Blog ini adalah kumpulan berbagai macam tulisan dari buah fikiran saya yang saya alami, saya amati, dan saya baca. Kenapa dibelakang Judul Blog ada tambahan d'Is? d'Is adalah judul rumus Fisika ketika saya selesai menurunkan suatu rumus pada waktu saya mengajar. Sehingga d'Is sangat populer dikalangan anak didik saya..........
Selamat ya....yang namanya tercantum di bawah ini ga usah remed! Dan Mudah2an bisa masuk Jurusan IPA!
XF
Afina Muthi Tsanya
Alifi Diptya N
Amelia Dwi Ananda
Dhea Geavanyi H
Diah Haerani
Dwi Fitriani
Firan Aria M
Franklyn AbrahamInggrid Julianti
Nandika Laraati
Nindytha Mugyaning Tias
Nurahma Rulianti S
Nuryanti Dewi Jayanti
Sheila Fauzia Rahmi
Tasza Nuraliyah
XG
Ahmad Sibaq
Bayu Putra P
Dara Nursafira R
Fakhri Syaifulloh N
Galih Adi Prasetyo
Gesang Ridho S
Gianty Mula Mawarni
Gilang Maulana
Ichsan Rismunandar
Jesica Saumy F
Kevin Arya R
Khaidzir Muhammad S
Kukuh Satio
Linda Wulandari
Mega Senoputri
Mochamad Gilang Ramadan
Muhamad Dika
Muhammad Dharmadi R
Muhammad Fadlan
Nabila Indah P
Rizky Setyo Wulandari
Rizky Dwi Ananda Putri
Sulistyo Bimantoro
Syifa Bunga Wulandari
Wyandra Ardiadika
Yosephine Pakpahan
Bagi yang namanya tidak tercantum .... berarti beum lulus dan harus remedial hari Selasa tanggal 15 Juni 2010 jam 8.00
Berikutnya nama siswa kelas XI IPA yang tidak remed! Bapak ucapkan selamat..dan mudah2an dikelas XII prestasinya lebih meningkat!
XI IPA 1
Adira Oktaroza
Ahasanul Amin
Anis Ayuningtyas
Anisa Meisha D
Annisa Fathia Y
Anugrah Fajar Iqbal I
Bella
Cindy Febryanti
Dwi Restini
Dwi Restini
Fatmawati NA.
Garmada Mali
Gian Angga G
Kartika Hardianti Z
Melinda Afriayanti
Muhammad Andri EKA F
Muhammad Agung A
Muhammad Feisal J
Muhammad Rizal Amin
Nadhira H
Nanda R
Ramadhanora
Reni Apriyani
Reni Rachmawati
Riska Amalia
Rizka Nurhidayati
Rosita P
Sandy Azhar P
Sarah Asyfa S
Sellen Agustine L
Sheila Putri S
Ulfiana N.I.
Vinca Putri D
Zaid Hizbullah A.G.Z
XI IPA 2
Alifia Virdani
Cinta Nayuma
Desire Ratih Aryuni
Fresilia Bebriani
Gandes Rasyida
Khairunnas Nurdin
Laurentia Mutiara Sani w
Maria Septia Bintang K
Mohamad Ilham F
Nurul Wanda Oktaviani
Putri Dewi P
Recky Caraka
Rio Abdul Aziz
Silvi Luthvia N
Vincencius Setyo Hutomo B
Vincya Tunggadevi
Wendy Gita Coryna Putri
Bagi yang namanya tidak tercantum ...bersiaplah untuk remedial hari Selasa tanggal 14 Juni 2010 jam 10.00.
Bagi yang tidak hadir berarti tidak ikut remedial. Dan tidak ada remed susulan!
Minggu, 13 Juni 2010
BOSAN
Bosan adalah salat satu kata yang setiap hari kita dengar. Bosan menimpa manusia apabila dia sudah tidak lagi menyenangi sesuatu yang tadinya dia senangi atau sangat dia senangi.
Manusia mempunyai sifat yang penuh dengan kelemahan. Pada suatu ketika senang atau gandrung dengan sesuatu sehingga dia tekuni dan setiap saat dilakukan atau dilaksanakan. Ketika seseorang menyenangi suatu lagu maka setiap hari lagu itu dia nayanyikan. Namun apabila dia sudah hapal betul dengan lagu itu maka dia mulai bosan dan melupakan lagu itu dan kemudian mencari lagu yang baru. Nah itulah salah satu sifat manusia.
Demikian pula apabila dia menemukan sesuatu yang baru yang baru dia bisa maka setiap saat dia akan melakoni sesuatu yang baru itu. Misalnya apabila seseorang baru belajar naik sepeda kemudian dia baru bisa, maka setiap hari dia akan bermain sepeda. Sampai pada akhirnya dia juga bosan dengan sepeda tersebut.
Begitupunbila kita baru bisa memainkan sesuatu game, maka kita akan memainkan game itu setiap hari. Tapi akhirnya tiba pada suatu saat kita akan bosan dengan game itu dan kita melupakannya.
Ada satu hal yang pasti tiak membuat kita bosan. Coba kita menghapal ayat-ayat Al-Qur'an, makin hafal kita, makin lancar kita , makin tau arti ayat-ayat yang kita baca, maka makin senang kita membacanya. Bea dengan lagu yang tadi saya ceritakan.
Saya sebagai manusia biasa juga demikian. Memiliki sufat bosan. Mungkin karena kesibukan, atau karena jenuh akhirnya lama tidak menulis diblog ini. Namun akhirnya saya berfikir sebenarnya untuk menulis tidaklah sulit. Karena setiap hari setiap saat kita memiliki pengalaman baru yang bisa kita tuangkan dalam beentk tulisan. Tidak membutuhkan waktu lama. Cukup 10 atau 15 menit kita sudah bisa mebuangkan pangalaman kita dalam bentuk tulisan.
Menulis membuat daya kreatifitas kita berkembang, menulis pengalaman membuat kita tidak lupa akan pengalaman itu. Menulis harus diimbangi juga dengan membaca ayat qouliyah (Qur'an) dan membaca ayat-ayat kauniyah (alam semeta) atau membaca tulisan orang lain.
"Bacalah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-Alaq : 1-5)
Rabu, 07 April 2010
PENYAKIT GURU
Seminggu setelah menyelesaikan portofolio sertifikasi guru, aku mencoba mengembalikan tenaga dan konsentrasiku. Ternyata menyusun portofolio untuk sertifikasi sangat menguras tenaga, fikiran dan dan juga saku. Alhamdulillah pada pelaksanaan Ujian Sekolah saya tidak kebagian mengawas sehingga saya bisa istirahat dirumah sambil mengisi waktu dengan berolah raga dan brousing di internet.
Rabu pagi saya berjalan kaki ke sekolah untuk menandatangani sesuatu dan sambil berolah raga. Disamping itu juga untuk menyampaikan informasi buat teman-teman MGMP Fisika karena ada undangan seminar Nasional di P4TK IPA Jl. Diponegoro.
Sesampai di sekolah saya menemui front office untuk mendatangani surat yang harus saya tandatangani. Kemudian saya menemui teman saya guru Fisika yang sedang berbincang dengan beberapa orang untuk menyampaikan informasi lewat sms yang saya dapat. Setelah diberitahukan, teman saya itu lalu meneruskan sms tersebut ke hp-nya dan memberitahukan kepada Koordinator TU yang ada disampingnya untuk membuat surat tugas mengikuti kegiatan tersebut.
Ketika kami sedang berbincang tiba-tiba teman saya menerima sms dari seseoang yang tidak dikenal identitasnya. Lalu dia membacakannya. Karena tertarik saya katakan tolong teruskan ke hp saya. Dan saya pun menerima sms tersebut.
Bunyi sms tersebut adalah:
"HIMABAUAN DARI MENDIKNAS DAN MENKES RI. Waspadalah terhadap 11 penyakit yang rentan di derita oleh Guru:
TIPES : tidak punya selera
MUAL : mutu amat lemah
KUDIS : kurang disiplin
ASMA : asal masuk kelas
KUSTA : kurang strategi
TBC : tiak bisa komputer
KRAM : kurang trampil
ASAM URAT : asal sampaikan materi urutan kurang akurat
LESU : lemah sumber
DIARE : di kelas anak-anak remehkan
GINJAL : gajinya nihil jarang aktif dan lambat
krmkan sm tmn2 guru, karena penyakit ini sgt berbahaya dan menular " Setelah membaca sms ini saya mencoba introsfeksi diri ternyata ini memang penyakit guru yang yang sangat berbahaya serta hampir menimpa semua guru sehingga perlu penangan segera apalagi bagi guru-guru yang sudah lulus sertifikasi.
Sabtu, 20 Maret 2010
UJIAN NASIONAL SMA"JUJUR DAN BERPRESTASI"?
Alhamdulillah setelah beberapa tahun tidak mengawas UN tahun ini aku ditunjuk kembali menjadi pengawas UN. Kebetulan aku mendapat tugas mengawas di SMAN 19 Bandung di Dago Pojok.
Aku baru pertama kali masuk ke SMAN 19. Walau baru masuk satu kali aku kenal baik dengan kepala sekolahnya karena kepala sekolahnya adalah teman saya waktu di TPK Provinsi dulu waktu saya masih menjadi anggpta TPK.
Aku datang terlambat karena sebelum berangkat aku mencari dulu surat tugas mengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Akhir aku berangkat dengan tidak membawa surat tugas karena lupa menyimpannya sehingga tidak berhasil ditemukan. Walau aku datang sudah jam delapan lebih acara belum dimulai dan ternyata masih banyak guru dari sekolah lain yang juga belum datang.
Ketika aku masuk ruangan ternyata 3 orang temanku sudah datang yaitu Pa Rahmat, Pa Matje dan Pa Tatang. Aku menyalami mereka lalu aku cari tempat duduk dipingir pintu yang masih kosong. Berhubung acara belum dimulai aku membuat dulu secangkir kopi yang kopinya sudah disediakan oleh panitia. Ternyata airnya dingin sehingga kopinya ga enak. Selesai membuat kopi dan meminumnya sedikit datanglah Pa Boy dan langsung duduk disebelahku. Kebetulan Pa Boy memang sahabatku dan disekolahpun tempat duduk kami bersebelahan.
Kira-kira 10 menit setelah Pa Boy datang, masuklah kepala sekolah SMAN 19 beserta 4 orang wakilnya pertanda acara akan dimulai. Karena terlalu pinggir aku dan Pa Boy pindah kemeja lain yang berada didepan kepala sekolah.
Wakasek Humas SMAN 19 membuka acara dengan membaca basmallah dilanjutkan dengan pengarahan oleh kepala sekolah dan petunjuk teknis oleh Wakasek kurikulum dan tanya jawab. Tidak ada yang baru dari penjelasan itu semuanya masih seperti yang dulu Hanya ketika kepala sekolah memberikan pengarahannya banyak sekali aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar karena itu adalah sesuai prosedur. Aku jadi nyeletuk ke Pa Boy..."Kalau tugasnya tugas negara kita harus begini begitu dan tidak boleh begini begitu tapi giliran bayaran sangat kecil. Seharusnya dengan tugas yang begitu berat bayarannya juga gede"
Kemudian kepala sekolah menasehatkan kepada pengawas lakukanlah tugas negara ini dengan baik dan jangan memberikan kesempatan kepada anak untuk berbuat curang. Karena tema UN tahun ini adalah"Jujur dan berprestasi". Berarti pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan dengan tidak jujur dan tentunya prestasinya juga jelek.
Pada sesi tanya jawab ada seorang guru yang menanyakan bagamana bila belum 2 jam siswa sudah selesai boleh keluar engga? Kepala sekolah menjawab tidak boleh, lakukan saja sesuai aturan. Bapak guru itu nanya lagi, apa yang harus kita lakukan? Kepala sekolah menjawab, suruh saja anak-anak memeriksa lagi dan memeriksa lagi lembar jawabannya. Menurut saya pertanyaan itu adalah pertanyaan tidak penting. Kalau anak sudah selesai suruh aja diam atau tidur kan habis perkara yang penting tidak ribut dan tidak mengganggu.
Berikutnya pertanyaan mengenai HP. Ada Guru yang menanyakan bagaimana mengamankan HP siswa dan juga guru. Kata guru itu ( yang rada syok gitu mentang-mentang dari sekolah favorit) kalau disekolahnya hp siswa dikumpulkan di pengawas dan hp pengawas dikumpulkan di panitia.Kepala sekolah menawab, ga usah ribet-ribet lakukan saja sesuai aturan. Kalau dikumpulkan di pengawas justru jadi ribet. Suruh saja masukkan HP mereka ke dalam tas masing-masing yang disimpan di depan kelas. Aku berfikir ada-ada saja ibu guru ini. Masalah begini saja dibikin ribet. Mengenai HP Pengawas di silent saja kan beres, kok takut betul dengan aturan.
Setelah selesai acara para pengawas keliling-keliling mensurvey kelas yang akan diawasinya. Karena memang sekolah ini bertingkat-tingkat. Bukan bangunannya yang bertingkat tapi tanahnya yang bertingkat-tingkat. Ada empat tingkatan tanah dan diatasnya dengan bangunannya masing-masing.Tapi saya dan teman-teman langsung saja pulang. Nanti Senin saja melihat ruangannya ga akan mungkin tersesat.
Selamat UN buat siswa SMA/SMK semoga lulus semuanya dan berprestasi baik. Selamat mengawas juga buat rekan-rekan guru...lakukan tugas negara dengan sebaik-baiknya.
Jumat, 19 Maret 2010
SERTIFIKASI
Setelah menunggu sekian lama sehingga masa kerja telah mencapai 23 tahun 10 bulan akhirnya saya dipanggil juga untuk mengikuti sertifikasi. Sementara dari sekolah SMK ada yang masa kerjanya baru 14 tahun sudah ikut sertifikasi. Alasannya klise karena guru SMK lebih sedikit dari Guru SMA. Itulah salah satu wujud ketidak adilan dunia pendidikan. Seharusnya kalau adil tidak melihata TK, SD, SMP, SMA atau SMK dilihat saja masa kerjanya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Karena masa kerja mencerminkan pengalaman mengajar seseorang. Artinya yang masa kerjanya lebih lama pastilah kemampuan mengajarnya lebih baik daripada yang massa kerjanya belum lama walaupun tidak semuanya begitu.
Saya berangkat untuk mengikuti pengarahan sertifikasi ini dengan langkah dingin. Tidak terlalu berharap karena daripengalaman angkatan sebelumnya dari 16 orang yang yang ikut sertifikasi yang lulus hanya 4 orang dan yang lainnya pelatihan bahkan ada dua orang yang pelatihanpun tidak lulus.
Namun demikian usaha harus dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil maksimal pula. Kalau kita sudah berusaha dengan optimal hasilnya serahkan saja kepada Alloh SWT, tidak ada yang sulit bagi Alloh untuk menjadikan sesuatu, cukup dengan mengatakan 'kun', maka jadilah sesutu yang diinginkanNya itu.
Kalau dilihat dari masa kerja mungkin untuk saya sudah cukup memadai. Tapi bukan hanya dari itu saja. Masih banyak komponen-komponen lainnya yang harus dipenuhi. Karena saya lama mengajar di swasta, maka banyak sekali komponen-komponen itu tidak terpenuhi.
Bersama 11 orang teman saya dari satu sekolah yang hadir untuk mengikuti sertifikasi, kami hanya berharap ada keajaiban dan tentu saja nasib. Namun mudah-mudahan kalau kita berusaha dan sabar dan shalat insyaalloh segala sesuatu akan menjadi mudah.
Ya Alloh kalau sertifikasi ini baik bagiku maka mudahkanlah kepadaku untuk mengikutinya dan menyusun fortofolionya. Lancarkanlah ya Alloh, jauhkanlah dari kesulitan.
Ya Allah, tidak ada yang mudah, kecuali sesuatu yang Engkau jadikan mudah, Engkaulah yang menjadikan yang susah itu menjadi mudah. Maka mudahkanlah segala urusanku Ya Alloh...Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, beriman bertemu dengan-Mu, ridha terhadap segala ketentuan-Mu dan menerima sepenuhnya pemberian-Mu. Amin
Bismillaahirrohmanirrohim, lahaula wala quwata illa billah.
Rabu, 17 Maret 2010
FISIKA KELAS X
Nindytha X F 80
Tazsa Nuruliyah XF 65
Syifa Bunga XG 95
Ahmad Sibaq XG 90
Mega Senoputri XG 90
Khaidir M. S. XG 90
Wyandra A XG 80
Rizki Dwi A.P XG 70
Dara Nur S. R. XG 65
Yang lain Remed.
Sabtu, 13 Februari 2010
MENDIDIK ANAK
Menikah adalah fitrah manusia. Setiap orang yang menikah pasti menambakan anak. Orang tua, dan anak-anaknya adalah keluarga. Orang tua berkewajiban menjaga keluarganya dari api neraka.
"Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar , keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang iperintahkanNya kepada mereka dan selalu ,mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim : 6)
Anak adalah asset bagi orang tua yang yang harus dijaga, dipelihara, dididik menjadi manusia yang sholeh dan cerdas. Sebagai asset karena salah satu amal jariah yang masih terus mengalir ketika kita sudah meninggalkan alam dunia ini adalah anak yang sholeh.
" Apabila meninggal anak Adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga hal. Yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" ( Hadist)
Anak sholeh adalah anak yang beriman dan bertaqwa, menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangannya. Orang tua akan terus memperoleh pahala dari anak yang sholeh ( amal jariah) karena keberhasilannya mendidik anaknya tersebut .Tentu untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Harus penuh perjuangan, penuh kesabaran dan penuh keikhlasan. Tanpa ketiga hal ini mustahil kita bisa mendidik anak menjadi anal yang sholeh.
Dalam ajaran Islam anak dilahirkan sebagai bayi yang suci, tanpa dosa sedikitpun dan tidak menanggung dosa siapapun. Bayi yang baru lahir bagaikan selembar kertas yang siap ditulis dengan tulisan apapun dan diwarnai dengan warna apapun oleh orang tuanya. Maksudnya bahwa karakter, tingkah laku, akhlaq anak kita nanti setelah dewasa sangat tergantung kepada bagaimana orang tua menidik anaknya. Walaupun pengaruh lingkungan juga tidak bisa diabaikan.
Dalam sebuah hadist Rosululloh berabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orangtuanyalah yang meyahudikannya, memajusikannya, dan menasranikannya."
Dari hadist diatas jelas bahwa yang membentuk anak menjadi sholeh atau tidak adalah kedua orang tuanya.
Untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh syarat utamanya adalah kedua orang tuanya harus menjadi orang tua yang sholeh dulu karena bayi atau anak akan meniru tingkah laku, ucapan, tindakan dan akhlak orang tuanya.
Sebagai contoh kalau orang tua sering berbicara kasar dirumah pasti anaknya juga akan berbicara kasar. Sebaliknya bila orang tua suka berbicara lemah lembut pasti anaknya juga akan berbicara lemah lembut.
Di dalam debuah hadist Rosululloh bersabda:
"Didiklah anak-anakmu dan perbaguslah adab mereka" (HR. Ibnu Majah)
Di dalam Islam anak dan harta adalah fitnah (cobaan), maka orang tua harus bersiap-siap menghadapi berbagai cobaan dalam menghadapi tingkah laku anaknya.
" Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya disisi Alloh lah pahala yang besar." ( QS. Al Anfaal : 28 )
Menurut Drs. H. Ahmad Yani dalam Buku Khutbahnya minimal ada 5 kiat untuk mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh:
Kesatu:
Orang tua harus memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.
Jelasnya untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh orang tuanya harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kalau menyuruh anak sholat, orangtuanya harus sholat dulu. Kalau menyuruh anak membaca Qur'an, orang tuanya harus bisa dulu membaca Qur'an atau orang tua sering membaca Al-Qur'an , dst. Karena amat besar kebencian disisi Alloh bagi orang yang menyuruh orang lain berbuat baik tapi dia sendiri tidak melakukannya.
"Amat besar kebencian disisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan"QS. AsH-Shaaf : 3 )
Bahkan dalam Surat lain Alloh mengatakan bahwa orang yang demikian adalah orang yang tidak berfikir.
"Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan? sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kamu berfikir?" (QS.AL-Baqoroh : 44)
Kedua:
Mendidik anak dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik semenjak kecil.
Anak harus dibiasakan melakukan hal-hal yang baik semenjak kecil. Misalnya anak yang berumur 7 tahun diajak dan diperintahkan untuk shalat walaupun shalat itu belum wajib baginya. Demikian juga ajak shaum ramadhan, walaupun shaum itu belum wajib baginya, dan seterusnya. Sehingga ketika anak sudah aqil baligh sudah terbiasa untuk melakukan kewajiban.
"Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur 7 tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka" (HR. Abu Dawud)
Ketiga:
Mendidik dengan pengajaran dan dialog (diskusi).
Bila anak sudah mendapat keteladanan dan pembiasaan, maka langkah ketiga dalam mendidik anak adalah dengan memberikan pengajaran dan dialog. Anak diajarkan ajaran Islam sesuai Al-Qur'an dan As-Sunah baik secara formal atau tidak formal. Dalam proses pengajaran itu anak mngkin menemukan atau melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, maka orang tua mnegjak anak berdiskusi untuk menjelasakan apa yang dipermsalahkan oleh anak, sehingga akhirnya ank jai mengerti benar tentang ajaran Islam.
" Serulah Kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalanNya an Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl : 125)
Keempat:
Mengawasi dan menasehati
Ketika anak sudah mulai terbiasa menjalankan kewajibannya tidak boleh dilepas begitu saja tetapi perlu tetap diawasi. Karena pengaruh lingkungan sangat kuat. Sebagai orang tua kita harus menanyakan kepada anak kita sudah shalat atau belum, bila waktu shalat sudah tiba. Bila anak sedang berada di luar rumah harus ditanyakan sedang dimana. Orang tua juga harus tahu siapa saja teman-teman dekat anaknya kalau perlu disuruh diajak ke rumah agar orang tua tahu bagaimana karakter atau sifat teman-temannya.
" Seseorang mengikuti agama temannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berteman" (HR. Tirmizi)
Bila anak berbuat kesalahan maka orang tua wajib menasehatinya dengan penuh kasih sayang. Harus dijelaskan kepada anak bahwa orang tua marah bukan karena benci tapi karena begitu sayangnya kepada anak.
Kelima :
Mendidik dengan cara memberikan hukuman atau sangsi bila anak tidak melakukan kewajibannya, dan memberi reward atau hadiah bila anak taat menjalani kewajibannya.
Bila anak tidak melakukan kewajibannya maka orang tua harus memberikan nasihat dengan lemah lembut dan cara yang baik. Tapi bila masih juga belum berubah maka harus dengan cara yang lebih keras. Tapi tentunya tidak dengan cara sampai menyakiti anak. Misalnya anak dikurangi uang jajannya, dilarang bermain diluar rumah, dan lain-lain.
Isyarat mendidik anak dengan cara demikian sesuai dengan hadist perintah shalat di atas, tujuh tahun suruh shalat, sepuluh tahun belum mau shalat dipukul. Namun hadist ini jangan dijadikan alasan kita memukul anak karena kesalahannya, maksud hadist ini adalah bahwa dalam mendidik anak harus melalui proses atau tahapan-tahapan tertentu sesuai dengan tingkat usia anak.
Juga jangan lupa memberikan reward kepada anak bila dia disiplin melakukan kewajibannya, sehingga anak akan menjadi lebih bersemangat lagi dalam menjalankan kewajibannya.