama mereka melawan orang-orang kafir tersebut. Firman Alloh: " Sesungguhnya orang-oeang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedau saudaramu itu dan takutlah kepada Alloh agar kamu mendapat rahmat" (QS.Al-Hujurot : 10)
Selamat tahun baru hijriyah 1431, semoga kita bisa menjadi lebih baik pada tahun ini. Amin.


Senin, 14 Desember 2009

NILAI ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 ( UAS 1 )

MATA PELAJARAN FISIKA

Kelas XI IPA 1

1. Anugrah Fajar 74

2. Dwi Restini 69

3. Gian Angga Ginanjar 73

4. Kartika Hardianti Zainal 74

5. Khadijah 60

6. Muhamad Andri Eka Fauzi 78

7. Nadhira Handayani 77

8. Ramadhanora 71

9. Rosita Puspitasari 62

10. Sandy Azhar Pratama 62

11. Sarah Asyfa Sistia 62

Kelas XI IPA 2

1. CINTA NAYUMA 61

2. FRESILIA VEBRIANI 67

3. LAURENTIA MUTIARA SANI WIDYAWATI 68

4. MOHAMAD ILHAM FAUZAN 62

5. SILVI LUTHVIA NAHLIA 63

6. VINCENCIUS SETYO HUTOMO B 84

7. VINCYA TUNGGADEVI 60

Kelas XF

1. AFINA MUTHI TSANYA 69

2. ALIFI DIPTYA NIDIKARA 65

3. AMELIA DWI ANDIKA 75

4. DWI FITRIANI 64

5. FRANKLYN ABRAHAM 62

6. NANDIKA LARASATI 71

7. NINDYTHA MUGYANING TIAS 92

Kelas XG

1. AHMAD SIBAQ UKHROWI ULWI 75

2. DARA NURSAFIRA RASYID 71

3. ICHSAN RISMUNANDAR 62

4. KHAIDZIR MUHAMMAD SHAHIH 88

5. MEGA SENOPUTRI 73

6. MUHAMAD DIKA SETIA ADIGUNA 60

7. NABILLA INDAH PRATIWI 61

8. RIZKY DWI ANANDA PUTRI 62

9. SYIFA BUNGA WULANDARI 72

10. WIYANDRA ARDIADIKA 65

Catatan:

1. KKM = 65

2. Bagi yang namanya tidak tercantum nilainya dibawah 60

Jumat, 11 Desember 2009

T A M A K - 2

2 . HARTA

Semua manusia membutuhkan harta. Setiap hari yang dicari manusia adalah harta sehingga manusia tiak pernah puas dengan harta yang diperolehnya. KAdang mereka melakukan berbagai car untuk memburu harta dari dengan cara halal bahkan sampai cara yang tidak halal misalnya korupsi.
Firman Alloh:
" Katakanlah ( hai Muhammad) jika seandainya kalian menguasai perbendahaarn (kekayaan) rahmat Tuhan, niscaya perbendahaaran ( kekayaan) itu kalian tahan ( simpan) karena takut menginfakkannya (mengeluarkanny). Manusia itu memang sangat kikir". (QS. Al-Isra' :100)

Kita dianjurkan oleh Alloh mencari harta. Rosululloh Bersabda" Lebih baik meninggal keturunanmu berkecukupan dari pada meninggal turunan yang miskin sehingga hanya menjadi beban orang lain"
Namun kita tidak boleh tamak terhadap harta. Ketamakan terhadap harta hanya menghasilkan sifat buas laksana serigala yang memangsa buruannya kemana saja dan dengan cara apa saja walaupun itu bukan miliknya. Manusia memiliki fitrah sangat mencintai harta dan berhasrat memilikinya dengan dengan segala cara dan usaha.
Firman Alloh:
" Dijadikan indah (dalam pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkannya, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harat yang banyak ari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan di dunia dan disisi Allohlah tempat kembali yang baik (syurga). (QS. Ali Imran : 14.)

Manusia menyangka bahwa harta yang banyak yang dimilkinya kan menjadi miliknya padahal tidak. Seperti hadist Rosululloh berikut:
Hamba Alloh selalu mengatakan, hartaku, hartaku, padahal hanya dalam tiga hal saja yang menjadi miliknya yaitu apa yang dimakan sampai habis, apa yang dipakai sampai rusak, dan apa yang diberikan kepada orang sebagai kebajikan. Selain itu harus dianggap kekayaan hilang yang ditinggalkan untuk kepentingan orang lain" (HR. Muslim)

Seorang mukmin adalah seseorang yang mayakini bahwa rizki yang diperolehnya suah ditentukan oleh Alloh. Manusia hanya wajib berusaha. Alloh maha mengetahui kadar kemampuannya. Dia juga menyadari bahwa disetiap rizki yang dia peroleh ada hak orang lain atau hak fakir miskin. Oleh sebab itu seorang mukmin pasti akan menginfaqkan harta yang diperolehnya sesuai dengan kadar harta yang dimilkinya. Dia jugatidak pernah iri hati dengan harta yang diperoleh oleh saudaranya dan tiak silau dengan kekayaan saudarnya yang diperoleh dengan cara tamak.

Ada dua hal yang kita boleh iri.
Sabda Rosululloh:
" Tidak ada iri hati kecuali dalam dua perkara yaitu orang yang dikaruniai harta kekekayaan dan dihabiskan untuk menegakkan kebenaran, dan orang di karuniai hikmah (ilmu) kemudian ia melaksanakannya dan mengajarkannya kepada orang lain."

Kesimpulannya adalah
1. Tamak dalam mencari ilmu dibolehkan bahkan dianjurkan
2. Tamak dalam mencari harta adalah dilarang.
3. Iri yang dibolehkan adalah iri melihat orang kaya yang dermawan dan menggunakan hartanya
untuk kebajikan dan iri melihat orang yang banyak ilmunya tapi ilmu diajarkan kepada orang
lain.

Alhamdulillah!