Blog ini adalah kumpulan berbagai macam tulisan dari buah fikiran saya yang saya alami, saya amati, dan saya baca. Kenapa dibelakang Judul Blog ada tambahan d'Is? d'Is adalah judul rumus Fisika ketika saya selesai menurunkan suatu rumus pada waktu saya mengajar. Sehingga d'Is sangat populer dikalangan anak didik saya..........
Kamis, 28 Desember 2023
JUMLAH
Minggu, 29 Oktober 2023
Jumat, 29 September 2023
Tugas Rosul
Tugas Rusul
Perbedaan Maulid dan Maulid
يَلِدُ لِدَةً وَمَوْلِدًا فهو وَالِدٌ وذاك مَوْلُوْدٌ لِدْ لَاتَلِدْ مَوْلِدٌ٢ مِيْلَادٌ
Maulid memiliki arti waktu kelahiran atau tempat kelahiran. Maulid Nabi berarti waktu kelahiran Nabi
Maulud artinya bayi yang dilahirkan. Maulud Nabi berarti bayi Nabi yang baru lahir
Milad memiliki arti waktu kelahiran seseorang.
Orang Arab menyebut hari natal dengan Ied al Milad
Malam Natal lailat al milad.
Bolehkah merayakan maulid
Ingatlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Minggu, 30 Juli 2023
doa khatam quran
Ya Allah bukakanlah hikmahMu pada kami melaluiu AL QURAN
Bentangkanlah rahmatMu pada kami dg Alquran
Ingatkanlah kepada kami terhadap apa yang kami lupa dari ayat ayat ayatMu,
Ajarkanlah kepada kami ayat ayat yang sulit kami pahami
wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
Ya Alloh sinarilah penglihatan kami dengan Alquran,
Kuatkanlah pen dengaran kami ketika menengar Alquran
Lapangkan dada kami dengan Alquran
Jadikanlah seluruh jasad kami beramal dengan Alquran,
Jadikanlah lidah kami lancar dengan Alquran,
Perkuatlanlah ss hati kami dengan Alquran,
Percepatlah pemahaman kami dengan Alquran,
Perkuatlah ke azaman kami dengan Alquran,
Sembuhkanlah penyakit kami dengan membaca Alquran
tambahlah keimanan kami dengan Alquran
dan jadikanlah Alquran ini sebagai syafaat bagi kami di yaumil akhir
Senin, 17 Juli 2023
Menjawab pertanyaan di alam kubur
Senin, 03 Juli 2023
ilmu Nahu
Jenis jenis huruf
Dalam ilmu nahwu, jenis huruf sendiri ada banyak.
Di antaranya sebagai berikut:
1. Huruf jar, contohnya:
مِنْ، اِلَى، عَنْ، عَلَى، فِي، رُبَّ، ب، ك، ل، واو، تاء.
2. Huruf athaf, seperti:
و، اَوْ، ثُمَّ، ف، اَمْ، بَلْ، لَا، حَتَّى، لَكِنْ.
3. Huruf nashob
Huruf nashob adalah jenis huruf yg berfungsi membuat fi’il mudhori’ menjadi manshub. Adapun tanda manshub pada fi’il mudh/ori’ adalah :
a. Fathah
b. Hilangnya NUN pd Al Af’al Al Khamsah.
Huruf nashob hanya berlaku pada fi’il (kata kerja) /fiil mudhori') dan tidak berlaku atau tdk bisa masuk ke dalam isim (kata benda).
Huruf hurufnya
@an/ tidak ada arti/bahwa
@lan/tidak ada
@idzan/kalau begitu/jika demikian
@kai/agar/supaya
@hatta/sampai/hingga
@ lam kai/supaya/untuk...liya'budullooh
@lam juhud, tidak ada arti berfungsi untuk menyangkal.... Biasanya didahului oleh kata... Maa kaana atau lam yakun...
Contoh
Lam yakunil laahu li yaghfiro lahum
Maa kaana lloohu liyu'azzabahum
4. Huruf jazm seperti
لَمْ، لَمَّا، اَلَمْ، اَلَمَّا، لَامُ الْاَمْرِ، لَامُ النَّاهِيَة.
5. Huruf naasikhah seperti
إِنَّ، أَنَّ، كَأَنَّ، لَكِنَّ، لَيْتَ، لَعَلَّ.
adalah huruf yang menashabkan mubtada’ dan merafa’kan khabar. Kemudian mubtada’ disebut dengan isim inna dan khabar menjadi khabar inna. Disebut huruf nasikhah karena inna dan teman-temannya mengubah keadaan mubtada’ khabar.
6. Huruf mashdar seperti
أَنْ، أَنَّ، مَا، كَيْ، لَوْ.
masdar ( kata benda abstrak) adalah isim ma’na yang mengandung makna perbuatan yang tidak memiliki masa, tempat, dan zat. Dalam defenisi Arabnya kira-kira seperti berikut:
المصدر هو ما دل على معنى او حدث مجرد من الزمان والمكان و الذات
Contoh:
أَحْمَدُ يَقْرَأُ اْلقُرْآنَ , قِرَاءَتُهُ جَيِّدَةٌ1
7. Huruf nida(kata seru) seperti
يَا، أَيَا، هَيَا، أَيْ، الْهَمْزةُ، وَا.
8. Huruf jawab seperti
نَعَمْ، اَجَلْ، بَلَى، لَا.
8. Huruf istifham
Huruf istifham dalam bahasa arab antara lain adalah
Huruf هَلْ yang artinya adalah apakah
Huruf مَا yang artinya adalah apa
Huruf مَنْ yang artinya adalah siapa
Huruf مَتَی yang artinya adalah kapan
Huruf كَمْ yang artinya adalah berapa
Huruf كَيْفَ yang artinya adalah bagaimana
Huruf اَيْنَ yang artinya adalah dimana
Huruf اَيُّ yang artinya adalah bera
Jenis isim
1. Isim istifham(kata tanya)
#maa/apa
#man/siapa
#mataa/kapan
#aina/dimana
#annaa/bagaimana
#kaifa/bagaimana
#kam/berapa
#maadzaa/apakah, a, ayyu/apakah/yang mana
2.Isim syarath/isim yang diletakkan diantara dua kalimat
#maa/apa saja
#man/barangsiapa
#ainamaa/di/kemanapun
#haitsuma/dimanapun
#kullamaa/setiap kali
maa/man/ainamaa menjadikan dua fiil mudhori'
3.Isim zhorof/kata keterangan(zorof zaman dan zorof makan)
A. Zorof zaman (keterangan waktu)
#idz/ketika
#qobla/sebelum
#ba'du/sesudah
#al-aan/sekarang
#al yauma/hari ini
B. Zorof makan ( ketenangan tempat)
#haitsu/di mana
#baina/di antara
#wa roo-a/ di belakang
#'inda/di sisi
4. Isim isyaroh/kata penunjuk
A. Penunjuk dekat (ini)
#Mudzakar/haadzaa/haazaani/haa-ulaa-i
#muannats/haadzihi/haataani/haa-ulaa-i
B. Penunjuk jauh
#mudzakar/dzaalika/dzaanika/ulaa-ika
#muannats/tilka/taanika/ulaa-ika
5.Isim maushul/kata penghung
#mudzakkar/alladzii/alladzaani/alladziina
#muannats/allatii/allataani/allaatii,alla-i
(Alladziina, maa, man)
6.isim dhomir/kata ganti
#mutakallim/orang pertama/pembicara
#mukhotob/orang kedua/yg diajak bicara
#ghoib/orang ketiga/yang dibicarakan
A. Dhomir munfashil/berdiri sendiri
#huwa/hum/anta/antum/ana/nahnu
B. Dhomir muttashil/bersambung dg isim/fiil/huruf
#hu/hum/ka/kum/na/ya
7. Isim tafdlil/kata menyatakan lebih
@kabiirun/besar# akbar/ lebih besar,
@shoghjiurun/kecil#ashghoru/lebih kecil
8. Isim ma'rifah di awali alif lam
Isim naqiroh diakhiri tanwin
Fail, naibul fail, dll
1. Fail (pelaku) adalah isim setelah fii maklum (kata aktif)
2. Naibul fail adalah isim setelah fiil majhul(kata fasif)
3. Maful bih (objek penderita) yg dikenai pekerjaan
4. Maful li ajlih isim yg digunakan untuk menerangkan sebab/guna pekerjaan dilakukan.... Dibuktikan dgbpertanyaan.. Limaa.. Karena/untuk/sebab apa
5. Maful fiih (dzorof) keterangan tempat/waktu
6. Hal isim yg menerangkan keadaan fail/maful bih.. Dibuktikan dg pertanyaan bagaimana/kah keadaan q....kaifa
7. mudhof ilaihi kata yg menjadi sambungan yang di mukanya, sedangkan menurut asalnya ditengah tengah ada harfun jar
Kamis, 27 April 2023
khutbah Bulan Syawal
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ . الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ . وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 133-135)
1. Gemar berinfaq
Karakter orang bertaqwa yang pertama adalah gemar berinfaq baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit (QS. Ai Imran: 134)
Bulan Ramadhan yang disebut juga sebagai syahrul infaq telah melatih kita untuk banyak berinfaq. Rasulullah juga mencontohkan, beliau yang sangat dermawan menjadi jauh lebih dermawan pada bulan Ramadhan.
Infaq dan sedekah yang telah dilatih di bulan Ramadhan itu, hendaknya menjadi karakter kita karena itulah karakter orang bertaqwa; berinfaq baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Berinfaq baik dalam keadaan kaya atau miskin. Berinfaq baik di tanggal muda maupun tanggal tua. Tentu besarannya disesuaikan dengan kemampuan.
Para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum, mereka mencontohkan gemar berinfaq dalam segala kondisi. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan Perang Tabuk, dan waktu itu kondisinya paceklik, para sahabat berbondong-bondong untuk berinfaq.
Umar radhiyallahu ‘anhu datang membawa harta yang banyak. Beliau menginfakkan harta itu untuk jihad fi sabilillah yakni Perang Tabuk. Ketika ditanya Rasulullah, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Umar menjawab, “Aku menginfakkan separuh hartaku dan untuk keluargaku masih ada separuh hartaku.”
Setelah itu datang Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Beliau menginfakkan harta yang lebih banyak daripada infaq Umar. “Ya Rasulullah, aku infakkan seluruh hartaku.” Ketika ditanya Rasulullah, apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya, Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka, Allah dan Rasul-Nya.”
Umar yang awalnya ingin mengungguli amal Abu Bakar, saat itu tersadar, “Aku tidak pernah bisa mengungguli Abu Bakar.”
Selain Abu Bakar dan Umar, para sahabat lainnya juga berbondong-bondong untuk berinfaq. Ada pula sahabat yang karena keterbatasan ekonomi, hanya berinfaq segenggam kurma.
Orang-orang munafik mengejek, “Allah tidak membutuhkan infaq yang sangat sedikit seperti itu.” Namun Rasulullah justru memuji sahabat yang infaq meskipun segenggam kurma karena kemampuannya memang hanya sebesar itu.
Dan tidak ada ceritanya Umar jatuh miskin setelah menginfakkan separuh hartanya. Juga tidak ada ceritanya Abu Bakar jatuh bangkrut setelah menginfakkan seluruh hartanya. Yang ada, justru kekayaan mereka di kemudian hari bertambah dan semakin berkah. Persis seperti sabda Nabi:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Tidaklah sedekah mengurangi harta” (HR. Muslim)
Hadist Muslim Rasululloh bersabda
Setiap anggota tubuh manusia memiliki keharusan sedekah pada setiap harinya. Yaitu seperti
1.Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah.
2.Menolong orang yang naik kendaraan atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan, itu juga termasuk sedekah.
3. Ucapan atau tutur kata yang baik adalah sedekah.
4.Setiap langkah yang kamu ayunkan untuk menunaikan sholat adalah sedekah.
5.Menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum adalah sedekah.” (HR Muslim
Maka mari kita miliki karakter orang bertaqwa ini. Jangan menunggu kaya baru sedekah, sedekahlah! Insya Allah kita akan dijadikan kaya oleh Allah
2. Menahan marah
Karakter orang bertaqwa yang kedua adalah menahan marah, mampu mengelola emosi.
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
dan orang-orang yang menahan amarahnya (QS. Ali Imran: 134)
Puasa Ramadhan telah mendidik kita untuk mampu mengelola emosi dengan baik. Puasa Ramadhan telah mendidik kita untuk bersabar, menahan diri dan tidak marah. Bahkan sekalipun ada orang-orang yang memprovokasi atau mengajak kita berkelahi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ
“Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat. Jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa” (Muttafaq ’alaih)
Marah sering kali membuat orang hilang akal sehat, kata-kata tidak terkontrol, keputusan tidak bijak dan emosi tak terkendali. Puasa Ramadhan telah melatih kita untuk bisa menahan marah dan hendaknya itu terus menjadi karakter kita.
Secara medis, banyak penyakit yang muncul akibat dipicu oleh kemarahan. Mulai dari darah tinggi, kolestreol, hingga diabet. Sebab marah memicu hormon kortisol.
Rasulullah menyebutkan bahwa orang-orang yang mampu mengelola emosinya, mampu menahan marah, itulah orang-orang yang sejatinya benar-benar kuat.
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Orang yang kuat bukanlah orang (menang dalam) gulat, tetapi orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Memafkan manusia
Karakter orang bertaqwa yang ketiga adalah adalah suka memaafkan.
وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
Dan memaafkan manusia (QS. Ali Imran: 134)
Tak hanya mampu menahan marah, orang bertaqwa juga pandai memaafkan kesahalah orang lain. Dan memaafkan tidak akan menurunkan harga diri seseorang, ia justru menambah kemuliaan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya” (HR. Muslim)
Memaafkan juga membuat hati lapang, penuh kedamaian dan mudah bahagia. Sebaliknya, tidak memaafkan alias mendendam akan memicu hormon kortisol yang mengakibatkan berbagai penyakit termasuk jantung, kanker dan stroke
4. Suka berbuat baik
Karakter keempat dari orang bertaqwa adalah suka berbuat baik; ia menjadi muhsinin.
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (QS. Ali Imran: 134)
Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir Al Munir bahwa muhsinin adalah orang yang membalas kejelekan dengan kebaikan.
Orang mencela kita, kita tidak marah, justru memaafkannya dan menyambung silaturahim dengannya, ini adalah contoh muhsinin. Ada orang menyakiti kita, kita justru memaafkan dan menolongya saat membutuhkan, juga contoh muhsinin.
Ramadhan telah mendidik kita untuk berbuat baik kepada siapa pun. Dan sudah seharusnya karakter itu kita teruskan sepanjang tahun karena itulah karakter orang bertaqwa.
5. Segera bertaubat
Karakter kelima dari orang bertaqwa adalah segera ingat Allah dan bertaubat kepada-Nya ketika melakukan dosa dan kemaksiatan.
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 135)
Tidak ada manusia yang bersih dari salah dan dosa kecuali Rasulullah yang ma’shum. Setiap orang bisa salah, setiap orang bisa terperosok ke dalam dosa, setiap orang bisa berbuat maksiat. Yang paling penting adalah segera bertaubat; ingat Allah, memohon ampun kepadaNya dan tidak mengulanginya lagi.
Allah SWT berfirman dalam QS 66(, At tahrim) : 8
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
l
Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
Demikianlah karakter kelima dari orang bertaqwa, sekaligus mengakhiri khutbah pertama dari khutbah Jumat Syawal ini.
وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين
