Pages

Kamis, 10 Maret 2011


HIPERTENSI (DARAH TINGGI)

Setelah hampir 6 bulan lebih  tidak di check up akhirnya kemaren saya di check up ulang tentang kondisi kesehatan  saya. Dari hasil check up hanya tiga item yang tidak baik alias melebihi yang direkomendasikan yaitu:
  1. Kolesterol total 298, direkomandasikan kurang dari 200
  2. LDL 216, direkomendasikan kurang dari 130
  3. Asam Urat 7,5 direkomendasikan dari 5,5 – 7,5
Setelah mendapatkan hasil Check up saya mendaftar untuk dikontrol ke dokter di RSHS. Saya menunggu giliran yang didepan saya ada sekitar 4 orang. Sementara menunggu giliran datang mendekati saya seorang gadis yang memperkenalkan diri sebagai  mahasiswi kedokteran Unpad yang hendak mengambil data untuk menyusun skripsi.
Mahasiswi tersebut menanyakan berbagai hal tentang pengalaman saya tentang darah tinggi. Dari sejak kapan menderita darah tinggi sampai apa saja kendala yang dihadapi selama mengidap darah tinggi.
Saya menjawab apa adanya sesuai pengalaman saya tanpa ditututup-tutupi termasuk kebandelan saya terlambat kontrol, dimarahin dokter karenanya, sampai kelupaan atau kemalesan saya  meminum obat darah tinggi.
Selesai wawancara mahasiswi tersebut meminta tanda tangan saya untuk bukti bahwa wawancara yang dia lakukan adalah benar bukan rekayasa.
Tidak lupa mahasiswi tersebut mengcapkan terima kasih kepada saya dan dia memberikan selembar kertas sambil berkata ini buat dibaca-baca sambil menunggu.

Ketika saya lihat dan saya baca ternyata isinya tentang Darah tinggi dan cara menanggulanginya. Isinya adalah sebagai berikut:

Apa yang dimaksud dengan hipertensi?

Hiperteni adalah peningkatan tekanan darah sistolik (batas atas ) yang lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau peningkatan tekanan darah diastolik (batas bawah) yang lebih besar atau sama dengan 90 mmHg.

Tanda-tanda risiko terjadinya hipertensi :
  1. Sering sakit kepala bagian belakang terutama sewaktu bangun tidur pagi hari atau kapan saja terutama saat mengalami ketegangan.
  2. Dada berdebar dan terasa berat, serta sesak saat melakukan aktifitas
  3. Susah tidur, migren (sakit kepala sebelah) dan mudah tersinggung
  4. Pemakaian obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang lama ( obat anti nyeri, obat anti radang, serta obat flu yang mengandung kafein atau pseudoefedrin)
  5. Faktor risiko penyalit kardiovaskuler ataupun kebiasaan buruk ( merokok, stress, makan makanan tinggi lemak, tinggi kolestrol, tinggi garam serta jarang berolah raga).
Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit lainnya seperti penyalit jantung, ginjal, stroke , dll.

Pencegahan
  1. Olah raga teratur: 3 hari dalam seminggu selama minimal 30 menit
  2. Kurangi merokok dan usahakan untuk tidak menkonsumsi kembali
  3. Makan makanan bergizi yang cukup dan seimbang
  4. Cukup tidur lebih kurang 6 jam seharí.
  5. Kurangi makanan tinggi garam dan kaya lemak
  6. Kurangi stress dan usahakan selalu untuk berbagi masalah dengan kerabat dekat agar terhindar dari stress yang berkepanjangan.
  7. Kontrol secara rutin ke Puskesmas, Rumah Sakit atau Dokter terdekat
  8. Minum obat antihipertensi secara teratur sesuai dengan yang diresepkan dokter.
“Terapkan hidup sehat hingga usia lanjut”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar