Pages

Kamis, 28 Desember 2023

JUMLAH

1. Jumlah Ismiyah --------->  mubtada' + khobar
      mubtada adalah isim diawal kalimat, 
      khobar  adalah keterangan/berita yang menerangkan  mubtada
      contoh al muslimu shoolihun -------> al muslimu  --> mubtada', shoolihun ----> khobar.

2. Jumlah fi'liyah -----> fiil + faail
    fiil  adalah kata kerja 
    fail adalah pelaku atau subject 
    contoh hadhorol muslimu  --> hadhoro =  fiil, almuslimu = fail
    
KHOBAR

    # jjenis  khobar ada 3

     1. khobar mufrod, khobar yang berbentuk  isim  = mubtadanya
          contoh, al ilmu nafi'un, al ilmu  adalau mubtada', nafi'un adalah khobar 

      2. khobar  jumlah

      a. khobar jumlah ismiyah
         contoh, al masjidu baabuhu waasi'un, al masjidu = mubtada, baabuhu waasi'un = khobar. 
          baabuhu waasi'un  disebut khobar jumlah ismiyah,  karena baabu = mubtada  waasi'un = 
          khobarnya

      b. khobar jumlah fi'liyah     
          Contoh : 1. almuslimu  hadhoro 2. almuslimu yahduru. al muslimu, mubtada' dan hadhoro  
          dan yahdhuru khobar.  
          hadhoro dan yahdhuru disebut khabar  jumlah fi'liyah kerena  terdiri dari fiil dan  faail.
          pada hadhoro tanda failnya fathah, dan pada  yahdhuru tanta failnya ya.
   
      3.  khobar syibhul jumlah
          yaitu khabar yang menyerupai kalimat.
           
         a. jar dan isim majrur
             contoh: 1. alhamdu lillahi atau 2. lillahi mulkun, alhamdu dan mulkun  mubtada' dan 
              lillahi   = syibhul jumlah karena terdiri huruf jar li dan isim majrur Alloh. 
             
         b. zhorof dan mazhruf
             contoh:  1. arruju'u ba'dal ashri dan 2.tahtasy syajaroti rojulun
              arruju'u dan rojulun adalah mubtada'
              ba'dal ashri dan tahtasy syajaroti adalah khobar syibhul jumlah  karena terdiri dari zhorof
              (ba'da dan tahta) dan mazhruf ( ashri dan syajaroti)
      

Jumat, 29 September 2023

Tugas Rosul

Tugas Rusul


Perbedaan Maulid dan Maulid

 يَلِدُ لِدَةً وَمَوْلِدًا فهو وَالِدٌ وذاك مَوْلُوْدٌ لِدْ لَاتَلِدْ مَوْلِدٌ٢ مِيْلَادٌ

Maulid memiliki arti waktu kelahiran atau tempat kelahiran. Maulid Nabi berarti waktu kelahiran Nabi

Maulud artinya bayi yang dilahirkan. Maulud Nabi berarti bayi Nabi yang baru lahir

Milad memiliki arti waktu kelahiran seseorang.
Orang Arab menyebut hari natal dengan Ied al Milad
Malam Natal lailat al milad.

Bolehkah merayakan maulid

Ingatlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Minggu, 30 Juli 2023

doa khatam quran

Ya Allah bukakanlah hikmahMu pada kami melaluiu AL QURAN
Bentangkanlah rahmatMu pada kami dg Alquran
Ingatkanlah kepada kami terhadap apa yang kami lupa dari ayat ayat ayatMu,
Ajarkanlah kepada kami ayat ayat yang sulit kami pahami
wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Ya Alloh sinarilah penglihatan kami dengan Alquran,
Kuatkanlah pen     dengaran kami ketika menengar Alquran
Lapangkan dada kami dengan Alquran
Jadikanlah seluruh jasad kami beramal dengan Alquran,
Jadikanlah lidah kami lancar dengan Alquran,
Perkuatlanlah ss hati kami dengan Alquran,
Percepatlah pemahaman kami dengan Alquran,
Perkuatlah ke azaman kami dengan Alquran,
Sembuhkanlah penyakit kami dengan membaca Alquran
tambahlah keimanan kami dengan Alquran
dan jadikanlah Alquran ini sebagai syafaat bagi kami di yaumil akhir

Senin, 17 Juli 2023

Menjawab pertanyaan di alam kubur

Sedih sekaligus bahagia ketika mendengar seorang saudara sekaligus sahabat yang meninggal dunia di Mekkah setelah menunaikan ibadah haji. 
Sedih karena salah satu saudara  sekaligus sahabat tempat berdiskusi dan berbagai idenya yang cemerlang sudah tidak ada lagi. 
Bahagia karena beliau meninggal di Mekkah setelah selesai menunaikan ibadah haji, In syaa Allah hajinya mabrur dan balasannya adalah syurga. 

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

 “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR Bukhari).

Kematian adalah penghentian permanen dari fungsi biologis yang menopang makhluk hidup dan tidak ada obatnya serta tidak ada dokter atau ahli setingkat professorpun yang bisa mengembalikan fungsi itu kepada keadaan semula. 

Oleh sebab itu bila kematian sudah menghampiri manusia maka tidak ada lagi panca indra dan anggota tubuh manusia yang berfungsi. 

Suatu hari saya ikut mengantar menguburkan jenazah di Pemakaman Cikutra. Setelah jenazah dimasukkan ke dalam liang lahad dan ditimbun dengan tanah maka duduklah seorang petugas pengurus jenazah membacakan "talkin"  didepan kuburan dengan menggunakan bahasa Sunda. 

Dia berkata: "Sebentar lagi akan malaikat Munkar dan Nakir bertanya kepadamu

Man rabbuka? Siapa Tuhanmu? Jawab olehmu  Tuhanku Alloh swt

Ma dinuka? Apa agamamu?Jawab olehmu agamaku Islam

Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?Jawab olehmu Nabiku Muhammad saw

Ma kitabuka? Apa kitabmu?Jawab olehmu kitabku Al Qur an
 
Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?Jawab olehmu kiblat ku Ka'bah

Man ikhwanuka?Siapa saudaramu? Jawab olehmu Kaum muslimin dan muslimat adalah saudaraku

Setelah selesai upacara pemakaman saya pulang beriringan dengan orang yang tadi membacakan "talkin".

Kemudian saya bertanya kepada yang bersangkutan, " Maaf Pa saya mau bertanya., tadi bapak memberi nasehat kepada siapa?" 
Beliau menjawab:"Kepada yang baru saja meninggal dunia"

Lalu saya menjelaskan : "Pa, ketika manusia sudah meninggal dunia maka seluruh anggota tubuhnya termasuk panca indra sudak ada lagi yang berfungsi. Sebenarnya nasehat tadi buat yang hadir di pemakaman ini tapi sayang hanya sedikit yang mendengarkan dan kebanyakannya mengobrol".
Bapak ini terdiam. 

Pada waktu yang lain kita kembali mengantar jenazah ke tempat yang sama dan pulangnya kembali beriringan. 
Bapak yang membaca "talkin" berkata kepada saya:"Setelah saya renungkan dan saya resapkan, ternyata benar ucapan ustadz, bahwa 'talkin' yang saya bacakan adalah untuk orang yang masih hidup, dan tidak berguna buat yang sudah meninggal karena semua anggota tubuhnya tidak ada yang berfungsi lagi"

Maka yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah amal sholih seseorang ketika dia masih hidup di dunia. 

Rosulloh Saw bersabda
يَتْبَعُ الميتَ ثلاثةٌ: أهْلُه ومَالُه وعَمَلُه، فيرجع اثنان ويَبْقى واحد: يرجع أهْلُه ومَالُه، ويبقى عَمَلُه».  
[صحيح] - [متفق عليه]

"Mayat itu akan diikuti oleh 3 perkara: keluarga, harta dan amalnya. Dua perkara akan pulang kembali, dan yang satu akan tinggal (bersamanya). Keluarga dan hartanya akan kembali, dan yang tinggal adalah amalnya.
Hadis sahih - Muttafaq 'alaih

Selamat kembali kepada Sang Khaliq pa Dedi Djuardiman... Allohummaghfirhu war hamhu WA afihi wa' Fu anhum

















Senin, 03 Juli 2023

ilmu Nahu

Jenis jenis huruf
Dalam ilmu nahwu, jenis huruf sendiri ada banyak.

Di antaranya sebagai berikut:

1. Huruf jar, contohnya:
مِنْ، اِلَى، عَنْ، عَلَى، فِي، رُبَّ، ب، ك، ل، واو، تاء.

2. Huruf athaf, seperti:
و، اَوْ، ثُمَّ، ف، اَمْ، بَلْ، لَا، حَتَّى، لَكِنْ.

3. Huruf nashob

Huruf nashob adalah jenis huruf yg berfungsi membuat fi’il mudhori’ menjadi manshub. Adapun tanda manshub pada fi’il mudh/ori’ adalah :
a. Fathah
b. Hilangnya NUN pd Al Af’al Al Khamsah.

Huruf nashob hanya berlaku pada fi’il (kata kerja) /fiil mudhori') dan tidak berlaku atau tdk bisa masuk ke dalam isim (kata benda).

Huruf hurufnya
@an/ tidak ada arti/bahwa
@lan/tidak ada
@idzan/kalau begitu/jika demikian
@kai/agar/supaya
@hatta/sampai/hingga
@ lam kai/supaya/untuk...liya'budullooh
@lam juhud, tidak ada arti berfungsi untuk menyangkal.... Biasanya didahului oleh kata... Maa kaana atau lam yakun...
Contoh
Lam yakunil laahu li yaghfiro lahum
Maa kaana lloohu liyu'azzabahum

4. Huruf jazm seperti
لَمْ، لَمَّا، اَلَمْ، اَلَمَّا، لَامُ الْاَمْرِ، لَامُ النَّاهِيَة.

5. Huruf naasikhah seperti
إِنَّ، أَنَّ، كَأَنَّ، لَكِنَّ، لَيْتَ، لَعَلَّ.

adalah huruf yang menashabkan mubtada’ dan merafa’kan khabar. Kemudian mubtada’ disebut dengan isim inna dan khabar menjadi khabar inna. Disebut huruf nasikhah karena inna dan teman-temannya mengubah keadaan mubtada’ khabar.

6. Huruf mashdar seperti
أَنْ، أَنَّ، مَا، كَيْ، لَوْ.

masdar ( kata benda abstrak) adalah isim ma’na  yang mengandung makna perbuatan yang tidak memiliki masa, tempat, dan zat. Dalam defenisi Arabnya kira-kira seperti berikut:

المصدر هو ما دل على معنى او حدث مجرد من الزمان والمكان و الذات

 Contoh:

أَحْمَدُ يَقْرَأُ اْلقُرْآنَ , قِرَاءَتُهُ جَيِّدَةٌ1

7. Huruf nida(kata seru) seperti
يَا، أَيَا، هَيَا، أَيْ، الْهَمْزةُ، وَا.

8. Huruf jawab seperti
نَعَمْ، اَجَلْ، بَلَى، لَا.

8. Huruf istifham 

Huruf istifham dalam bahasa arab antara lain adalah

Huruf هَلْ yang artinya adalah apakah

Huruf مَا yang artinya adalah apa

Huruf مَنْ yang artinya adalah siapa

Huruf مَتَی yang artinya adalah kapan

Huruf كَمْ yang artinya adalah berapa

Huruf كَيْفَ yang artinya adalah bagaimana

Huruf اَيْنَ yang artinya adalah dimana

Huruf اَيُّ yang artinya adalah bera

Jenis isim

1. Isim istifham(kata tanya)

#maa/apa
#man/siapa
#mataa/kapan
#aina/dimana
#annaa/bagaimana
#kaifa/bagaimana
#kam/berapa
#maadzaa/apakah, a, ayyu/apakah/yang mana

2.Isim syarath/isim yang diletakkan diantara dua kalimat

#maa/apa saja
#man/barangsiapa
#ainamaa/di/kemanapun
#haitsuma/dimanapun
#kullamaa/setiap kali

maa/man/ainamaa menjadikan dua fiil mudhori'

3.Isim zhorof/kata keterangan(zorof zaman dan zorof makan)

A. Zorof zaman (keterangan waktu)

#idz/ketika
#qobla/sebelum
#ba'du/sesudah
#al-aan/sekarang
#al yauma/hari ini

B. Zorof makan ( ketenangan tempat)
#haitsu/di mana
#baina/di antara
#wa roo-a/ di belakang
#'inda/di sisi

4. Isim isyaroh/kata penunjuk

A. Penunjuk dekat (ini)
#Mudzakar/haadzaa/haazaani/haa-ulaa-i
#muannats/haadzihi/haataani/haa-ulaa-i

B. Penunjuk jauh
#mudzakar/dzaalika/dzaanika/ulaa-ika
#muannats/tilka/taanika/ulaa-ika

5.Isim maushul/kata penghung

#mudzakkar/alladzii/alladzaani/alladziina
#muannats/allatii/allataani/allaatii,alla-i
(Alladziina, maa, man)

6.isim dhomir/kata ganti

#mutakallim/orang pertama/pembicara
#mukhotob/orang kedua/yg diajak bicara
#ghoib/orang ketiga/yang dibicarakan

A. Dhomir munfashil/berdiri sendiri
#huwa/hum/anta/antum/ana/nahnu
B. Dhomir muttashil/bersambung dg isim/fiil/huruf
#hu/hum/ka/kum/na/ya

7. Isim tafdlil/kata menyatakan lebih
@kabiirun/besar# akbar/ lebih besar,
@shoghjiurun/kecil#ashghoru/lebih kecil

8. Isim ma'rifah di awali alif lam
    Isim naqiroh diakhiri tanwin

Fail, naibul fail, dll

1. Fail (pelaku) adalah isim setelah fii maklum (kata aktif)

2. Naibul fail adalah isim setelah fiil majhul(kata fasif)

3. Maful bih (objek penderita) yg dikenai pekerjaan

4. Maful li ajlih isim yg digunakan untuk menerangkan sebab/guna pekerjaan dilakukan.... Dibuktikan dgbpertanyaan.. Limaa.. Karena/untuk/sebab apa

5. Maful fiih (dzorof) keterangan tempat/waktu

6. Hal isim yg menerangkan keadaan fail/maful bih.. Dibuktikan dg pertanyaan bagaimana/kah keadaan q....kaifa

7. mudhof ilaihi kata yg menjadi sambungan yang di mukanya, sedangkan menurut asalnya ditengah tengah ada harfun jar

Kamis, 27 April 2023

khutbah Bulan Syawal

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ . الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ . وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 133-135)

1. Gemar berinfaq

Karakter orang bertaqwa yang pertama adalah gemar berinfaq baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit (QS. Ai Imran: 134)

Bulan Ramadhan yang disebut juga sebagai syahrul infaq telah melatih kita untuk banyak berinfaq. Rasulullah juga mencontohkan, beliau yang sangat dermawan menjadi jauh lebih dermawan pada bulan Ramadhan.

Infaq dan sedekah yang telah dilatih di bulan Ramadhan itu, hendaknya menjadi karakter kita karena itulah karakter orang bertaqwa; berinfaq baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Berinfaq baik dalam keadaan kaya atau miskin. Berinfaq baik di tanggal muda maupun tanggal tua. Tentu besarannya disesuaikan dengan kemampuan.

Para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum, mereka mencontohkan gemar berinfaq dalam segala kondisi. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan Perang Tabuk, dan waktu itu kondisinya paceklik, para sahabat berbondong-bondong untuk berinfaq.

Umar radhiyallahu ‘anhu datang membawa harta yang banyak. Beliau menginfakkan harta itu untuk jihad fi sabilillah yakni Perang Tabuk. Ketika ditanya Rasulullah, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Umar menjawab, “Aku menginfakkan separuh hartaku dan untuk keluargaku masih ada separuh hartaku.”

Setelah itu datang Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Beliau menginfakkan harta yang lebih banyak daripada infaq Umar. “Ya Rasulullah, aku infakkan seluruh hartaku.” Ketika ditanya Rasulullah, apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya, Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka, Allah dan Rasul-Nya.”

Umar yang awalnya ingin mengungguli amal Abu Bakar, saat itu tersadar, “Aku tidak pernah bisa mengungguli Abu Bakar.”

Selain Abu Bakar dan Umar, para sahabat lainnya juga berbondong-bondong untuk berinfaq. Ada pula sahabat yang karena keterbatasan ekonomi, hanya berinfaq segenggam kurma.

Orang-orang munafik mengejek, “Allah tidak membutuhkan infaq yang sangat sedikit seperti itu.” Namun Rasulullah justru memuji sahabat yang infaq meskipun segenggam kurma karena kemampuannya memang hanya sebesar itu.

Dan tidak ada ceritanya Umar jatuh miskin setelah menginfakkan separuh hartanya. Juga tidak ada ceritanya Abu Bakar jatuh bangkrut setelah menginfakkan seluruh hartanya. Yang ada, justru kekayaan mereka di kemudian hari bertambah dan semakin berkah. Persis seperti sabda Nabi:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Tidaklah sedekah mengurangi harta” (HR. Muslim)

Hadist Muslim Rasululloh bersabda

Setiap anggota tubuh manusia memiliki keharusan sedekah pada setiap harinya. Yaitu seperti
1.Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah.
2.Menolong orang yang naik kendaraan atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan, itu juga termasuk sedekah.
3. Ucapan atau tutur kata yang baik adalah sedekah.
4.Setiap langkah yang kamu ayunkan untuk menunaikan sholat adalah sedekah.
5.Menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum adalah sedekah.” (HR Muslim

Maka mari kita miliki karakter orang bertaqwa ini. Jangan menunggu kaya baru sedekah, sedekahlah! Insya Allah kita akan dijadikan kaya oleh Allah

2. Menahan marah

Karakter orang bertaqwa yang kedua adalah menahan marah, mampu mengelola emosi.

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ

dan orang-orang yang menahan amarahnya (QS. Ali Imran: 134)

Puasa Ramadhan telah mendidik kita untuk mampu mengelola emosi dengan baik. Puasa Ramadhan telah mendidik kita untuk bersabar, menahan diri dan tidak marah. Bahkan sekalipun ada orang-orang yang memprovokasi atau mengajak kita berkelahi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat. Jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa” (Muttafaq ’alaih)

Marah sering kali membuat orang hilang akal sehat, kata-kata tidak terkontrol, keputusan tidak bijak dan emosi tak terkendali. Puasa Ramadhan telah melatih kita untuk bisa menahan marah dan hendaknya itu terus menjadi karakter kita.

Secara medis, banyak penyakit yang muncul akibat dipicu oleh kemarahan. Mulai dari darah tinggi, kolestreol, hingga diabet. Sebab marah memicu hormon kortisol.

Rasulullah menyebutkan bahwa orang-orang yang mampu mengelola emosinya, mampu menahan marah, itulah orang-orang yang sejatinya benar-benar kuat.

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang kuat bukanlah orang (menang dalam) gulat, tetapi orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memafkan manusia

Karakter orang bertaqwa yang ketiga adalah adalah suka memaafkan.

وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

Dan memaafkan manusia (QS. Ali Imran: 134)

Tak hanya mampu menahan marah, orang bertaqwa juga pandai memaafkan kesahalah orang lain. Dan memaafkan tidak akan menurunkan harga diri seseorang, ia justru menambah kemuliaan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا

“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya” (HR. Muslim)

Memaafkan juga membuat hati lapang, penuh kedamaian dan mudah bahagia. Sebaliknya, tidak memaafkan alias mendendam akan memicu hormon kortisol yang mengakibatkan berbagai penyakit termasuk jantung, kanker dan stroke

4. Suka berbuat baik

Karakter keempat dari orang bertaqwa adalah suka berbuat baik; ia menjadi muhsinin.

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (QS. Ali Imran: 134)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir Al Munir bahwa muhsinin adalah orang yang membalas kejelekan dengan kebaikan.

Orang mencela kita, kita tidak marah, justru memaafkannya dan menyambung silaturahim dengannya, ini adalah contoh muhsinin. Ada orang menyakiti kita, kita justru memaafkan dan menolongya saat membutuhkan, juga contoh muhsinin.

Ramadhan telah mendidik kita untuk berbuat baik kepada siapa pun. Dan sudah seharusnya karakter itu kita teruskan sepanjang tahun karena itulah karakter orang bertaqwa.

5. Segera bertaubat

Karakter kelima dari orang bertaqwa adalah segera ingat Allah dan bertaubat kepada-Nya ketika melakukan dosa dan kemaksiatan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 135)

Tidak ada manusia yang bersih dari salah dan dosa kecuali Rasulullah yang ma’shum. Setiap orang bisa salah, setiap orang bisa terperosok ke dalam dosa, setiap orang bisa berbuat maksiat. Yang paling penting adalah segera bertaubat; ingat Allah, memohon ampun kepadaNya dan tidak mengulanginya lagi.

Allah SWT berfirman dalam QS 66(, At tahrim) : 8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

l
Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."


Demikianlah karakter kelima dari orang bertaqwa, sekaligus mengakhiri khutbah pertama dari khutbah Jumat Syawal ini.

وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين