Pages

Jumat, 18 Juli 2014

GHIBAH DAN FITNAH


1.   Orang yang bangkrut

“ ‘An Abii hurairata ra. Anna rosuulalloohi  SAW. qoola: “Atadruuna mal muflisu? Qoolul muflisuu fiinaa man laa dirhama lahu walaa mataa ‘u. Faqoola: Innal muflisa min ummatii ya’tii yaumalqiyaamati bishsholaati washshiyaami wa zakaati wa ya’tii qod syatama haadzaa, waqodafa hadzaa, wa akala maala hadzaa, wa safaka dama hadzaa, wa dhoroba hazdaa, fa yu’thoo hadzaa min hasanaatihi wa hazdaa min hasanaatihi, fain faniyat hasanaatuhu qobla an yuqdhoo maa ‘alaihi ukhiza min khothooyaahum, fathurihat ‘alaihi tsumma turiha finnari

Dari Abi Hurairoh ra. sungguhnya Rosululloh pernah bertanya:”Tahukah kalian bagaimana orang yang pailit/bangkrut itu?”Para sahabat menjawab:”Orang pailit itu yang tidak punya dirham juga harta lainnya.”Sabda beliau:”Sesungguhnya orang pailit dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa  pahala shalat, shaum dan zakat, juga dosa  mencaci si A, memfitnah si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka kepada si A s.d si E itu diberi amal kebaikannya, jika amal kebaikannya habis sebelum terlunasi semua dosanya , maka dosa orang-orang tersebut akan diambil  dan dilimpahkan kepadanya, sehingga dia pun masuk neraka”(Hadits Shahih Muslim)

2. Haram berburuk sangka, mencari-cari aib orang lain, saling bersaing dalam kehidupan dunia, saling menjerumuskan dan sebagainya

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

3.   Ghibah dan Fitnah adalah amalan serupa

Ghibah adalah menggunjing  kejelekan yang benar-benar  ada pada seseorang.
Fitnah (tuhmah, buht, kidzb) adalah menggunjing kejelekan yang sebenarnya tidak ada pada seseorang.

Rosululloh bersabda:”Atadruuna mal ghiibatu. Qoolulloohu wa rosuuluhu a’lamu. Qoola dzikruka akhooka bimaa yakrohu”
“Tahukah kalian apa hgibah itu?”Mereka menjawab:”Alloh dan Rosulnya lebih tahu”. Beliau menjawab:”Kamu membicarakan kejelekan saudaramu”

Seorang shabat kemudian bertanya:“Afaro aita in kaana fii akhii ma aquulu. Qoola in kaana fiihii maa taquulu faqodigh tabtahu, wa in lam yakun fiihii maa taquulu faqod bahattahu”
“Bagaimana pendapat anda jika terbukti ada pada saudaraku itu apa yang aku gunjingkan?”Beliau menjawab:”Jika benar ada padanya apa yang kamu gunjingkan, maka kamu sesungguhnya kamu sudah ghibah, dan jika tidak ada maka kamu telah  buht/dusta/fitnah” (HR. MUSLIM)

4. Ghibah dan fitnah adalah perilaku yanag sama-sama menyakiti orang yang digunjingkan dan sama sama haram.

Logikanya orang yang terlibat gibah akan sibuk dengan urusan oarng lain, kesibukan yang membuahkan dosa. Sementara kewajiban diri sendiri untuk memperbanyak amal kebaikan, ibadah dan menghilangkan kejelekn diri sendiri terlupakan.
Hasilnya setiap detik hanya diisi dengan dosa dan dosa sehingga amalnya jadi rusak. Oleh sebab itu tepat sekali sabda Rosululloh:

“Thuubaa liman syagholahu ‘aibuhu ‘an ‘uyuubinnaasi”
“Alangkah beruntungnya orang yang  disibukkan dengan aib(kekurangan) dirinya daripada aib orang lain”  (HR. Al-Hafidz Ibn Hajar)

5.  Ghibah dan Fitnah merusak ibadah (shalat dan shaum)

“  ‘An abii khurairata qoolaa: qoola rojulun , yaa rosuulalloohi in fulaanata yadzkuru min kats roti sholaatiha wa shiyaamiha annahaa tu’dzii jiiroonahaa bilisaanihaa. Qoolaa hia finnari. Qoola yaa rosuulalloohi fain fulaanata  yudzkaru min qillati shiyamiha, wa shodaqootihaa, wa sholaatihaa wa innahaa tashoddaqu bil atswaari min al-qiti walaa tu’zdii jiroonahaa bilisaanihaa , qoolaa hia fil jannati”

‘Dari Abi Hurairah ia berkata: Seorang laki-laaki pernah bertanya :”Waahai rosuululloh,ada seorang perempuaan –lalu dia menceritakan bnyak shalat dan shaumnya—tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lisannya”. Beliau menjawab:”Dia masuk neraka”. Ia bertanya lagi:”Wahai rosuululloh, ada seorang wanita yang sedikit shaum sedekah  dan sholatnya, dia hanya bersedekah dengan sepotong keju, tetapi dia tidak menyakiti tetangganya denganlisannya”. Maka Rosululloh menjwab”Dia di syurga”(Musnad Ahmad, Hadist hasan)

6. Ghibah sama dengan memakan bangkai saudaranya yang sudah mati

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtär& óOà2ßtnr& br& Ÿ@à2ù'tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§ ÇÊËÈ  

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Hujurat : 12)


Sumber:
1. AlQuranul Karim
2, BukuL  Menuju Islam Kaffah, Nashruddin Syarief

Tidak ada komentar:

Posting Komentar