Pages

Jumat, 19 Februari 2021

Berapa lama kita tinggal di dunia?(Relativitas umur nenurut Al-Qur'an)


1.  (QS. Al Hajj: 47)
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

2. (QS. Asajadah : 5)

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

3. HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

4. QS Almukminun :112-114

 قالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنينَ َ
Alloh berfirman : Berapa bilangan tahun kamu berdiam di atas bumi?

 قالُوا لَبِثْنا يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعادِّينَ َ
Mereka menjawab: Kami telah berdiam di sana sehari atau se­tengah hari. Cobalah tanyakan kepada orang yang pandai menghitung.

 قالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلاَّ قَليلاً لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Alloh berfirman : Tidaklah lama kamu berdiam di sana, hanya sedikit (sebentar saja), kalau kamu mengtahui.

Ayat Quran dan hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa
1 hari di akhirat  =  1000 tahun di dunia

Mari kita hitung
1 hari di dunia = 24 jam
1 hari di akhirat = 1000 tahun.
Nabi Daud adalah orang yang umurnya paling panjang yaitu 950 tahun, anggap 1000 tahun
Jadi :
kalau kita hidup di dunia
1000 tahun = 24 jam akhirat,
500    tahun = 12 jam akhirat,
250.   tahun =    6 jam akhirat,
125    tahun =    3 jam akhirat,
62,5   tahun = 1,5 jam akhirat.

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ رواه الترمذي
5. HR At-Tirmidzi.

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun.
Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi).

Jadi kalau rata rata umur manusia 63 tahun seperti umur Rosululloh salalloohu alaihi wa salam, kita hidup di dunia hanya 1,5 jam akhirat.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Jumat, 10 Juli 2020

Beramal tidak hanya buat diri sendiri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

 
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An Nahl 97)
Tafsir
 
Jalalai  Ibnu KatsirRingkas Kemenag Lengkap Kemenag Ringkasan Al-Azhar
(Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa yang dimaksud adalah kehidupan di surga. Menurut pendapat yang lain dikatakan adalah kehidupan dunia, yaitu dengan mendapatkan rasa qana`ah atau menerima apa adanya atau ia mendapatkan rezeki yang halal (dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan).

   
Tidak Hanya Memikirkan Amalan untuk Diri Sendiri
Amma ba’du …
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah 
Nilai suatu amal berdasarkan pada niat si pelaku. Sebab, demikianlah Allah SWT menilainya, yakni amal dari niat seorang hamba. Ada tiga jenis amal, yaitu amal jariah, amal ibadah, dan amal saleh.
1. Amal jariah berarti 'perbuatan yang berkelanjutan.' Nama lainnya adalah wakaf. Kata itu berasal dari waqafa yang berarti 'menghentikan, mengekang, atau menahan.' Amal jariah disebut wakaf karena benda yang jadi obljeknya ditujukan bagi kemaslahatan umum dan agama.
Pahala amal jariah tidak akan terputus walaupun pemberinya sudah meninggal, selama benda yang diamalkan tersebut masih memberikan manfaat bagi kepentingan umum. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW,
 “Bila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (hal): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).
Jariah berasal dari kata jara yang artinya mengalir tidak putus-putusnya. Maka amal jariah agar manfaatnya berlangsung abadi, harus dikelola dengan baik. pengelola amal jariah adalah badan wakaf.
Wakaf sebagai amal jariah ada dua macam, yaitu waqaf ahli dan waqaf khairi. 
Waqaf ahli adalah wakaf yang pada awalnya ditujukan untuk orang-orang tertentu, namun saat pemberi wakaf meninggal, benda wakaf dialihkan untuk kepentingan umum.
Waqaf khairi adalah wakaf yang sejak awal sudah ditujukan untuk kepentingan umum, atau waqaf ahli yang penerima pertamanya sudah tidak ada.
2. Amal yang kedua, amal ibadah, berarti perbuatan pengabdian. Ibadah berasal dari kata abada yang berarti melayani, mengabdi, dan menyembah. Perintah untuk beribadah terdapat dalam Alquran surat Adz Dzaariyaat ayat 56 yang artinya, “Aku tidak jadikan jin dan manusia kecuali agar mereka mengabdi kepadaku."
Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT sesuai firman Allah SWT dalam Alquran surat Az-Zumar ayat 11 yang artinya, “Katakanlah, bahwasanya aku diperintahkan menyembah Allah seraya mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya." Ibadah juga mesti didasarkan pada perintah dari Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW.
3. Amal yang ketiga adalah amal saleh. Amal saleh meliputi semua perbuatan, lahir maupun batin, yang berakibat pada hal positif atau bermanfaat. Amal saleh bisa mencakup pengertian amal jariah dan amal ibadah.

Berdasarkan manfaatnya Ada dua amalan yang perlu kita kenal, yaitu: amalan muta’addi dan amalan qashir.j
1. Amalan  muta’addi adalah amalan yang manfaatnya untuk orang lain, baik manfaat ukhrawi (seperti mengajarkan ilmu dan dakwah ilallah), bisa juga manfaat duniawi (seperti menunaikan hajat orang lain, menolong orang yang dizalimi).
2. Amalan qaashir adalah amalan yang manfaatnya hanya untuk pelakunya saja, seperti puasa dan iktikaf 
Para fuqoha menyatakan bahwa amalan muta’addi yang manfaatnya untuk orang lain lebih utama dari amalan qaashir yang manfaatnya untuk diri sendiri.
 Dalil pertama:
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
“Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya.” (HR. Abu Daud, no. 3641; Ibnu Majah, no. 223; Tirmidzi, no. 2682. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam tahqiq terhadap Misykah Al-Mashabih).
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata, “Pelaku ibadah qaashirah hanya mendapatkan manfaat untuk dirinya sendiri; jika ia meninggal dunia, amalannya akan terputus. Adapun pelaku ibadah muta’addi, maka walaupun meninggal dunia, amalannya tidaklah terputus.” (Utruk Atsaran Qabla Ar-Rahiil, hlm. 8)
 
Dalil kedua:
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
المؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلاَ خَيْرَ فِيْمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, no. 5949. Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 426).
 
Dalil ketiga:
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini –masjid Nabawi– selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al-Jaami’ no. 176). Lihatlah memenuhi hajat orang lain dibandingkan dengan amalan iktikaf. Memenuhi hajat orang lain termasuk amalan muta’addi, lebih besar pahalanya dibanding dengan amalan iktikaf yang merupakan amalan qaashir.
 
Dalil keempat:
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ مَعْبَدٍ حَائِطًا فَقَالَ يَا أُمَّ مَعْبَدٍ مَنْ غَرَسَ هَذَا النَّخْلَ أَ مُسْلِمٌ أَمْ كَافِرٌ فَقَالَتْ بَلْ مُسْلِمٌ قَالَ فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلاَ دَابَّةٌ وَلاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasuki kebun Ummu Ma’bad, kemudian beliau bersabda, “Wahai Ummu Ma’bad, siapakah yang menanam kurma ini, seorang muslim atau seorang kafir?” Ummu Ma’bad berkata, “Seorang muslim.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 1552)
 
Contoh beberapa amalan muta’addi yang bisa kita praktikkan:
1. Berdakwah ilallah (mengajak pada agama Allah) karena orang yang berdakwah telah memiliki perkataan terbaik.
2. Mengajarkan ilmu agama. Imam Syafii dan ulama Syafiiyah mengatakan bahwa belajar agama dan mengajarkan ilmu agama lebih baik daripada amalan sunnah.
3. Membangun masjid, balasannya adalah akan dibangun istana di surga.
4. Memberi nasihat dan mewujudkan kebaikan terkait hak Allah, kitab Allah, Rasul Allah, penguasa, ulama, dan kaum muslimin secara umum.
5. Mendamaikan yang berselisih.
6. Memberi syafaat (menjadi perantara) untuk orang lain agar terpenuhi hajatnya.
7. Menolong orang yang dizalimi.
8. Membantu hajat kaum muslimin dan menolong orang yang terkena musibah.
9. Bersedekah pada fakir miskin dan yang membutuhkan.
10. Memberikan pinjaman pada orang lain tanpa memberikan riba dan memberikan tenggang waktu jika ia sulit membayar hutang

Khutbah Kedua
 
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
 


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/22113-khutbah-jumat-tidak-hanya-memikirkan-amalan-untuk-diri-sendiri.html

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/22113-khutbah-jumat-tidak-hanya-memikirkan-amalan-untuk-diri-sendiri.html-Nahl: 97

Selasa, 03 Desember 2019

MATERI POKOK PAS FISIKA KELAS X


Hakekat Fisika dan Prosedur  Ilmiah
                1.            Fungsi Fisika
                2.            Langkah langkah Penelitian
                3.            Varibel eksperimen
                4.            Pertolongan Pertama di Laboratorium
                5.            Gambar/simbol peringatan di Laboratorium

Pengukuran
                1.            Alat ukur panjang
                2.            Besaran pokok
                3.            Besaran turunan
                4.            Dimensi PG
                5.            Dimensi Essay
                6.            Angka Penting
Vektor 
    1.            Vektor perpindahan
                2.            Penjumlahan vektor secara segitiga
                3.            Penjumlahan Vektor secara poligon
                4.            Penjumlahan dua vektor dengan Rumus Cosinus
                5.            Penjumlahn vektor secara analitis
                6.            Penjumlahn vektor satuan

Gerak lurus
                1.            Gerak Lurus Beraturan (GLB)
                2.            Grafik gerak lurus
                3.            Perpindahan/jarak GLBB
                4.            Kecepatan GLBB
                5.            Gerak Jatuh Bebas (GJB)
                6.            Gerak Vertikal ke Atas (GVA) 

Gerak Parabola
                1.            Jarak maksimum
                2.            Tinggi maksimum
                3.            Perbandingan tinggi maksimum
                4.            Koordinat kecepatan
                5.            Kecepatan awal
                6.            Jarak mendatar setelah benda melewati tinggi maksimum

Gerak Melingkar
                1.            Perioda dan kecepatan linier
                2.            Percepatan sentripetal
                3.            Kecepatan sudut dan frekuensi
                4.            Percepatan sentripetal
                5.            Hubungan roda
                6.            Benda bergerak di dalam lingkaran

Senin, 20 Mei 2019

DO'A PELEPAS KELAS XII 2019


v Alloohumma ya Alloh....hari ini  kami berkumpul ditempat ini dalam rangka pelepasan anak didik kami yang telah menyelesaikan satu tahap pendidikannya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan  yang lebih tinggi dalam menyongsong masa depan mereka yang gemilang.

v Ya Alloh jadikanlah anak didik kami anak anak yang berakhlak mulya yang taat akan agamanya sehingga berguna bagi dirinya, keluarganya, agamanya, bangsanya dan engaranya

v Ya Alloh berikanlah kemudahan pada mereka agar mereka diterima diperguruan tinggi yang mereka cita citakan sehingga menjadi passion bagi mereka dan lancar dalam menyelesaikan pendidikannya.

v Ridhoilah Ya Alloh, Lancarkanlah ya Rohman dan mudahkanlah ya Rohim, jadikanlah kegiatan ini sebagai pintu turunnya rahmatmu dan

v Jadikanlah kegiatan ini sebagai amal sholeh kami yang akan menjadi ladang amal kami yang akan menjemput kami di akhirat nanti.

v Ya Alloh  maafkanlah dosa-dosa kami, maafkanlah dosa dosa kedua ibu bapak kami, maafkanlah dosa-dosa istri kami, suami kami, anak-anak kami, guru-guru kami ,pemimpin pemimpin kami yang beriman  orang-orang yang yang senantiasa menasihati kami dengan doa, dan dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mikminat yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia....

v Ya Alloh  Anugerahkan kami kecerdasan dalam berpikir, kesungguhan dalam berkarya, keikhlasan dalam bekerja dan kemudahan dalam segala urusan kami .

v Bukakanlah untuk kami jalan keluar dari segala kesulitan, ajarkan kepada kami apa yang belum kami ketahui dan sempurnakan segala kekurangan yang kami miliki serta penuhilah segala kebutuhan kami.

v Jadikanlah kami termasuk golongan orang yang senantiasa ingat kepadamu, selalu mensyukuri nikmatMu dan selalu beribadah dan mengabdikan diri kepadamu.

v Ya Alloh Pancarkanlah cahaya kebenaran di hati kami, pada pendengaran kami, pada penglihatan kami, pada lidah kami, dan pada semua raga kami, agar kami dapat melihat kebenaran itu adalah jelas benarnya dan  berilah kemampuan kepada kami untuk mengikutinya, serta dapat melihat yang salah itu jelas salahnya , dan berikan kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.

v Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan orang-yang yang engkau ridhoi bukan jalan orang-orang yang sesat dan orang-orang yang engkau murkai.

v Ya Alloh perbaikilah silaturahim diantara kami, persatukanlah hati-hati kami, tunjukilah kepada kami jalan jalan keselamatan, seamatkanlah kami dari gelapnya kekufuran kepada cahaya keimanan dan jauhilah kami dari kekejian, baik lahir maupun batin

v Ya Allah,  sesungguhnya kami memohon kepadamu keselamatan dalam agama, kesehatan dalam tubuh,  bertambah dalam ilmu,  keberkahan dalam rizki, taubat sebelum mati, mendapat rahmat sebelum mati dan mendapat pengampunan sesudah mati.

v Ya Alloh ringankanlah kepada kami ketika sakaratul maut, bebaskanlah kami dari api neraka, dan  maafkanlah kami ketika hari perhitungan.

v Ya Alloh Kokohkanlah rasa persatuan dan kesatuan di hati kami, janganlah engkau cerai beraikan kami, jauhkanlah kami dari rasa dendam dan permusuhan di antara kami demi terwujudnya keakraban, persaudaraan, kerukunan, kedamaian, kekompakan dan ketentaraman  dalam diri kami.

v Ya Jadikanlah SMAN 20 SMAN yang unggul dalam berbagai bidang, guru-gurunya menjadi guru yang menjadi teladan bagi murid muridnya dan dikenang kebaikannya oleh anak didiknya walaupun mereka sudah tiada, murid muridnya menjadi  murid murid yang sholeh dan sholehah yang akan menjadi amal jariah bagi gurunya karena mengamalkannya ilmu yang diberikan gurunya ketika gurunya telah meninggal dunia.

v Ya Alloh, kabulkanlah doa kami,  seseungguhnya hanya engkaulah yang dapat mengabulkan doa kami.

Rabu, 08 Mei 2019

HAL YANG HARUS DILAKUKAN AGAR SHAUM KITA BERMAKNA

Mari kita bertanya kepada diri kita, kita berasal dari mana dan akan kembali kemana?
Perhatikan firman Alloh dalam surat  Surat Al-Baqarah Ayat 28


كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,

Kenapa kita harus shaum bulan Ramadhon dan melakukan ibadah yang lainnya? Karena kita asalnya mati (ketika dalam bentuk nutfah), kemudian dihidupkan di alam rahim dan dilahirkan ke dunia, kemudian kita dimatikan kembali, dan dihidupkan kembali di akhirat dan kembali kita kepada Alloh. Kenapa kita kembali kepada Alloh untuk mempertanggung jawabkan amal ibadah kita selama kita hidup didunia ini dan siapa yang palinh bsik snalny

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, ( Al Mulk ayat 2)

Tujuan shaum Ramadhan adalah menjadi orang bertaqwa. Firman Alloh dalam surat Al Baqoroh 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Ada 8 hal yang harus kita lakukan agar shaum kita bermakna, 

1.Membersihkan diri dengan taubat sehingga ketika masuk bulan Ramadhan dalam keadaan suci.

     Nasehat ulama salaf, bersihkan 4 perkara dengan 4 perkara.
     
     Bersihkan 4 perkara dengan 4 perkara
     Bersihkan  wajah dengan air mata
     Bersihkan lisan dengan berzikir
     Bersihkan hati dengan membaca Al Quran
     Bersihkan badan/dosa dengan istighfar 

2. Pelajari ilmu tentang shaum.

Pelajari apa yang membatalkan shaum dan apa yang membatalkan pahala shaum.Karena hanya dengan ilmu amsl ibadah kita menjadi sempurna.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

العَامِلُ بِلاَ عِلْمٍ كَالسَّائِرِ بِلاَ دَلِيْلٍ وَمَعْلُوْمٌ أنَّ عَطَبَ مِثْلِ هَذَا أَقْرَبُ مِنْ سَلاَمَتِهِ وَإِنْ قُدِّرَ سَلاَمَتُهُ اِتِّفَاقًا نَادِرًا فَهُوَ غَيْرُ مَحْمُوْدٍ بَلْ مَذْمُوْمٌ عِنْدَ العُقَلاَءِ
“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapatkan kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”

Imam Syafi'i berkata :

من أراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم، ومن أراد الدنيا والآخرة فعليه بالعلم

“Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu

3.  Shiyam

Shyiam berasal dari kata imsyak yang artinya menahan atau menggenggam.

Apa yang harus kita tahan/genggam selama bulan Ramadhon?:

Satu : Genggam dan tahan Mulut kits agar tidak berkata kasar, kotor, mencaci, memaki, dan bertengkar, ngerumpi atau ghibah dll

Dua :Tutup atau tahan Mata kita agar tidak melihat hal hal yang dilarang okeh Alloh, melihat aurat orang lain, nonton sinetron yang membuka aurat, dll

Tiga : Jaga dan tahan Tangan kits agar tidak memegang yang bukan haknya, tidak memukul, dan tidak  digunakan untuk mengambil hak orang lain, dll

Empat: Jaga dan tahan Kaki kita agar Tidak melangkah ketempat yang dilarang atau diharamkan Alloh swt. Sebaik baiknya kaki kita melangkah adalah menuju madjid atau majlis taklim.

Lima :Tutup atau tahan Telinga kita agar btidak digunakan untuk mendengar yang tidak baik, mendengar musik atau lagu yang melupakan diri kepada Alloh, sebaiknya dengarkan Al-Qur'an.


Enam:Tahan Hati kita agar terhindar dari penyakit hati, iri, dengki, ujub, riya', dll

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al Arof 179.)

Kita lakukan 6 hal diatas agar shaum kita tidak sia sia.

رُبَّ صَاىِٔمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ
“Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, ”Hasan Shahih.”)


4. Qiyamul lail

Qiyam artinya berdiri lail artinya malam, berdiri di malam hari. Maksudnya melakukan shalat tarawih atau sholat tahajjud. Bila shalat tarawih dilakukan sebelum tidur bdan bila shalat tahajud harus tidur. Rasulullah tidak pernah sholat nalam lebih 11 raka'at baik di bulan Ramdhan maupun diluar bulan Ramadhan.

Allah Ta’ala berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Artinya: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS Al-Isra [17]: 79-80).

Disamping qiyamullail, jangan tinggalkan shalat rawatib 12 rakaat yaitu :

4 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat setelah zuhur
2 rakaat setelah Magrib
2 rakaat setelah Isya'
2 rakaat sebelum shubuh, rok 'ataini minal Fajri khorum minal ardhi wa maa fiiha.

Juga jangan lupa melakukan shalat Sunnah isyroq, Rodululluh betsabda::

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي هذا حديث حسن غريب)
Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang shalat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna.’ (HR. Tirmidzi no HR. Tirmidzi no. 586, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib).

5. Shadaqoh,

   Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Sedekah yang paling utama di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa.
Rosululloh bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga (HR Tirnizi, Ibnu Majah dan Abu Dawud)

Jangan lupa setiap ke Masjid bawalah uang untuk kita isi ke kencleng Masdjid, kalau hari hari biasa kita masukkan uang ke kencleng 5 ribu maka selama shaum minimal kita masukkan 10 ribu atau 20 ribu

Pahala sedekah:  Rosululloh tawar menawar kepada Alloh tentang pahala sedekah.
Pada suatu ketika sebuah ayat turun:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Al-Zalzalah, 7)

Rasulullah berkata, “Ya Rabb ini sedikit menurut haknya umatku”. Allah berkata, “Jika kamu menganggap ini sedikit maka satu kebaikan akan dibalas dengan dua kebaikan.” Maka turunlah firman Allah:

أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا

“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.” (QS. Al-Qashash: 54)

Rasulullah berkata, “Ya Rabb ini sedikit menurut hak umatku.” Allah berkata, “Kalau begitu satu kebaikan dibalas 10 kali lipat.” Maka turunlah ayat:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An'am:160).

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqoroh 261)
Tafsir Quraisy Shihab
Perumpamaan) atau sifat nafkah dari (orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah) artinya dalam menaati-Nya (adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh buah tangkai, pada masing-masing tangkai seratus biji.) Demikianlah pula halnya nafkah yang mereka keluarkan itu menjadi 700 kali lipat. (Dan Allah melipatgandakan) lebih banyak dari itu lagi (bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas) karunia-Nya (lagi Maha Mengetahui) siapa-siapa yang seharusnya beroleh ganjaran yang berlipat ganda itu.

6. Membaca Alquran

Pahala membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhon.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Menurut Imam Syafi'i jumlah huruf dalam Al-Qur'an adalah 1.027.000.
Jadi kalau kita khatam  1 kali maka pahalanya sebanyak 10.270.000 . Subhaballoh.
Bagi yang membaca quran terbata bata

عَنْ عَائِشَةَرَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَاهِرُ بِالْقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (رواه البخاري ومسلموأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه)

Dari ‘Aisyah ra., Rasulullah saw.bersabda :”orang yang ahli dalam Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat pencatat mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dan dia bersusah payah (untuk mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah

Begitu juga Sabda beliau,
مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468)

Disamping itu AlQuran akan memberi syafaat bagi yang membacanya di yaumil akhir
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]

7. Itikaf

Itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, untuk menjemput lailatul qodr
Surat Al qodr.

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).



MATERI PAS XI MIPA

       
MATERI PAS  XI MIPA 
  1. Menentukan besar suhu akhir pada Hukum Charles
  2. Menentukan perbandingan tekanan awal dan akhir pada Hukum Boyle Gay Lussac, bila suhu dan volume berubah
  3. Menentukan besar suhu pada persamaan Gas ideal
  4. Menganalisis hubungan EK dengan  suhu  mutlak pada persamaan EK rata rata
  5. Menentukan besar kecepatan rms bila tekanan dan massa jenis diketahui
  6. Menentukan Suhu akhir bila energi kinetiknya akhirnya berubah. (Essay)
  7. Menjelaskan proses termodinamika, isobarik, isokhorik, isotermik dan adiabatik
  8. Diberikan gambar  siklus termodinamika pada grafik Tekanan(P) terhadap  Volume (V), siswa diminta menjelaskan grafik isobarik dan isotermik dari grafik tersebut
  9. Menentukan besar usaha pada proses isobarik
  10. Menentukan besar usaha pada Mesin Carnot
  11. Diberikan gambar  siklus termodinamika pada grafik Tekanan(P) terhadap Volume (V), siswa diminta untuk menentukan besar kerja pada siklus tersebut
  12. Menentukan besar kalor jika energi dalam dan usaha luar diketahui (Essay)
  13. Menjelaskan sifat sifat gelombang
  14. Membedakan antara gelombang bunyi dan gelombang cahaya
  15. Menentukan frekuensi gelombang jika cepat rambat dan panjang gelombang diketahui
  16. Diberikan narasi dua buah gabus yang terombang ambing di laut, salah satu gabus terletak dipuncak dan yang lainnya di lembah dengan jarak tertentu, siswa diminta menentukan panjang gelombang laut tersebut
  17. Menganalisis hubungan kecepatan dan simpangan pada gerak harmonik sederhana
  18. Menghitung percepatan akhir gerak harmonik jika percepatan awal, simpangan awal dan simpangan akhir diketahui
  19. Diberikan gambar gelombang transversal, siswa diminta menentukan titik yang memiliki fase yang sama
  20. Diberikan persamaan simpangan gelombang berjalan, siswa diminta menentukan periode gelombang berjalan tersebut
  21. Diberikan persamaan simpangan gelombang berjalan, siswa diminta menentukan panjang  gelombangnya
  22. Diberikan persamaan simpangan gelombang berjalan, siswa diminta menentukan cepat rambat  gelombang berjalan tersebut (Essay)
  23. Menentukan letak perut gelombang stationer dari ujung terikat
  24. Diberikan persamaan simpangan gelombang stationer ujung bebas, siswa diminta menentukan letak simpulnya
  25. Menentukan cepat rambat bunyi pada percobaan Melde
  26. Menentukan frekuensi pendengar pada Efek Doppler
  27. Menentukan intensitas bunyi bila jaraknya digeser
  28. Menentukakan taraf intensitas lebih dari satu sumber bunyi yang dibunyikan secara serentak
  29. Membandingkan dua frekuensi pipa organa terbuka
  30. Dilketahui pipa organa terbuka dan tertutup memiliki frekuensi  sama, siswa diminta untuk menentukan panjang pipa organa tertutup bila panjang pipa organa terbuka diketahui. (Essay)
  31. Diberikan gambar interferensi pada celah ganda, sisswa diminta untuk menentukan jarak suatu titik terang dengan terang pusat
  32. Menentukan lebar celah pada difraksi celah tunggal
  33. Menentukan panjang gelombang cahaya pada kisi difraksi
  34. Menentukan sudut resolusi minimum pada difraksi sistem alat optik
  35. Menentukan daya urai lensa pada difraksi sistem alat optik (Essay)
  36. Menjelaskan  penyebab terjadinya efek rumah kaca
  37. Menejelaskan penyebab pemanasan global
  38. Menjelaskan akibat dari efek rumah kaca
  39. Menjelaskan dampak pemansan global terhadap ekosistem
  40. Menganalisis cara mencegah pemansan gelobal oleh siswa

Jumat, 12 April 2019

KEAJAIBAN HATI MANUSIA

Definisi hati.

Pertama:
Hati nurani berasal dari bahasa Latin yaitu Conscientia yang berarti kesadaran. Hati nurani juga bisa diistilahkan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati.

Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

Hati nurani erat kaitannya dengan kesadaran diri. Dalam artian, seseorang yang mempunya hati nurani berarti ia memiliki kesadaran untuk membedakan antara tindakan yang benar atau haq dan salah atau batil. Biasanya hati nurani muncul dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling dalam, hanya sepintas, bersifat jujur dan intuitif (pemahaman sesuatu tanpa penalaran rasional)

Kedua:
Dalam bahasa Arab hati adalah qolbun.

Qolbun adalah Hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran  Ilahiah dan bersipat kondisional dan tidak memiliki pengertian yang statis dalam arti qolbun busa berubah ubah, tidak konsisten, berganti ganti dan bisa di bolak balik atau berpaling .

Qolbu merupakan tempat didalam wahana jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala awal yang menggerakan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan dan keburukan.

Ketiga:
Menurut Imam Ghozali, hati adalah raja dalam kerajaan tubuh manusia.. Semua tingkah laku manusia  diperintahkan oleh hati. Tangan, kaki, mulut, telinga, hidung, otak dan fikiran  semuanya bekerja atas perintah hati.

Baik dan buruknya tingkah laku manusia tergantung hatinya.

Ke empat:
Menurut Imam Ghozali juga bahwa hati ibarat kaca. Putih dan bersih dan dapat ditembus atau dibiaskan oleh cahaya. Makanya hati yang bersih atau suci mudah menerima nasehat atau menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangannya. Ikhlas dalam beribadah dan tidak terkena penyakit hati

Bila manusia berbuat dosa maka dalam hatinya menempel setitik noda. Makin banyak dosa seseorang maka makin banyak nodanya dan akhirnya nenutupi hatinya. Dan hatinya menjadi hitam dan gelap sehingga tidak bisa menerima nasehat dan meninggalkan perintah Alloh dan mengerjakan larangannya.
Hatinya kotor dan penuh penyakit sepert iri hati, dengki, ujub, ria', takabur dan lain lain.
 
Kelima:
Menurut ilmu Fisika, hati manusia adalah bersifat seperti gelombang. Merambat dan mempunyai frekuensi dan Periode . Frekuensi  adalah banyaknya getaran perdetik. Makanya hati bergetar.

Makanya dua hati manusia bisa berpadu bila memiliki frekuensi yang sama sehingga terjadi interferensi. Perpaduan dua hati yang frekuensinya sama, itulah yang disebut kemistri. Bila interferensinya saling menguatkan itulah namanya saudara, atau suami istri atau keluarga.

Bila banyak hati yang berinterferensi dengan frekuensi yang sama maka jadilah persaudaraan ( ukhuwah islamiyah)

Makanya bila insan yang saling jatuh cinta atau berikasih bila bertemu hatinya bergetar dengan kuat karena interferensi saling menguatkan.
Sebaliknya bila saling bermusuhan maka terjadilah amarah karena interferensi saling melemahkan.

1. Hadist tentang hati

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di di tubuh manusia terdapat segumpal daging. bila ia bagus, seluruh tubuh bagus. bila ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati..” (HR. Muslim).

2. Alloh tidak melihat wajah

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَشَارَ بِأَصْبَعِهِ إِلَى صَدْرِهِ

Artinya:“Sesungguhnya Allah tak melihat kepada jasad atau bentuk kita, akan akan tetapi Dia melihat kepada hati kita”, beliau menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya.” (Muslim)

3 Jenis jenis hati

Menurut riwayat dari Abi Sa’id RA, terdapat empat macam hati yang disebutkan oleh baginda Rasulullah SAW. Hadits ini bisa dijumpai juga dalam sebuah buku yang berjudul Kitab al-Kabair, karangan Syeikh Imam Abi al-Hasan Muhammad bin Abdul Wahab.

Pertama, Qalbun Ajrad (hati yang murni), yaitu hati laksana lentera yang memancarkan cahaya. Hati ini membuka pintu-pintunya untuk mendengar dan menerima kebenaran (alhaq).

Itulah hati orang-orang Mukmin yang menjalankan ketaatan kepada Allah dan RasulNya secara konsisten. Jenis hati ini disebut juga sebagai Qalbun Shaleh (hati yang sehat atau qolbun salim).  

Ash-Shu`arā':88
- (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

Ash-Shu`arā':89
- kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Kedua, Qalbun Aghlaf, hati yang keras dan tertutup untuk menerima kebenaran dan petunjuk dari Allah. Ia disebut juga sebagai Qolbun Mayyit (hati yang mati) karena tidak mengenal dan mengakui Allah sebagai Tuhan. Ini adalah hati orang orang kafir.

Al-Baqarah:6
- Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Al-Baqarah:7
- Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Ketiga, Qalbun Maridh (hati yang sakit) karena terdapat penyakit atau  virus yang menyerangnya, yaitu berupa fitnah syahwat (nafsu) dan shubhat (sikap ragu) dengan motivasi syaitan yang terkutuk.

Qalbun Maridh dibagi 2

1.Qalbun Mankus (hati yang terbalik). Yaitu hati orang-orang munafik. Hati ini sebetulnya mengetahui kebenaran Islam sebagai agama samawi, akan tetapi ia berbuat inkar. Bahkan ia memusuhi dan menghalang-halangi orang lain untuk mengikuti kebenaran tersebut.

Al-Baqarah:10
- Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

2.Qalbun Mushaffah. Yaitu, hati yang di dalamnya terdapat dua unsur sekaligus, keimanan dan kemunafikan. Kedua unsur ini saling tarik-menarik sehingga terkadang hati tersebut condong dan dekat kepada keimanan dan terkadang kepada kekufuran, tergantung kepada salah satu yang mendominasinya

Sebagai bahan muhasabah diri, masing-masing di antara kita dapat mengetahui secara jujur dan objektif, tipe hati manakah yang sebenarnya kita miliki dari keempat macam hati di atas.

4. Doa agar diberi keteguhan hati

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya ia Sempat mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari demikian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.”

Seusai itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa;
“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tho’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu] (HR. Muslim ).

Doa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam yang sering beliau ucapkan Yaitu,

اَللَّهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ini di agama-Mu”

Dan di antara doa beliau juga Yaitu,

وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا

“Aku memohon kepada-Mu hati yang Higienis.” (HR  Ahmad, At- Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mempunyai tipe hati yang pertama, yaitu hati yang murni  atau suci dan sehat. Di antara kuncinya adalah mengamalkan do’a yang diajarkan al-Quran, sebagaimana disebutkan di atas.