Pages

Minggu, 15 Januari 2023

Tahun Baru 2023

Masjid Safar Km 88 Cipulang

Isim mabni

6 Isim Mabni

1. Isim istifham(kata tanya) 

#maa/apa
#man/siapa
#mataa/kapan
#aina/dimana
#annaa/bagaimana
#kaifa/bagaimana
#kam/berapa
#maadzaa/apakah, a, ayyu/apakah/yang mana

2.Isim syarath/isim yang diletakkan diantara dua kalimat

#maa/apa saja
#man/barangsiapa
#ainamaa/di/kemanapun
#haitsuma/dimanapun
#kullamaa/setiap kali

maa/man/ainamaa menjadikan dua fiil mudhori'

3.Isim zhorof/kata keterangan(zorof zaman dan zorof makan) 

A. Zorof zaman
#idz/ketika
#qobla/sebelum
#ba'du/sesudah
#al-aan/sekarang
#al yauma/hari ini

B. Zorof makan
#haitsu/di mana
#baina/di antara
#wa roo-a/ di belakang
#'inda/di sisi

4. Isim isyaroh/kata penunjuk

A. Penunjuk dekat (ini) 
#Mudzakar/haadzaa/haazaani/haa-ulaa-i
#muannats/haadzihi/haataani/haa-ulaa-i

B. Penunjuk jauh
#mudzakar/dzaalika/dzaanika/ulaa-ika
#muannats/tilka/taanika/ulaa-ika

5.Isim maushul/kata penghubung

#mudzakkar/alladzii//alladziina
#muannats/allatii/allataani/allaatii,alla-i

6.isim dhomir/kata ganti

#mutakallim/orang pertama/pembicara
#mukhotob/orang kedua/yg diajak bicara
#ghoib/orang ketiga/yang dibicarakan

A. Dhomir munfashil/berdiri sendiri
#huwa/hum/anta/antum/ana/nahnu
B. Dhomir muttashil/bersambung dg isim/fiil/huruf
#hu/hum/ka/kum/na/ya



Kamis, 13 Oktober 2022

Khutbah bahaya Riya'

Pembukaan

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ - ٢٦٤

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah: 264)

Ikhwanul muslimin rohinakumulloh.

Kalau kita ditanya buat apa kita beribadah?
Jawabannya pasti untuk mencari ridho Alloh SWT dan untuk memperoleh syurga yang disediakan Alloh di akhirat.

Banyak orang yang beribadah untuk memperoleh syurga akan tetapi di akhirat masuk neraka. Penyebabnya adalah karena dia beribadah bukan ikhlas karena Alloh tapi karena ingin dilihat manusia. 

Salah satu penyebabnya adalah penyakit hati yang bernama riya'(pamer istilah sekarang pencitraan)

Riya berasal dari bahasa Arab dari akar kata ra'a-yara-ruyan-wa ru'yatan yang artinya melihat.

Menurut istilah riya adalah memperlihatkan ucapan, tulisan, sikap, maupun amal perbuatannya agar diketahui orang lain.

riya' adalah salah satu ciri orang munafik.

Riya juga dapat diartikan sebagai sikap ingin dipuji atau disanjung orang lain atas perbuatan yang telah dilakukan.
Orang yang berbuat riya termasuk golongan orang yang celaka yang tidak memperoleh apapun dari apa yang mereka kerjakan. 

فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Perumpamaan  (orang yang riya'itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah: 264)

Rosululloh bersandar ok

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِيْ مِنَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ قَالَ قُلْنَا بَلَى فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُوْمَ الرَّجُلُ يُصَلِّيْ فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ “

Artinya: “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih ad Dajjal?” Dia berkata,”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya.” (HR. Ibnu Majah)

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ الرِّيَاءُ  

 “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'.” (HR Ahmad)

Hadirin ikhwanul mukminin rohimakumulloh.

Kita sebagai orang beriman menyangka orang yang pertama masuk neraka adalah orang kafir, yahudi, nasroni atau yang lainnya.

Ternyata kenyataannya yang pertama masuk neraka adalah orang Islam. yaitu orang Islam yang beramal karena riya

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻳَﺒْﺪُﻭ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ

“Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan surga – menurut yang tampak bagi masyarakat – padahal ia termasuk penduduk neraka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam hadist Riwayat Muslim disebutkan ada tiga orang yang pertama masuk neraka.

1. Orang yang berjihad fii sabilillah karena ingin disebut orang gagah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ   قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (dalam keadaan tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

2. Orang yang belajar dan mengajarkan Alquran karena ingin disebut orang alim dan 

وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

3.Orang yang betinfaq dan sadaqoh hanya karena disebut orang dermawan.

 وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan b as, aqerbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta!Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”

Tatkala Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu mendengar hadits ini, beliau berkata: “Hukuman ini telah berlaku atas mereka, bagaimana dengan orang-orang yang akan datang?” Kemudian beliau menangis terisak-isak hingga pingsan. Setelah siuman, beliau mengusap mukanya seraya berkata : Benarlah Allah dan RasulNya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka. Lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. [Hud/11:15-16]. [HR Tirmidzi no. 2382 dan Ibnu Khuzaimah no. 2482].

Hadirin Rohinakunulloh
Nilai amal di sisi Allah diukur dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bukan dengan banyak dan besarnya. Allah berfirman :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Katakanlah : Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Rabb kamu itu adalah Allah yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan jangan mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya”. [Al- Kahfi/18:110].

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Inilah dua landasan amal yang diterima, ikhlas karena Allah dan sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Kamis, 07 Juli 2022

Halal buat kami , haram buat anda

*"HALAL BUAT KAMI, HARAM UNTUK TUAN"*


Adalah Abu 'Abdurrahman Abdullah ibn al Mubarak al Hanzhali al Marwazi, seorang ulama' masyhur di Makkah yang menceriterakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani ritual ibadah haji, ia beristirahat dan tertidur.
Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua Malaikat yang turun dari langit, dan mendengar percakapan keduanya.

*"Berapa orang yang datang tahun ini (untuk haji) ?"* tanya satu malaikat kepada malaikat lainnya.

_*"Tujuh ratus ribu jama'ah"*_ jawab Malaikat yang ditanya.

_*"Berapa banyak dari mereka yang diterima ibadah hajinya ?"*_

*"Tidak satupun"*

Percakapan itu membuat sang Abdullah al Mubarak bergemetar.

_*"Apa ?"*_
Ia menangis dalam mimpinya.

*"Semua orang - orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia - sia ?"*

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar percakapan kedua malaikat itu.

*"Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, akan tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni.*
*Berkat dia seluruh ibadah haji mereka diterima oleh Allah"*

_*"Kenapa bisa begitu ?"*_

*"Itu kehendak Allah"*

_*"Siapa orang tersebut ?"*_

*"Sa'id ibn Muhafah tukang sol sepatu di Kota Dimasyq (Damaskus)"*

Mendengar ucapan itu, Abdullah al Mubarak itupun langsung terbangun dari tidurnya. 
Sepulang haji, ia tak langsung pulang menuju rumah, akan tetapi langsung menuju kota Damaskus, Syiria. Hatinya bergetar dan bertanya - tanya.

Sesampai disana, ia langsung mencari sang tukang sol yang disebut Malaikat dalam mimpinya. 

Hampir semua tukang sol sepatu ia tanya, apakah ada tukang sol sepatu yang bernama Sa'id ibn Muhafah.

*"Ada, di tepi kota"*
Jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjuk arahnya.

Sampai disana ia mendapati seorang tukang sol sepatu yang berpakaian amat lusuh

*"Benarkah anda bernama Sa'id ibn Muhafah ?"* 
Tanya ibn al Mubarak.

_*"Betul, siapakah tuan ?"*_

*"Aku Abdullah ibn al Mubarak"*

Sa'id pun terharu, 
_*"Tuan adalah Ulama' terkenal, ada apa gerangan mendatangi saya ?"*_

Sejenak, Ulama' itupun kebingungan, darimana ia akan memulai pertanyaanya. 
Akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.

*"Saya hendak tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur, dan membuat mabrur ibadah haji para jama'ah yang lain ?"*

_*"Wah saya sendiri tidak tahu"*_

*"Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"*

Maka Sa’id ibn Muhafah pun bercerita,
_*"Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar suara talbiyah : 'Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika laa syariika laka labbaika.*_
_*Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.*_
_*laa syariika laka'*_
_*Dan, setiap kali aku mendengar talbiyah itu, aku selalu menangis 'ya Allah aku rindu Makkah.*_
_*Ya Allah aku merindu Ka'bah.*_
_*Ijinkan aku datang, ijinkan aku datang ya Allah'*_

_*Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu.*_
_*Setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya sebagai tukang sol sepatu.*_
_*Sedikit demi sedikit saya kumpulkan, hingga akhirnya pada tahun ini, saya memiliki 350 dirham, cukup untuk saya berhaji, saya sudah siap berhaji"*,_

*"Tapi anda batal berangkat haji"*

_*"Benar"*_

*"Apa yang terjadi ?"*

_*"Ketika itu, Istri saya hamil, dan mengidam.*_
_*Waktu saya hendak berangkat, saat itu dia ngidam berat"*_

_*"Suamiku, menciumkah engkau bau masakan yang nikmat ini ?"*_

_*"Iya, sayang"*_

_*"Cobalah kau cari, siapakah yang masak sehingga baunya begitu nikmat.*_
_*Mintalah sedikit untukku"*_

_*"Ustadz, kemudian sayapun mencari sumber bau masakan itu.*_
_*Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.*_
_*Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.*_
_*Saya mengatakan kepadanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.*_
_*Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya"*_

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan,
*"Tidak boleh, Tuan"*

_*"Dijual berapapun akan saya beli"*_

*"Makanan itu tidak dijual, Tuan"* katanya sambil berlinang mata.

_*"Kenapa ?"*_

Sambil menangis, janda itu menjawab,
_*"Daging ini halal untuk kami dan haram untuk Tuan"*_

Dalam hati saya, *"Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim ?"* 

Karena itu saya mendesaknya lagi *"Kenapa ?"*

_*"Sudah beberapa hari ini kami tidak makan.*_
_*Di rumah sama sekali tak ada makanan.*_
_*Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk kami masak, dan kami makan"*_
Sesenggukan janda itu menjelaskan.

_*"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan.*_
_*Namun bagi Tuan, daging ini haram"*_

Mendengar ucapan tersebut, saya menangis, kemudian kembali pulang. Aku ceritakan perihal kejadian itu pada istriku, iapun menangis. 
Hingga akhirnya, kami memasak makanan dan mendatangi rumah janda tersebut.

*"Ini masakan untukmu"*

Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
*"Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakanlah untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"*

_*Ya Allah ... disinilah Hajiku*_

_*Ya Allah ... disinilah Makkahku*_

Mendengar cerita tersebut, Abdullah al Mubarak pun tak bisa menahan air matanya.

*Wassalamualaikum Wr Wb*