Blog ini adalah kumpulan berbagai macam tulisan dari buah fikiran saya yang saya alami, saya amati, dan saya baca. Kenapa dibelakang Judul Blog ada tambahan d'Is? d'Is adalah judul rumus Fisika ketika saya selesai menurunkan suatu rumus pada waktu saya mengajar. Sehingga d'Is sangat populer dikalangan anak didik saya..........
Sabtu, 20 Maret 2010
Alhamdulillah setelah beberapa tahun tidak mengawas UN tahun ini aku ditunjuk kembali menjadi pengawas UN. Kebetulan aku mendapat tugas mengawas di SMAN 19 Bandung di Dago Pojok.
Aku baru pertama kali masuk ke SMAN 19. Walau baru masuk satu kali aku kenal baik dengan kepala sekolahnya karena kepala sekolahnya adalah teman saya waktu di TPK Provinsi dulu waktu saya masih menjadi anggpta TPK.
Aku datang terlambat karena sebelum berangkat aku mencari dulu surat tugas mengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Akhir aku berangkat dengan tidak membawa surat tugas karena lupa menyimpannya sehingga tidak berhasil ditemukan. Walau aku datang sudah jam delapan lebih acara belum dimulai dan ternyata masih banyak guru dari sekolah lain yang juga belum datang.
Ketika aku masuk ruangan ternyata 3 orang temanku sudah datang yaitu Pa Rahmat, Pa Matje dan Pa Tatang. Aku menyalami mereka lalu aku cari tempat duduk dipingir pintu yang masih kosong.
Berhubung acara belum dimulai aku membuat dulu secangkir kopi yang kopinya sudah disediakan oleh panitia. Ternyata airnya dingin sehingga kopinya ga enak.
Selesai membuat kopi dan meminumnya sedikit datanglah Pa Boy dan langsung duduk disebelahku. Kebetulan Pa Boy memang sahabatku dan disekolahpun tempat duduk kami bersebelahan.
Kira-kira 10 menit setelah Pa Boy datang, masuklah kepala sekolah SMAN 19 beserta 4 orang wakilnya pertanda acara akan dimulai. Karena terlalu pinggir aku dan Pa Boy pindah kemeja lain yang berada didepan kepala sekolah.
Wakasek Humas SMAN 19 membuka acara dengan membaca basmallah dilanjutkan dengan pengarahan oleh kepala sekolah dan petunjuk teknis oleh Wakasek kurikulum dan tanya jawab.
Tidak ada yang baru dari penjelasan itu semuanya masih seperti yang dulu
Hanya ketika kepala sekolah memberikan pengarahannya banyak sekali aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar karena itu adalah sesuai prosedur.
Aku jadi nyeletuk ke Pa Boy..."Kalau tugasnya tugas negara kita harus begini begitu dan tidak boleh begini begitu tapi giliran bayaran sangat kecil. Seharusnya dengan tugas yang begitu berat bayarannya juga gede"
Kemudian kepala sekolah menasehatkan kepada pengawas lakukanlah tugas negara ini dengan baik dan jangan memberikan kesempatan kepada anak untuk berbuat curang. Karena tema UN tahun ini adalah " Jujur dan berprestasi". Berarti pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan dengan tidak jujur dan tentunya prestasinya juga jelek.
Pada sesi tanya jawab ada seorang guru yang menanyakan bagamana bila belum 2 jam siswa sudah selesai boleh keluar engga? Kepala sekolah menjawab tidak boleh, lakukan saja sesuai aturan. Bapak guru itu nanya lagi, apa yang harus kita lakukan? Kepala sekolah menjawab, suruh saja anak-anak memeriksa lagi dan memeriksa lagi lembar jawabannya.
Menurut saya pertanyaan itu adalah pertanyaan tidak penting. Kalau anak sudah selesai suruh aja diam atau tidur kan habis perkara yang penting tidak ribut dan tidak mengganggu.
Berikutnya pertanyaan mengenai HP. Ada Guru yang menanyakan bagaimana mengamankan HP siswa dan juga guru. Kata guru itu ( yang rada syok gitu mentang-mentang dari sekolah favorit) kalau disekolahnya hp siswa dikumpulkan di pengawas dan hp pengawas dikumpulkan di panitia.Kepala sekolah menawab, ga usah ribet-ribet lakukan saja sesuai aturan. Kalau dikumpulkan di pengawas justru jadi ribet. Suruh saja masukkan HP mereka ke dalam tas masing-masing yang disimpan di depan kelas.
Aku berfikir ada-ada saja ibu guru ini. Masalah begini saja dibikin ribet. Mengenai HP Pengawas di silent saja kan beres, kok takut betul dengan aturan.
Setelah selesai acara para pengawas keliling-keliling mensurvey kelas yang akan diawasinya. Karena memang sekolah ini bertingkat-tingkat. Bukan bangunannya yang bertingkat tapi tanahnya yang bertingkat-tingkat. Ada empat tingkatan tanah dan diatasnya dengan bangunannya masing-masing.Tapi saya dan teman-teman langsung saja pulang. Nanti Senin saja melihat ruangannya ga akan mungkin tersesat.
Selamat UN buat siswa SMA/SMK semoga lulus semuanya dan berprestasi baik. Selamat mengawas juga buat rekan-rekan guru...lakukan tugas negara dengan sebaik-baiknya.
Jumat, 19 Maret 2010
SERTIFIKASI
Setelah menunggu sekian lama sehingga masa kerja telah mencapai 23 tahun 10 bulan akhirnya saya dipanggil juga untuk mengikuti sertifikasi. Sementara dari sekolah SMK ada yang masa kerjanya baru 14 tahun sudah ikut sertifikasi. Alasannya klise karena guru SMK lebih sedikit dari Guru SMA. Itulah salah satu wujud ketidak adilan dunia pendidikan. Seharusnya kalau adil tidak melihata TK, SD, SMP, SMA atau SMK dilihat saja masa kerjanya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Karena masa kerja mencerminkan pengalaman mengajar seseorang. Artinya yang masa kerjanya lebih lama pastilah kemampuan mengajarnya lebih baik daripada yang massa kerjanya belum lama walaupun tidak semuanya begitu.
Saya berangkat untuk mengikuti pengarahan sertifikasi ini dengan langkah dingin. Tidak terlalu berharap karena daripengalaman angkatan sebelumnya dari 16 orang yang yang ikut sertifikasi yang lulus hanya 4 orang dan yang lainnya pelatihan bahkan ada dua orang yang pelatihanpun tidak lulus.
Namun demikian usaha harus dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil maksimal pula. Kalau kita sudah berusaha dengan optimal hasilnya serahkan saja kepada Alloh SWT, tidak ada yang sulit bagi Alloh untuk menjadikan sesuatu, cukup dengan mengatakan 'kun', maka jadilah sesutu yang diinginkanNya itu.
Kalau dilihat dari masa kerja mungkin untuk saya sudah cukup memadai. Tapi bukan hanya dari itu saja. Masih banyak komponen-komponen lainnya yang harus dipenuhi. Karena saya lama mengajar di swasta, maka banyak sekali komponen-komponen itu tidak terpenuhi.
Bersama 11 orang teman saya dari satu sekolah yang hadir untuk mengikuti sertifikasi, kami hanya berharap ada keajaiban dan tentu saja nasib. Namun mudah-mudahan kalau kita berusaha dan sabar dan shalat insyaalloh segala sesuatu akan menjadi mudah.
Ya Alloh kalau sertifikasi ini baik bagiku maka mudahkanlah kepadaku untuk mengikutinya dan menyusun fortofolionya. Lancarkanlah ya Alloh, jauhkanlah dari kesulitan.
Ya Allah, tidak ada yang mudah, kecuali sesuatu yang Engkau jadikan mudah, Engkaulah yang menjadikan yang susah itu menjadi mudah. Maka mudahkanlah segala urusanku Ya Alloh...Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, beriman bertemu dengan-Mu, ridha terhadap segala ketentuan-Mu dan menerima sepenuhnya pemberian-Mu. Amin
Bismillaahirrohmanirrohim, lahaula wala quwata illa billah.
Rabu, 17 Maret 2010
Sabtu, 13 Februari 2010
Menikah adalah fitrah manusia. Setiap orang yang menikah pasti menambakan anak. Orang tua, dan anak-anaknya adalah keluarga. Orang tua berkewajiban menjaga keluarganya dari api neraka.
"Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar , keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang iperintahkanNya kepada mereka dan selalu ,mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim : 6)
Anak adalah asset bagi orang tua yang yang harus dijaga, dipelihara, dididik menjadi manusia yang sholeh dan cerdas. Sebagai asset karena salah satu amal jariah yang masih terus mengalir ketika kita sudah meninggalkan alam dunia ini adalah anak yang sholeh.
" Apabila meninggal anak Adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga hal.
Yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" ( Hadist)
Anak sholeh adalah anak yang beriman dan bertaqwa, menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangannya. Orang tua akan terus memperoleh pahala dari anak yang sholeh ( amal jariah) karena keberhasilannya mendidik anaknya tersebut .Tentu untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Harus penuh perjuangan, penuh kesabaran dan penuh keikhlasan. Tanpa ketiga hal ini mustahil kita bisa mendidik anak menjadi anal yang sholeh.
Dalam ajaran Islam anak dilahirkan sebagai bayi yang suci, tanpa dosa sedikitpun dan tidak menanggung dosa siapapun. Bayi yang baru lahir bagaikan selembar kertas yang siap ditulis dengan tulisan apapun dan diwarnai dengan warna apapun oleh orang tuanya. Maksudnya bahwa karakter, tingkah laku, akhlaq anak kita nanti setelah dewasa sangat tergantung kepada bagaimana orang tua menidik anaknya. Walaupun pengaruh lingkungan juga tidak bisa diabaikan.
Dalam sebuah hadist Rosululloh berabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orangtuanyalah yang meyahudikannya, memajusikannya, dan menasranikannya."
Dari hadist diatas jelas bahwa yang membentuk anak menjadi sholeh atau tidak adalah kedua orang tuanya.
Untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh syarat utamanya adalah kedua orang tuanya harus menjadi orang tua yang sholeh dulu karena bayi atau anak akan meniru tingkah laku, ucapan, tindakan dan akhlak orang tuanya.
Sebagai contoh kalau orang tua sering berbicara kasar dirumah pasti anaknya juga akan berbicara kasar. Sebaliknya bila orang tua suka berbicara lemah lembut pasti anaknya juga akan berbicara lemah lembut.
Di dalam debuah hadist Rosululloh bersabda:
"Didiklah anak-anakmu dan perbaguslah adab mereka" (HR. Ibnu Majah)
Di dalam Islam anak dan harta adalah fitnah (cobaan), maka orang tua harus bersiap-siap menghadapi berbagai cobaan dalam menghadapi tingkah laku anaknya.
" Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya disisi Alloh lah pahala yang besar." ( QS. Al Anfaal : 28 )
Menurut Drs. H. Ahmad Yani dalam Buku Khutbahnya minimal ada 5 kiat untuk mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh:
Kesatu:
Orang tua harus memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.
Jelasnya untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh orang tuanya harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kalau menyuruh anak sholat, orangtuanya harus sholat dulu. Kalau menyuruh anak membaca Qur'an, orang tuanya harus bisa dulu membaca Qur'an atau orang tua sering membaca Al-Qur'an , dst. Karena amat besar kebencian disisi Alloh bagi orang yang menyuruh orang lain berbuat baik tapi dia sendiri tidak melakukannya.
"Amat besar kebencian disisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan"QS. AsH-Shaaf : 3 )
Bahkan dalam Surat lain Alloh mengatakan bahwa orang yang demikian adalah orang yang tidak berfikir.
"Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan? sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kamu berfikir?" (QS.AL-Baqoroh : 44)
Kedua:
Mendidik anak dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik semenjak kecil.
Anak harus dibiasakan melakukan hal-hal yang baik semenjak kecil. Misalnya anak yang berumur 7 tahun diajak dan diperintahkan untuk shalat walaupun shalat itu belum wajib baginya. Demikian juga ajak shaum ramadhan, walaupun shaum itu belum wajib baginya, dan seterusnya. Sehingga ketika anak sudah aqil baligh sudah terbiasa untuk melakukan kewajiban.
"Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur 7 tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka" (HR. Abu Dawud)
Ketiga:
Mendidik dengan pengajaran dan dialog (diskusi).
Bila anak sudah mendapat keteladanan dan pembiasaan, maka langkah ketiga dalam mendidik anak adalah dengan memberikan pengajaran dan dialog. Anak diajarkan ajaran Islam sesuai Al-Qur'an dan As-Sunah baik secara formal atau tidak formal. Dalam proses pengajaran itu anak mngkin menemukan atau melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, maka orang tua mnegjak anak berdiskusi untuk menjelasakan apa yang dipermsalahkan oleh anak, sehingga akhirnya ank jai mengerti benar tentang ajaran Islam.
" Serulah Kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalanNya an Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl : 125)
Keempat:
Mengawasi dan menasehati
Ketika anak sudah mulai terbiasa menjalankan kewajibannya tidak boleh dilepas begitu saja tetapi perlu tetap diawasi. Karena pengaruh lingkungan sangat kuat. Sebagai orang tua kita harus menanyakan kepada anak kita sudah shalat atau belum, bila waktu shalat sudah tiba. Bila anak sedang berada di luar rumah harus ditanyakan sedang dimana. Orang tua juga harus tahu siapa saja teman-teman dekat anaknya kalau perlu disuruh diajak ke rumah agar orang tua tahu bagaimana karakter atau sifat teman-temannya.
" Seseorang mengikuti agama temannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berteman" (HR. Tirmizi)
Bila anak berbuat kesalahan maka orang tua wajib menasehatinya dengan penuh kasih sayang. Harus dijelaskan kepada anak bahwa orang tua marah bukan karena benci tapi karena begitu sayangnya kepada anak.
Kelima :
Mendidik dengan cara memberikan hukuman atau sangsi bila anak tidak melakukan kewajibannya, dan memberi reward atau hadiah bila anak taat menjalani kewajibannya.
Bila anak tidak melakukan kewajibannya maka orang tua harus memberikan nasihat dengan lemah lembut dan cara yang baik. Tapi bila masih juga belum berubah maka harus dengan cara yang lebih keras. Tapi tentunya tidak dengan cara sampai menyakiti anak. Misalnya anak dikurangi uang jajannya, dilarang bermain diluar rumah, dan lain-lain.
Isyarat mendidik anak dengan cara demikian sesuai dengan hadist perintah shalat di atas, tujuh tahun suruh shalat, sepuluh tahun belum mau shalat dipukul. Namun hadist ini jangan dijadikan alasan kita memukul anak karena kesalahannya, maksud hadist ini adalah bahwa dalam mendidik anak harus melalui proses atau tahapan-tahapan tertentu sesuai dengan tingkat usia anak.
Juga jangan lupa memberikan reward kepada anak bila dia disiplin melakukan kewajibannya, sehingga anak akan menjadi lebih bersemangat lagi dalam menjalankan kewajibannya.
Demikianlah sedikit kiat mendidik anak.
Jumat, 08 Januari 2010
( Ulasan tulisan di Koran Tribun Jabar tanggal 8 Januari 2008, halaman 2, yang berjudul: "Pintar tapi Berakhlak Buruk Tidak Akan Lulus Ujian Nasional 2010 ''
Ketika saya melihat judul tulisan tersebut saya langsung membacanya dengan teliti, karena didalam judulnya ada tiga pengal kata, yaitu pintar, berakhlak buruk, tidak akan lulus ujian nasional.
1. Pintar
Sekilas kita pasti bernggapan bahwa anak yang pintar itu pasti luls dalam ujian nasional. Kenyataannya ada anak yang pintar tapi tidak lulus Ujian Nasional. Di Sekolah tempat saya mengajar ada anak pintar dan tentu berakhlak mulia tidak lulus UN, hanya karena tidak lulus UN matematikanya. Dia ikut Ujian Paket C , ikut SNPTN dan lulus di Fakultas Kedokteran Unpad. Setelah kuliah satu tahun baru dia ikut lagi UN Matematika dan lulus. Tapa apa yang dirasakan oleh siswa tersebut dan orang tuanya, mereka mengatakan bahwa mereka sungguh menanggung beban yang sangat berat selama satu tahun itu.
Sebaliknya ada siswa yang biasa-biasa saja, jarang masuk sekolah (walau pihak sekolah telah melakukan berbagai macam hal agar siswa itu rajin sekolah), dan berkahlak buruk ( sering terlambat, jarang mengerjakan tugas dari Guru, suka melawan ke guru) tapi lulus UN.
Dari kedua kasus diatas jelas bahwa selama ini memang masalah Akhlak belum menjadi syarat kelulusan. Karena yang penting asal lulus Mata Pelajaran UN pasti lulus.
2. Berakhlak Buruk
"Jadi, mekipun ujian nasional apat nilai 10,tapi kalau akhlaknya jembret(buruk), maka dia tidak akan lulus. Atau ujian nasionalnya 10 tapi ujian sekolahnya ia jembret lagi , ya enggak lulus. Nah Eempat syarat kelulusan itu harus terpenuhi"Jelas Mendiknas
"Buistu liutammima makarimal akhlaq" demikian sabda Rosululloh. "Aku di utus ke dunia ini untuk menyempurnakan kemuliaan aklak". Sekarang kita lihat di Kurikulum kita ada tidak Mata Pelajaran akhlak. Tentu tanpa ditanya saja kita suah tau bahwa tiak ada mata pelajaran akhlak. Kalaupun ada hanyalah pada pelajaran Agama. Itupun tidak khusus mempelajari akhlak mungkin hanya bab-bag tertentu. Selain itu pendidikan Akhlak hanya ada paa pelajaran PPKn, itupun sama seperti saya katakan tadi bahwa tidak khusus mempelajari Akhlak.
Kenyataannya siswa sekarang banyak yang kahlaknya buruk karena tidak ada pelajaran akhlak dan banyak siswa yang tidak bisa membaca Qur'an karena memang tidak ada pelajaran kusus membaca dan atau memahami Al-Qur'an. Padahal ayat pertama yang diturunkan oleh Alloh alam Al-Qur'an adalah "iqra" yang artinya bacalah atau belajarlah...
Oleh sebab itu sebaiknya pemerintah membuat kurikulum baru khusus pelajaran akhlak sehingga dalam penentuan kelulusan itu ada kriteria yang jelas bagaimana yang disebut akhlak mulia(karimah) dan bagaimana yang disebut akhlak buruk (mazmumah). Dan tentu para Guru tidak hanya menetukan kriteria sesuai dengan selera mereka berdasarkan like and dislike.
3. Tidak lulus Ujian Nasional 2010
Syarat lulsu ujian nasional 2010 menurut Mendiknas adalah:
- Menyelesaikan seluruh program pendidikan
- Akhlak dan moral yang baik
- Lulus Ujian Sekolah
- Lulus Ujian Nasional
Buat siswa SD, SMP, dan SLTA yang kan mengikuti UN jangan gentar, persiapkan mental dengan baik, bejajar yang tertur, jaga kesehatan dan jangan lupa banyak berdoa kepada Alloh SWT. Baca "Kiat kiat menghadapi UN" pada blog ini juga.
Kamis, 17 Desember 2009
Tak terasa baru kemaren rasanya kita menjalankan ibadah shaum dan idil fitri, kemudian dilanjutkan dengan Idil Adha dan peyembelihan hewan qurban, hari ini sejak magrib tadi kita telah memasuki 1 Muharam 1431 H. Begitulah Alloh menjadikan siang dan malam sebagai pergantian hari, kemudian pergantian minggu, bulan, dan akhirnya pergantian tahun.
Tidak terasa pula usia kita semakin tua dan semakin dekat dengan tujuan kita yaitu maut.
Mau atau tidak maut pasti akan menghampiri kita. Tapi pada awal tahu baru ini kita harus mengevaluasi diri kita bahwa maut bukanlah akhir dari segalanya. Melakukan bunuh diri yang akhir-akhir ini marak kita saksikan di tv, bukanlah merupakan akhir dari masalah, karena apabila kita meninggal dunia barulah dimulai suatu masalah baru. Kita akan hidup di alam qubur dan menerima hasil perbuatan kita di dunia sampai tiba hari kiamat.
Dalam sebuah hadistnya Rosululloh bersabda: " Tidak akan melangkah kaki seseorang dari kuburnya sebelum ditanya tentang 4 hal: 1. tentang umurnya digunakan untuk apa, 2. tentang ilmunya dimanfaatkan untuk apa, 3. tentang hartanya diperoleh dari mana dan digunakan untuk apa, 4. tentang jasadnya digunakan untuk apa"
Jadi janganlah kita terlena dengan keindahan hidup didunia ini. Dunia ini hanyalah sandiwara dengan perannya masing-masing. Yang namanya sandiwara pasti ada endingnya.
"Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman an bertaqwa, Alloh akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu" (QS.Muhammad : 36)
Oleh sebab itu marilah kita mengevaluasi diri dan melakukan beberapa hal yang mungkin belum kita lakukan.
- Melakukan islamisasi pada diri kita dan keluarga kita dengan cara menjalankan egala perintah Alloh dan menjauhi segala larangannya. Mengikuti sunah Rosululloh dan mengikuti perbuatan Rosulilloh sesuai yang terdapat di dalam Al-hadist. Kita harus menjalankan ajaran islam secara kaffah (total) tidak boleh setengah-setengah atau tebang pilih. "Firman Alloh: " Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu" (QS.Al-Baqoroh: 208)
- Membangun rumah tangga yang islami yang mawaddah wa rohmah. Keluarga yang islami dibangunnya semenjak masih berpacaran, bertunangan, akad nikah, sampai dengan setelah membangun rumah tangga dan mempunyai keturunan."Nikah itu sunahku, barang siapa yang membenci sunahku dia bukanlah termasuk golanganku" Al-Hadist. Maksudnya orang yang tiak mau menikah berarti di tidak mengikuti sunah Rosul dan dia tidak termasuk umat Rosululloh.
- Memakmurkan masjid. Dewasa ini banyak sekali umat Islam yang membangun masjid yang besar dan megah. Tapi sayang masjid itu ibarat kerana mayat. Pada waktu membangunnya orang berlomba-lomba tapi pada waktu mengisi berlomba-lomba tidak mau. Oleh sebab itu marilah kita fungsikan masjid sebagi pusat pembinaan umat dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Firman Alloh:" Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Alloh itu adalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, mendirikan sholat dan membayar zakat dan tidak takut kecuali kepada ALLoh. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk".(QS. At-Taubah : 18 )
- Berda'wah mengajak orang lain melakukan kebaikan dan mencegah yang munkar. Da'wah bukan hanya tugas ustadz atau ulama tapi tugas kita semua ummatal muslimin sesuai dengan tingkat kemampuan kita masing-maing.Rosululloh bersabda:"Sampaikanlah ilmu yang kamu peroleh dariku walau hanya satu ayat". Kemudian kewajiban bera'wah adalah kewajiban semua ummat, karena Alloh telah menciptan umat islam sebagai umat terbaik di dunia ini. Firman Alloh: "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, an beriman kepada Alloh" (QS. Ali Imran: 110)
- Tugas dan tanggung jawab yang juga sangat berat adalah solidaritas kepada saudara-saudara kita sesama muslim didunia yang sedang ditindas oleh orang-orang kafir. Caranya minaimal kita mendokan mereka, bersimpati kepada mereka dan kalau kita memiliki kekebihan harta kiat ikut memberi bantuan materi kepada mereka akar mereka tetap semangat dalam mepertahankan imannya dari serbuan orang kafir. Dan kalau kita mempunyai keahlian dan persyaratan yang diperlukan kita bisa ikut berjuang bersama mereka melawan orang-orang kafir tersebut. Firman Alloh: " Sesungguhnya orang-oeang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedau saudaramu itu dan takutlah kepada Alloh agar kamu mendapat rahmat" (QS.Al-Hujurot : 10)
Senin, 14 Desember 2009
NILAI ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 ( UAS 1 )
MATA PELAJARAN FISIKA
Kelas XI IPA 1
1. Anugrah Fajar 74
2. Dwi Restini 69
3. Gian Angga Ginanjar 73
4. Kartika Hardianti Zainal 74
5. Khadijah 60
6. Muhamad Andri Eka Fauzi 78
7. Nadhira Handayani 77
8. Ramadhanora 71
9. Rosita Puspitasari 62
10. Sandy Azhar Pratama 62
11. Sarah Asyfa Sistia 62
Kelas XI IPA 2
1. CINTA NAYUMA 61
2. FRESILIA VEBRIANI 67
3. LAURENTIA MUTIARA SANI WIDYAWATI 68
4. MOHAMAD ILHAM FAUZAN 62
5. SILVI LUTHVIA NAHLIA 63
6. VINCENCIUS SETYO HUTOMO B 84
7. VINCYA TUNGGADEVI 60
Kelas XF
1. AFINA MUTHI TSANYA 69
2. ALIFI DIPTYA NIDIKARA 65
3. AMELIA DWI ANDIKA 75
4. DWI FITRIANI 64
5. FRANKLYN ABRAHAM 62
6. NANDIKA LARASATI 71
7. NINDYTHA MUGYANING TIAS 92
Kelas XG
1. AHMAD SIBAQ UKHROWI ULWI 75
2. DARA NURSAFIRA RASYID 71
3. ICHSAN RISMUNANDAR 62
4. KHAIDZIR MUHAMMAD SHAHIH 88
5. MEGA SENOPUTRI 73
6. MUHAMAD DIKA SETIA ADIGUNA 60
7. NABILLA INDAH PRATIWI 61
8. RIZKY DWI ANANDA PUTRI 62
9. SYIFA BUNGA WULANDARI 72
10. WIYANDRA ARDIADIKA 65
Catatan:
1. KKM = 65
2. Bagi yang namanya tidak tercantum nilainya dibawah 60