Blog ini adalah kumpulan berbagai macam tulisan dari buah fikiran saya yang saya alami, saya amati, dan saya baca. Kenapa dibelakang Judul Blog ada tambahan d'Is? d'Is adalah judul rumus Fisika ketika saya selesai menurunkan suatu rumus pada waktu saya mengajar. Sehingga d'Is sangat populer dikalangan anak didik saya..........
Rabu, 10 Agustus 2022
Kamis, 07 Juli 2022
Halal buat kami , haram buat anda
Rabu, 29 Juni 2022
Nasehat yang bicara dan diam
Bagaimana kabarnyanya? Alhamdulillah kelihatan masih segar segar. semua ya
اَلدِّينُ النَّصِيْحَة
"Agama adalah nasihat." (HR. Muslim, Abu Dawud dan An-Nasai’)
Suatu hari ada beberapa sahabat menghadap Rasulullah SAW lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, selama ini bila ada sesuatu masalah hukum, maka engkau lah tempat kami minta fatwa. Bila kami ingin mendapat petunjuk maka engkau lah tempat kami mengadu dan minta nasehat.
Ya Rasul, selama engkau masih bersama kami, sungguh tidak ada masalah karena engkau lah tempat kami bertanya, mengadu dan meminta nasehat.
Namun pada suatu saat bila engkau berangkat meninggalkan kami menghadap Allah SWT, kami hidup tanpa bimbingan. Kemana lagi kami harus meminta nasehat?
Baginda Rasul tersenyum, kemudian beliau menjawab “kalian tidak usah khawatir, kalaupun pada suatu saat nanti aku berangkat meninggalkan kalian, kembali menghadap Allah SWT kalian tidak perlu bingung. Aku tinggalkan kepada kalian dua nasehat ; yang pertama nasehat yang pandai bicara dan yang kedua nasehat yang diam saja.
1. Nasehat yang pandai bicara
Sahabat bertanya, nasehat yang pandai bicara itu apa ya Rasul? Baginda menjawab, “Al-Quranul Karim”. Seluruh surat di dalam Al-Quran itu merupakan nasehat bagi umat Islam.
Apapun yang kalian kerjakan, kemana pun kalian pergi, bertanyalah kepada Al-Quran, mintalah nasehat darinya.
“Bertanya langsung ya Rasul?”
Beliau menjawab, “Tentu tidak”. Jika kalian tidak mengerti, bertanyalah kepada yang mengerti Al-Quran yaitu para ulama, guru-guru dan sebagainya.
Al-quran adalah kitab suci paling yang paling mulia.
Siapapun dan apapun yang bersama Al-quran pasti akan akan dimuliakan Allooh.
Bulan ketika turunnya Al-quran menjadi malam yang paling mulia, yaitu bulan Ramadhon
Malam ketika turunnya menjadi malam yang paling mulia yaitu Malam lailatul qodr
Malaikat yang menurunkan Al-quran adalah malaikat yang paling mulia, yaitu Malaikat Jibril.
Laki-laki yang diturunkan kepadanya Al-quran menjadi laki laki yang paling mulia yaitu Rodululloh Muhammad saw.
Dari sinilah kita menyimpulkan bahwa barang siapa yang hendak meraih kemuliaan maka dia harus hidup bersama Al-quran.
Apa yang harus kita lakukan dengan Al-quran?
1.Mengimaninya, 2.membacanya,
3. menghafalkannya ,
4. mentadaburinya, 5.mengamalkan isinya, 6.mengajarkannya kepada orang lain, dan
7. mempraktekan dalam kehidupan bermasyarakat.
Al-quran adalah mujizat yang paling istimewa.
Mengalahkan mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan binatang,, memerintahkan angin dan menundukkan jin.
Mengalahkan mukjizat Nabi Ibrahim yang tidak terbakar api
Mengalahkan mukjizat nabi Musa yang bisa membelah laut jadi daratan
kenapa? karena mukjizat mereka hilang bersama wafatnya mereka.
Sedangkan Mukjizat Nabi Muhammad saw yaitu Al-quran akan tetap ada untuk membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia sampai matahari terbit dari Timur.
Maka paradigma tentang pendidikan harus diubah, anak cucu kita bukan harus menguasai matematika, fisika atau kimia tapi yang pertama. harus dikuasai adalah Al-quran. kalau Al-quran sudah dikuasai maka wahyu telah tertamam dalam dadanya dan Alloh pasti akan menolongnya sehingga
Nabi bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan
datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” (Imam Muslim, Shahih Muslim, )
Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Orang-orang dahulu memahami Al-Qur’an itu sebagai firman Allah. Sepanjang malam mereka sibuk bertafakkur dan bertadabbur terhadap Al-Qur’an (memikirkan isi kandungan Al-Qur’an), dan sepanjang harinya mereka sibuk mengamalkannya. Sedangkan kalian hanya memperlihatkan huruf, fathah, dan dhamahnya, tanpa menganggapnya sebagai firman Allah, sehingga tidak pernah mentafakkuri dan mentadabburinya.”
2. Nasehat yang diam saja
Kemudian sahabat bertanya lagi, kalau nasehat yang diam saja itu apa ya Rasul? Beliau menjawab nasehat yang diam saja itu maut (mati). Ia diam saja, tidak bicara tapi seolah-olah dia bicara, memberitahukan kepada yang hidup bahwa kalian akan mengalami hal yang sama (kematian) yang pasti datangnya.
Kalau hari ini engkau menyolatkan jenazah orang lain, maka suatu saat jenazahmu disolatkan orang lain. Mungkin besok, lusa, seminggu ke depan dan seterusnya jenazahmu disolatkan orang. Kalau hari ini kalian mengantarkan jenazah orang ke liang lahat, bukankah esok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan akan diantar ke liang lahat.
Seolah-olah “mati” itu berkata, “lihatlah temanmu atau keluargamu yang sedang terbujur di pembaringan. Matanya masih ada tetapi sudah tidak bisa melihat. Telinganya sudah tidak bisa mendengar, kakinya sudah tidak bisa berjalan dan tangannya sudah tidak bisa memegang”.
Bila orang tersebut secara syariat adalah orang yang baik, itupun harus menjadi nasehat untuk kita, sejauhmana diri kita hari ini, apakah sudah seperti orang tersebut yang masuk dalam akhir hayat yang husnul khotimah?
Begitu pun sebaliknya bila orang tersebut dalam keadaan su’ul khotimah, tentunya kita mohon perlindungan Allah jangan sampai masuk dalam kategori itu.
Alqiyamah 26-30
Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh.
Aljumuah ayat 8
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعتَعْ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Hadist tentang apabila hamba beriman tidak lagi menginkan dunia................
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)
3. Diri kita sendiri jugnada bisa menjadi nasehati
Tenaga berkurang
rambut beruban
mata rabun
gigi ompong
telinga sudah berkurang
pikiran sudah pelupa
Oleh karena itu, nasehat Rasulullah tersebut di atas hendaknya menjadi pelajaran untuk kita dalam menempuh kehidupan ini. Sudah sejauhmana kita telah mempersiapkan diri untuk kembali ke kampung akhirat? Berapa banyak orang yang menumpuk kekayaan seolah ia tidak akan mati. Berapa banyak orang menginginkan berada di posisi puncak, padahal hidup ini mendaki dan menurun. Orang yang hatinya keras, tidak mempan terhadap nasehat yang datangnya dari Allah, yaitu Al-Quran dan maut. Atau nasehat dari orang lain terkadang tidak bisa menyentuh hatinya. Mungkin juga nasehat itu muncul dari dalam diri kita sendiri. Tenaga yang dulu kuat sekarang sudah lemah. Rambut yang dulu hitam sekarang sudah memutih. Kulit yang dulu kencang sekarang sudah keriput. Gigi yang dulu kuat sekarang sudah mulai tanggal satu persatu. Mata yang dulu jelas melihat sesuatu sekarang sudah harus dibantu dengan kacamata. Telinga yang dulu jelas mendengar sesuatu sekarang sudah jauh berkurang. Karena itu semakin lanjut usia akan terus dikurangi kenikmatan yang ada pada diri seseorang. Sebagaimana firman Allah pada surat Yasin ayat 68, artinya :Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Masih tak sadarkah diri ini dengan nasihat yang diam? Kesadaran akan adanya kehidupan setelah di dunia akan membuat manusia menjadi bertaubat dari segala bentuk keburukan yang diperbuat. Bertaubat dengan bersungguh-sungguh untuk tidak melakukannya kembali, menyesal dan memohon ampun kepada Sang Maha Pengampun. Itulah yang dinamakan taubatan nasuha, taubat yang dilakukan dengan sebenar-benarnya. Taubatan nasuha inilah yang akan mengantarkan manusia pada keridhaan Sang Pencipta. Kita dididik untuk bertaubat kepada-Nya agar tidak lagi berani menantang dan melanggar perintah-Nya.
Selain itu, kefanaan (kerusahan, kehancuran) pun tersirat di dalam nasihat yang diam. Kefanaan yang berarti tidak kekal. Semua yang ada di dunia ini akan sirna dan binasa termasuk manusia sebab manusia tidak kekal, hanya Dia, Allah yang memiliki sifat baqa’ yakni kekal. Nasihat yang diam telah banyak mengajarkan manusia akan nilai-nilai kebaikan untuk mendekatkan diri kepada-Nya agar manusia semakin rajin beribadah. Terlalu keras hati ini jika nasihat yang diam pun tak mampu mengubah keburukan menjadi kebaikan. Tak ada sedikit pun rasa bersalah mengerjakan keburukan, padahal sudah diberikan nasihat oleh sesama dan nasihat yang diam. Apakah ini cerminan bagi diri kita sendiri? Naudzubillah. Hikmah nasihat yang diam hanya mampu dicerna oleh orang-orang yang selalu hatinya terpautkan akan Zat Yang Maha Kuasa dan Maha Agung. Wallaahu a’lam. Semoga bermanfaat.
Kamis, 24 Februari 2022
12 Kaum yang dibinasakan Alloh swt
1. Kaum Nabi Nuh....kaum Wadd, Suwa, Nasr dan Ya'uw
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh
(QS Al-Ankabut : 14).
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ
14. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.
2. Kaum Nabi Hud ....kaum 'Ad
Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).
اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ ەۙ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِۗ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۚ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
70. Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
3. Kaum Nabi Saleh.....kaum Tsamud
Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).
كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَآ اِنَّ ثَمُوْدَا۠ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّثَمُوْدَ ࣖ
68. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud.
4. Kaum Nabi Luth.., .kaum Sodom dan Ghomorah
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu'araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
160. Kaum Lut telah mendustakan para rasul,
5. Kaum Nabi Syuaib.......kaum Madyan dan Aikah
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).
اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ ەۙ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِۗ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۚ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
70. Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu'araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).
وَثَمُوْدُ وَقَوْمُ لُوْطٍ وَّاَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الْاَحْزَابُ
13. dan (begitu juga) Samud, kaum Lut dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
6. Firaun
Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).
وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
50. Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.
7. Ashab Al-Sabt
Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A'raaf: 163).
وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛنَبْلُوْهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
163. Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
8. Ashab Al-Rass.......kaum nabi Saleh atau Syuaib
Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).
وَعَادًا وَّثَمُوْدَا۟ وَاَصْحٰبَ الرَّسِّ وَقُرُوْنًاۢ بَيْنَ ذٰلِكَ كَثِيْرًا
38. dan (telah Kami binasakan) kaum ‘Ad dan samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.
9. Ashab Al-Ukhdudd
Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).
قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit (QS. Al-Buruj [85]
10. Ashab Al-Qaryah
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Ketika diutus kepada mereka tiiga murid nabi Isa atau 3 orang Nabi semuanya mereka bunuh. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).
وَٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلًا أَصۡحَـٰبَ ٱلۡقَرۡیَةِ إِذۡ جَاۤءَهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ ١٣
“Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka”
11. Kaum Tubba'
Tubaa' adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).
اَهُمۡ خَيۡرٌ اَمۡ قَوۡمُ تُبَّعٍۙ وَّ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡؕ اَهۡلَكۡنٰهُمۡۖ اِنَّهُمۡ كَانُوۡا مُجۡرِمِيۡنَ
Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik atau kaum Tubba‘, dan orang-orang yang sebelum mereka yang telah Kami binasakan karena mereka itu adalah orang-orang yang sungguh berdosa
12.Kaum Saba.......jaman nabi sulaiman
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).
{لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (17) }
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
Saba adalah nama raja